BAHASA ARAB ADALAH PEMIMPIN BAHASA

BAHASA ARAB ADALAH PEMIMPIN BAHASA

Oleh : Dr. H. Uril Bahruddin, M.A

Bahasa memiliki nilai yang sangat fenomenal bagi setiap bangsa, ia adalah instrumen untuk mentransformasikan pemikiran dan pemahaman kepada orang lain. Bahasa itu sarana untuk menyambungkan anak bangsa, dengan bahasa mereka dapat berkomunikasi dan memiliki keterikatan antara satu dengan yang lain. Bahasa juga merupakan senjata yang dapat menjaga identitas, budaya, eksistensi dan keberlangsungan suatu bangsa dari masa ke masa.

Lebih dari itu, bahasa Arab memiliki sejumlah keistimewaan dibandingkan dengan bahasa-bahasa yang lain. Bahasa Arab itu bahasa yang sangat indah, bukan hanya karena setiap huruf dapat disusun menjadi kata dan kemudian menjadi kalimat dan paragraf, tetapi penulisan huruf-hurufnya bisa dibuat sedemikian rupa sehingga terlihat indah, memunculkan seni dalam hal penulisan bahasa Arab yaitu seni kaligrafi. Menurut Ibnu Nadim, -seorang sejarawan muslim yang telah merekam sejarah ilmu pengetahuan dalam Islam dalam karya monumentalnya al fihris- ada 40 jenis kaligrafi Arab yang masing-masing memiliki kekhasan dan keindahan, diantaranya ada khat naskh, riq’ah, tsulus, diwani, kufi dan lain-lain.

Dari sisi tempat keluarnya ujaran huruf Arab, juga memiliki keistimewaan yang tidak dimiliki oleh bahasa lain, yaitu bahwa huruf-huruf dalam bahasa Arab diujarkan dari tempat-tempat ujaran yang tersebar mulai dari pangkal tenggorokan sampai dengan bibir yang paling depan dengan distribusi huruf yang seimbang. Secara umum tempat ujaran huruf-huruf Arab terbagi menjadi 4 bagian yaitu; tenggorokan, lidah, hidung dan bibir. Huruf-huruf seperti ‘ain (ع), ghain (غ) dan ha’ (ح) misalnya, jarang kita temukan ada pada bahasa yang lain. Bahkan huruf dlat (ض) adalah kekhususan dalam bahasa Arab sehingga biasa juga dikenal dengan bahasa dlat.

Dari sisi kosa kata, bahasa Arab memiliki jumlah kosa kata yang sangat banyak. Dari setiap kata kerja misalnya, dapat dikembangkan menjadi ratusan bentuk kata lain dengan pola dan makna yang berbeda-beda, sebagai contoh kata (علم) yang artinya mengetahui, salah satu pengembangannya adalah (الاستعلامات) yang artinya resepsionis. Pengembangan kata sebanyak itu tidak kita temukan pada bahasa yang lain, dan karena itu salah satu keistimewaan bahasa Arab adalah bahasa derivasi atau isytiqaq.

Dari sisi susunan, bahasa Arab juga memiliki kekayaan susunan kalimat yang sangat beragam. Secara umum susunan kalimat dalam bahasa Arab ada dua macam; jumlah fi’liyyah (dimulai dengan kata kerja) dan jumlah ismiyyah (dimulai dengan subjek/ kata benda), hal yang tidak kita dapati dalam bahasa Indonesia misalnya. Dari dua jenis susunan itu masing-masing bisa dikembangkan menjadi puluhan jenis jumlah.

Bahasa Arab juga dikenal dengan bahasa yang memiliki keistimewaan ῑjaz, yaitu bahasa yang simple dan tidak bertele-tele. Salah satu bukti dari simpelnya bahasa Arab, apabila kita jumpai penerjemahan sebuah buku dari bahasa Arab ke bahasa Indonesia misalnya, maka hasil terjemahannya pasti jumlah katanya jauh lebih banyak dari bahasa aslinya.

Selain itu semua, bahasa Arab memiliki asal usul yang kokoh, memiliki kosa kata asli yang jumlahnya mayoritas. Dibandingkan dengan bahasa Inggris misalnya, yang ribuan kosa katanya berasal dari bahasa Jerman dan bahasa Perancis. Apalagi bahasa Indonesia yang merupakan rangkuman dari berbagai bahasa, sebagai contoh yang berasal dari bahasa Arab saja bisa tembus 3000 kosa kata.

Karena kekokohan dan keistimewaan bahasa Arab ini dan juga pengaruh dari digunakannya sebagai bahasa al Quran, maka bahasa Arab ini dapat mempengaruhi bahasa lain seperti bahasa Persia yang tulisannya menggunakan huruf Arab, bahasa Melayu yang pernah ditulis dengan huruf Arab, bahasa Turki dan lain sebagainya. Dari situlah, tidak berlebihan kalau bahasa Arab itu kita sebut sebagai pemimpin bahasa dan karenanya Allah swt. memilihnya menjadi bahasa kitab suci al Quran.

Kawan…
Bahasa Arab ini harus dijaga, tanggung jawab ini bukan hanya dibebankan kepada orang Arab saja, namun kita semua yang mengaku dirinya sebagai muslim harus ikut serta menjaga kelestariannya. Bahasa itu adalah bahasa al Quran dan Agama, seorang muslim tidak bisa memahami agamanya dengan sempurna kecuali dengan mempelajari bahasa Arab.

Semoga Allah segera mengembalikan kesadaran kita untuk lebih memahami hakekat bahasa Arab, menjadikan kita lebih komitmen dengan bahasa kita yang mulia ini. Wallahu a’lam.
===============
cak.uril@gmail.com

About The Author

Saya adalah Bloger asal Malang yang menyukai kegiatan yang berhubungan dengan perkembangan IT, Design dan juga Pendidikan. Berupaya untuk selalu menebarkan kebermanfaatan bagi sesama.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *