BAB 4: PRAANGGAPAN DAN ENTAILMEN

BAB 4: PRAANGGAPAN DAN ENTAILMEN

 

 
 

 
 

BAB 4: PRAANGGAPAN DAN ENTAILMEN

 
Karena informasi tertentu dianggap sudah diketahui maka informasi yang demikian biasanya tidak akan dinyatakan dan akibatnya akan menjadi bagian dari apa yang disampaikan tetapi tidak dikatakan. Istilah-istilah presupposisi (praanggapan) dan entailmen secara teknis dipakai untuk mendeskripsikan dua aspek yang berbeda dari jenis informasi ini.

Penting untuk diperhatikan sejak dini bahwa presupposisi dan keberadaan entailmen dianggap jauh lebih memusat terhadap pragmatik di waktu lampau daripada di waktu sekarang. Dalam pendekatan-pendekatan akhir-akhir ini, minat terhadap jenis pembahasan teknis yang dihubungkan dengan analisis-analisis logis dari fenomena-fenomena ini sangat kurang. Tetapi tanpa adanya pengantar tentang jenis pembahasan analitik maka sangat sulit untuk memahami bagaimana hubungan timbal balik antara semantik dan pragmatik dikembangkan.

Presupposisi adalah sesuatu yang diasumsikan oleh penutur sebagai kejadian sebelum menghasilkan suatu tuturan. Yang memiliki presupposisi adalah penutur, bukan kalimat. Entailmen adalah sesuatu yang secara logis ada atau mengikuti apa yang ditegaskan di dalam tuturan. Yang memiliki entailmen adalah kalimat, bukan penutur.

sumber: buku Pragmatik (George Yule)

Baca Juga: Praanggapan/Presupposisi

 

 

 

 

0 komentar:

 

Poskan Komentar

 

 

 
 

 

 

 

 

About The Author

Saya adalah Bloger asal Malang yang menyukai kegiatan yang berhubungan dengan perkembangan IT, Design dan juga Pendidikan. Berupaya untuk selalu menebarkan kebermanfaatan bagi sesama.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *