DEIKSIS WAKTU DALAM PRAGMATIK

DEIKSIS WAKTU DALAM PRAGMATIK

 

 
 

 
 

DEIKSIS WAKTU DALAM PRAGMATIK

 
Kita sudah mengetahui pemakaian bentuk proksimal ‘sekarang’ yang menunjukkan baik waktu yang berkenaan dengan saat penutur berbicara maupun saat suara penutur sedang didengar (sekarangnya pendengar). Kebalikan dari ‘sekarang’, ungkapan distal ‘pada saat itu’ mengimplikasikan baik hubungan waktu lampau maupun waktu yang akan datang dengan waktu penutur sekarang.
 
Landasan deiksis waktu tampaknya sama dengan landasan psikologis deiksis tempat. Kita dapat memperlakukan kejadian-kejadian waktu sebagai objek yang bergerak ke arah kita (ke dalam pandangan) atau bergerak menjauh dari kita (di luar pandangan). Salah satu (gaya) metafora yang dipakai dalam bahasa Inggris adalah metafora dari kejadian-kejadian yang mengarah kepada penutur dari waktu yang akan datang (contohnya: ‘pekan yang akan datang’, ‘tahun yang akan datang’) dan waktu yang menjauhi penutur dari masa lampau (misalnya ‘pada hari-hari yang telah berlalu’, ‘pekan lalu’). Kita tampaknya juga memberlakukan waktu yang dekat atau waktu yang hampir tiba sebagai kedekatan terhadap waktu tuturan dengan menggunakan deiksis maksimal ‘ini’, seperti dalam ‘akhir pekan (yang akan datang) ini’ atau ‘hari Kamis (yang akan datang) ini’.
 
Dalam deiksis waktu, bentuk jauh atau distal dapat dipakai tidak hanya untuk menyampaikan jarak atau waktu kejadiannya, tetapi juga jarak kenyataan atau fakta kejadiannya.
 
Sumber: Pragmatik terbitan Pustaka Pelajar (George Yule: 22-25)
 
Artikel Terkait: 
 

 

 

 

0 komentar:

 

Poskan Komentar

 

 

 
 

 

 

 

 

About The Author

Saya adalah Bloger asal Malang yang menyukai kegiatan yang berhubungan dengan perkembangan IT, Design dan juga Pendidikan. Berupaya untuk selalu menebarkan kebermanfaatan bagi sesama.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *