Bunyi Vokal dalam Bahasa Arab

Bunyi Vokal dalam Bahasa Arab

 

 

Bunyi Vokal dalam Bahasa Arab

Pendahuluan

Bahasa Arab adalah salah satu bahasa yang memiliki pengaruh besar dalam perkembangan dunia karena posisinya sebagai bahasa Al-Qur’an yang digunakan sebagai pedoman bagi umat Islam sedunia. Bahasa Arab juga telah menjadi bahasa resmi di 20 negara seperti Aljazair, Bahrain, Mesir, Eritrea, Irak, Yordania, Kuwait, Lebanon, Libya, Mauritania, Maroko, Oman, Qatar, Arab Saudi, Somalia, Sudan, Suriah, Tunisia, Yaman, dan Palestina (Eric, 2013). Dalam perkemabangan kajian terhadap bahasa, ditemukan beberapa tataran dalam analisis kebahasaan yang menjadi fokus kajian ahli bahasa, tidak terkecuali dalam bahasa Arab. Diantaranya: tataran fonologi (mustawa al-shauti), tataran morfologi (mustawa al-sharfi), tataran sintaksis (mustawa al-nahwi), dan tataran kosakata (mustawa al-mudradat); yang termasuk dalam tataran ini adalah etimologi (al-isytiqaq), semantik (al-dalalah), dan leksikografi (al-mu’jam). Dari berbagai macam tataran yang terdapat dalam kajian kebahasaan ini, bunyi sebagai tataran terkecil menjadi objek kajian fonologi (‘ilmu al-ashwat) (Muhyiddin, 2013).

Telah kita ketahui bersama bahwa para ahli fonologi membagi bunyi bahasa menjadi 3. Yaitu bunyi vokal, bunyi konsonan, dan bunyi semi vokal. Yang akan menjadi fokus kajian pada tulisan ini adalah bunyi vokal dalam bahasa Arab yang mencakup pengertian bunyi vokal, macam-macam vokal dalam bahasa Arab, vokal rangkap (diftong), dan fungsi kebahasaan bunyi fokal. Artikel ini juga banyak mengutip dari buku Dr. Nashruddin Idris yang berjudul ‘ilmu al-Ashwat Lidaarisi al-Lughah al-‘arabiyah min al-Indunisiyyin (Fonologi Bahasa Arab untuk Penutur Indonesia), 2015.

 

Pembahasan

  1. Pengertian Bunyi Vokal

Bunyi vokal, atau dalam bahasa Arab disebut juga صوائت atau حركات adalah hal yang sama dalam bahasa Inggris yang disebut dengan vowels atau voyelle dalam bahasa Perancis. Dalam kajian bunyi bahasa Arab, Vokal memiliki sebutan yang beragam. Seperti الصوائت, المصوتات, أصوات العلة, الأصوات اللينة, الأصوات المتحركة, الأصوات الطليقة. Tetapi kebanyakan ahli fonologi menamai bunyi vokal bahasa Arab sebagai حركات atau صوائت. Vokal (صوائت/ حركات) adalah bunyi bahasa yang dihasilkan melalui dorongan udara dari paru-paru yang dalam pembentukannya tidak mengalami penyempitan atau hambatan apapun (Nashruddin (2015) mengutip dari Anis, 1999). Dinamai حركات karena memberi tanda baca pada suatu huruf (konsonan) sehingga memungkinkan untuk diucapkan/dilafalkan (Nashruddin, 2015 mengutip dari Kamal Bisyr, 2000). Selain itu, vokal juga bisa diartikan sebagai suara yang dihasilkan dari keluarnya udara dari paru-paru secara (tak terputus) tanpa halangan apapun pada organ-organ suara yang menghambat jalan keluarnya sehingga menyebabkan kontak/gesekan yang terdengar saat pengucapannya. Vokal (dalam bahasa Arab) berbeda dengan konsonan. Perbedaan tersebut dijelaskan sebagai berikut:

  1. Bunyi vokal lebih jelas terdengar daripada bunyi konsonan.
  2. Dalam setiap bahasa, jumlah bunyi vokal lebih sedikit dari bunyi konsonan.
  3. Bunyi vokal tidak memiliki tempat keluar (مخرج) yang jelas/tertentu seperti halnya bunyi konsonan.
  4. Bunyi vokal tidak memiliki sifat-sifat khusus menurut cara keluarnya udara dari paru-paru seperti halnya bunyi konsonan yang memiliki kriteria/sifat الانفجارية, الاحتكاكية, المزدوجة, التكراري, الجانبي, الأنفيين.
  5. Tidak ada sumbatan/hambatan arus udara ketika mengucapkan bunyi vokal, sebaliknya dengan bunyi konsonan.

Bunyi vokal yang utama dalam bahasa arab ada tiga. Yaitu Fathah (فتحة), Kasrah (كسرة), dan Dhammah (ضمة).

  1. Pembagian Vokal dalam Bahasa Arab
  • الفتحة القصيرة / Fathah Pendek / -َ /لَن Contoh:
  • الكسرة القصيرة / Kasrah Pendek / -ِ / قِف Contoh:
  • الضمة القصيرة / Dhammah Pendek / -ُ / قُم Contoh:
  • الفتحة الطويلة أو ألف المد / Fathah Panjang / -َا / صَاد Contoh:
  • الكسرة الطويلة أو ياء المد / Kasrah Panjang / -ِ ي / مِيم Contoh:
  • الضمة الطويلة أو واو المد / Dhammah Panjang / -ُ و / نُون Contoh:

Dalam bahasa Arab, setiap vokal tersebut memiliki sifat-sifat tertentu. Sifat-sifat tersebut adalah: مرققة, مفخمة, بين بين (بين الترقيق و التفخيم). Sehingga bisa disimpulkan bahwa vokal-vokal tersebut berdasarkan sifatnya memiliki 18 suara/bunyi. Vokal tersebut (fathah, kasrah, dhammah) menjadi bersifat tipis/tarqiq (مرققة) jika didahului/diikuti bunyi/suara yang bersifat tarqiq. Yaitu: /ب/ ت /ث /ج /ح /د /ذ /ر /ز /س /ش /ع /غ /ف /ك /ل /م /ن /و /ه /ي /. Contoh: يَرَكَ, يَارَكَ. Dan menjadi bersifat tebal/tafkhim (مفخمة) jika didahului/diikuti bunyi yang bersifat tafkhim. Yaitu: /ص /ض /ط /ظ /. Contoh: صَبَرَ, صَافَحَ Dan menjadi bersifat diantara tarqiq dan tafkhim (بين الترقيق والتفخيم) jika didahului/diikuti 3 huruf: /ق /غ /خ /. Contoh: قَعَدَ, قَاتَلَ. Selain itu, terdapat beberapa versi pembagian vokal yang didasarkan pada panjang pendeknya, bentuk bibir saat pengucapannya, tinggi rendahnya posisi lidah, serta maju mundurnya bagian lidah yang dijelaskan sebagai berikut.

  1. Pembagian Vokal Berdasarkan Panjang Pendeknya
  • Vokal Pendek (الحركات القصيرة): dhammah pendek (الضمة القصيرة), kasrah pendek (الكسرة القصيرة), fathah pendek (الفتحة القصيرة), tampak pada kata ” كُتِبَ “.
  • Vokal Panjang (الحركات الطويلة): dhammah panjang (الضمة الطويلة), fathah panjang (الفتحة الطويلة), kasrah panjang (الكسرة الطويلة), tampak pada kalimat ” كونوا صابرين “.
  1. Pembagian Vokal Berdasarkan Bentuk Bibir Saat Pengucapannya
  • Vokal Bulat (الحركات المدورة). Yaitu ketika bibir mengerucut saat pengucapan, seperti dhammah pendek dan Panjang. Contohnya: “بُ, بُو”
  • Vokal Tidak Bulat (الحركات غير المدورة). Yaitu ketika bibir tidak mengerucut saat pengucapan, yaitu semua vokal kecuali 2 dhammah: dhammah pendek dan dhammah
  1. Pembagian Vokal Berdasarkan Tinggi Rendahnya Posisi Lidah
  • Vokal Tinggi (الحركات المرتفعة). Yaitu vokal yang ketika diucapkan posisi lidah naik ke atas rongga mulut, yaitu dhammah panjang dan pendek, kasrah panjang dan pendek.
  • Vokal Sedang (الحركات المتوسطة). Yaitu vokal yang ketika diucapkan posisi lidah naik ke tengah rongga mulut, yaitu fathah
  • Vokal Rendah (الحركات المنخفضة). Yaitu vokal yang ketika diucapkan posisi lidah berada dibagian bawah rongga mulut (tidak naik), yaitu fathah
  1. Pembagian Vokal Berdasarkan Bagian Lidah yang Bergerak (naik turunnya lidah)
  • Vokal Depan (الحركات الأمامية). Yaitu vokal yang ketika diucapkan bagian depan lidah naik. Yang termasuk vokal ini adalah kasrah pendek, kasrah panjang, dan fathah
  • Vokal tengah (الحركات المركزية). Yaitu vokal yang ketika diucapkan lidah bagian tengah menjadi naik, seperti fathah
  • Vokal Belakang (الحركة الخلفية). Yaitu vokal yang ketika diucapkan bagian belakang lidah naik, seperti dhammah panjang dan dhammah pendek
  1. Vokal Rangkap / Diphtongs / الحركات المزدوجة أو المركبة

Dalam setiap bahasa seringkali ditemukan vokal tunggal (monophtong) maupun vokal rangkap (Diphtong). Contoh monophtong dalam bahasa Inggris misalnya pada kata “Far” dan Diphtong pada kata “Fair”, dalam bahasa Indonesia misalnya pada kata “Nak” (monophtong) dan “Naik” (diphtong).

Berbeda halnya dengan bahasa Arab, keberadaan vokal rangkap dalam bahasa ini masih menjadi perdebatan diantara para ahli. Sebagian ahli berpendapat bahwa tidak ada vokal rangkap dalam bahasa Arab, karena vokal rangkap adalah sebuah kesatuan. Sedangkan yang ada dalam bahasa Arab bukanlah sebuah kesatuan. Seperti /aw/ pada kata “مَوْت” – “لَوْن” – “بَوْن” dan /i/ pada kata “مَيْل” – “بَيْت”. Menurut mereka yang ada pada contoh kata tersebut bukanlah kesatuan (vokal+vokal) melainkan yang pertama vokal dan yang kedua konsonan (fathah+wawu dan fathah+ya’). Sedangkan sebagian ahli yang lain berpendapat bahwa ada vokal rangkap dalam bahasa Arab. Seperti contoh yang telah disebutkan sebelumnya. Mereka berpendapat bahwa huruf wawu dan ya’ terkadang bisa menjadi huruf konsonan dan juga bisa menjadi vokal. Karena itulah ada pendapat lain yang mengatakan bahwa huruf wawu dan ya’ ini termasuk semi vokal atau semi vowel (نصف الحركات).

  1. Fungsi Kebahasaan Vokal dalam Bahasa Arab

Bunyi vokal dalam bahasa arab adalah bunyi bahasa yang fungsional. Dikatakan fungsional karena bunyi bahasa tersebut dapat mengubah atau menunjukkan kontras makna. Perbedaan bunyi vokal dalam bahasa arab mengakibatkan perubahan makna. Seperti contoh berikut:

  • Kata “بِر”. Pada kata ini, ba’ dengan kasrah, berbeda dengan “بَر” ba’ dengan fathah, dan juga berbeda dengan “بُر” (ba’ dengan dhammah).
  • Kata “مطر” (dengan fathah pendek setelah huruf tha’) berbeda dari “مطار” (dengan fathah panjang setelah huruf tha’). Berbeda juga pada kata “قتل” (dengan fathah pendek setelah huruf ق) dari “قاتل” dengan fathah panjang setelahnya.
  • Kata “قال” (dengan fathah panjang setelah ق) berbeda dari “قيل” (dengan kasrah panjang). Berbeda juga pada kata “طال” (dengan fathah panjang setelah huruf ط) dengan kata “طول” (dengan dhammah panjang setelahnya).

Vokal (dalam bahasa Arab) adalah bagian dari fonem yang merupakan bagian terkecil dari bahasa yang tidak memiliki makna tetapi bisa mengubah makna atau membedakan makna kata. Contoh:   ىبِرٌّ-بَرٌّ-بُرٌّ. Selain itu, vokal (dalam bahasa Arab) dalam konteks gramatikal tertentu juga bisa memiliki fungsi morfologis. Contoh: (كَتَبْتُ-كَتَبْتَ-كَتَبْتِ).

 

 

Kesimpulan

Dari penjelasan sebelumnya, kita bisa tahu bahwa vokal dalam bahasa Arab ada 6 yang terdiri dari fathah, kasrah, dan dhammah baik pendek maupun panjang. Yang mana semua vokal tersebut memiliki sifat-sifat tertentu jika digunakan Bersama huruf konsonan. Ada berbagai macam pembagian vokal dalam bahasa Arab yang didasarkan pada panjang pendeknya, bentuk bibir saat pengucapannya, tinggi rendahnya posisi lidah, dan bagian lidah yang bergerak.

Adapun vokal rangkap (diphthong) dalam bahasa Arab masih menjadi perdebatan diantara para ahli fonologi. Sebagian ada yang mengakui adanya vokal rangkap dalam bahasa Arab, dan sebagian yang lain tidak mengakuinya. Vokal dalam bahasa Arab adalah bunyi bahasa yang fungsional. Karena posisinya yang bisa mengubah atau menunjukkan kontras makna. Serta masih ada lagi fungsi-fungsi vokal dalam konteks morfologi maupun gramatikal.
 

Daftar Pustaka

Aribowo, Eric Kunto. 2013. Fonologi dan Ortografi Bahasa Arab. Makalah dalam Seminar Nasional Bulan Bahasa dan Sastra. Klaten: Yuma Perkasa Group

S.S., Muhyiddin. 2013. Fonologi Arab: Telaah Kitab Risalah Asbab Hudus al-Huruf karya Avicenna. Tesis. Yogyakarta: UIN Sunan Kalijaga

جوهر, نصر الدين إدريس. 2015. علم الأصوات لدارسي اللغة العربية من الإندونيسيين. سيدورجو: مكتبة لسان عربي للنشر والتوزيع

 

About The Author

Saya adalah Bloger asal Malang yang menyukai kegiatan yang berhubungan dengan perkembangan IT, Design dan juga Pendidikan. Berupaya untuk selalu menebarkan kebermanfaatan bagi sesama.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *