JIKA KITA PANDAI BERSYUKUR

JIKA KITA PANDAI BERSYUKUR

Dr. H. Uril Bahruddin, MA

Salah satu pesan yang peran saya sampaikan di depan kawan-kawan pererima besiswa LPDP yang belajar di Pascasarjana UIN Maulana Malik Ibrahim adalah tentang syukur. Memang kata itu sangat indah dan mudah diucapkan oleh kebanyakan orang, namun sedikit diantara mereka yang mampu untuk mengaplikasikannya dalam kehidupan. Karena itu, dalam setiap kesempatan apa saja, nasihat untuk bersyukur dan selalu meningkatkan kesyukuran akan selalu relevan untuk disampaikan.
Tidak ada manusia di dunia ini yang tidak mendapatkan nikmat dari Allah, bahkan nikmat itu sangat banyak hingga alat penghitung secanggih apapun di dunia tidak ada yang mampu untuk menghitung nikmat Allah tersebut. Ketika kita dipilih oleh Allah menjadi manusia, maka hal ini adalah sebuah bentuk kenikmatan yang sangat istimewa. Jika dibandingkan dengan makhluk lain seperti sapi, kambing, ayam dan lain sebagainya, tentunya posisi kita sebagai manusia menjadi sangat istimewa. Hewan-hewan itu betapapun kuat dan indahnya, paling-paling akhir kehidupannya akan dijadikan sate dan dimakan oleh manusia, tidak ada makna setelah kematiannya.
Belum lagi ketika kita dipilih oleh Allah menjadi orang yang beriman, diantara sejumlah manusia yang pernah mendiami bumi ini. Sudah barang tentu orang yang beriman menjadi sangat istimewa karena ia telah mengenal dan mengetahui jati dirinya sebagai manusia. Orang beriman adalah orang yang telah menemukan hakekatnya sebagai manusia, yaitu sebagai hamba yang harus senantiasa mengabdi kepada Penciptanya, yang salah satu bentuk pengabdian itu adalah mengembalikan seluruh kenikmatan itu kepada Allah, dengan satu cara yaitu bersyukur.
Apalagi jika dilihat lebih dalam lagi, mungkin diantara sekian banyak orang yang beriman, ternyata kita menjadi bagian dari orang-orang beriman yang memiliki komitmen tinggi dan kebanggaan dengan keimanan kita. Karena beriman itu sesungguhnya bukan hanya sekedar pengakuan dengan lisan atau memakai simbul-simbul keimanan saja, namun sebagaimana definisi keimanan yang pernah disampaiakan oleh Rasulullah saw. adalah bahwa iman itu harus dibuktikan dengan amal nyata. Jika demikian, tentunya mereka yang lebih berkomitmen terhadap nilai-nilai keimanan, adalah orang-orang yang lebih istimewa lagi.
Diantara bentuk kasih sayang Allah swt. adalah bahwa Allah tidak perhitungan terhadap nikmat yang diberikan kepada manusia. Karena itu, Allah tidak menuntut manusia untuk mengganti atau membayar nikmat-nikmat tersebut. Jangankan mengganti, menghitung saja tidak mugkin dapat dilakukan oleh manusia. Allah hanya meminta agar manusia mau mengakui bahwa nikmat itu murni pemberian dari Allah dan bukan karena kekuatan dan kecerdasan yang dimiliki oleh manusia. Pengakuan yang ikhlas dengan penuh kesadaran seperti itulah yang dimaksud dengan bersyukur kepada Allah.
Ketika kalian semua -adik-adik mahasiswa yang saya cintai- telah dipilih oleh Allah menjadi penerima beasiswa dari Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP), maka itu adalah kenikmatan lain yang tidak diberikan oleh Allah kepada selain kalian. Kalian adalah manusia pilihan Allah, banyak saudara-saudara kalian yang mengharapkan karuni tersebut, namun pilihn Allah jatuh pada kalian. Jelas, dalam hal ini tugas kalian adalah mensyukuri nikmat yang amat berharga tersebut.
Selanjutnya, bagaimana cara mensyukuri nikmat LPDP itu. Salah satu makna bersyukur adalah menggunakan nikmat tersebut dengan tepat. Jika pada saat melamar di LPDP dulu kalian berjanji untuk memberi kontribusi positif untuk bangsa dan masyarakat Indonesia, saatnya kalian mrealisasikan janji tersebut. Untuk mahasiswa yang sedang kuliah di jurusan Pendidikan Bahasa Arab, menjadi tantangan bagi kalian untuk menjadikan bahasa Arab gampang dipelajari dan diminati oleh banyak orang. Sementara ini opini yang berkembang di masyarakat mengatakan bahwa bahasa Arab itu masih sulit, dan yang akan membuat mudah adalah kreatifitas kita semua, para master dan doktor Pendidikan Bahasa Arab.
Demikian pula bagi yang belajar pada jurusan Pendidikan Agama Islam. Masih banyak kita saksikan di masyarakat kurangnya kesadaran untuk memahami Islam dengan baik, bahkan Pendidikan Islam dipandang sebelah mata. Belum lagi permasalahan orang yang memahami Islam tapi belum mau berkomitmen dengan ke-Islamannya. Sehingga menjadi tanggung jawab para master dan doktor di bidang Pendidikan Agama Islam yang akan membuat orang mudah dan senang memahami dan menerapkan Islam. Begitu juga bagi kawan-kawan yang belajar di jurusan Syari’ah dan jurusan-jurusan yang lain.
Pada saat yang sama, ketika LPDP memilih para kandidat penerima beasiswa adalah karena mereka memiliki jiwa sosial dan kepedulian terhadap sesama. Oleh karena itu, agar kebermanfaatan ilmu kita dapat segera dirasakan oleh masyarakan, hendaknya kita mulai membersamai mereka, melakukan kegiatan yang dapat dirasakan manfaatnya oleh mereka. Salah satu bentuk riilnya adalah membimbing adik-adik mahasiswa yang lainnya untuk sama-sama mendapatkan nikmat beasiswa LPDP. Hal ini adalah merupakan bentuk lain dari kesyukuran kita terhadap nikmat beasiswa LPDP.
Jika kita pandai bersyukur, maka sudah jelas Allah akan melipatgandakan kenikmatan-Nya buat kita. Pelipatgandaan nikmat dari Allah tidak hanya sekedar dengan dibukakan kesempatan untuk mendapatkan beasiswa LPDP lagi untuk jenjang doktor misalnya. Namun, bisa jadi Allah akan memberi kenikmatan yang lebih dari itu semua.
Akhirnya, saya ingin mengucapkan selamat kepada adik-adik saya semua, yang telah mendapat beasiswa dari LPDP. Selamat berjuang dalam rangka mewujudkan cita-cita besar kalian. Semoga beasiswa ini adalah langkah pertama kalian semua untuk membangun cita-cita kalian di masa yang akan datang. Wallahu A’lam.
==========
cak.uril@gamil.com

About The Author

Saya adalah Bloger asal Malang yang menyukai kegiatan yang berhubungan dengan perkembangan IT, Design dan juga Pendidikan. Berupaya untuk selalu menebarkan kebermanfaatan bagi sesama.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *