KarakteristikKurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP)

KarakteristikKurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP)

KTSP dikembangkan berdasarkan beberapa karakteristk atau ciri utama, yaitu (a) berpusat pada siswa (focus on learners), (b) memberikan mata pelajaran dan pengalaman belajar yang relevan dan kontekstual (provide elevant and contextualized subject matte), (c) mengembangkan mental yang kaya dan kuat pada siswa (develop rich and robust mental models) @MATEC (dalam Muslich, 2007:20).

Mulyasa (2006:29) mengemukakan karakteristik KTSP sebagai berikut: (a) pemberian otonomi luas kepada sekolah dan satuan pendidikan, (b) partisipasi masyarakat dan orang tua yang tinggi, (c) kepemimpinan yang demokratis dan profesional, (d) tim kerja yang kompak dan transparan.

Sementara itu, (Muslich, 2007:20-21) berpegang pada tujuh karakteristik utama KTSP, yaitu (a) berbasis kompetensi dasar (curriculum based competencies), bukan materi pelajaran, (b) bertumpu pada pembentukan kemampuan yang dibutuhkan oleh siswa (developmentally-appropriate practice), bukan penerusan materi pelajaran, (c) berpendekatan terpadu atau berpusat pembelajaran (learner centered curriculum), bukan pengajaran, (d) berpendekatan atau integratif  (integrative curriculum atau learning across curriculum), bukan diskrit, (e) bersifat diversifikatif, pluralistis, dan multikultural, (f) bermuatan empat pilar pendidikan kesejagatan, yaitu belajar memahami (lerning to know), belajar berkarya (learning to do), belajar menjadi diri sendiri (learning to be oneself), dan belajar hidup bersama (learning to live together), (g) berwawasan dan bermuatan manajemen berbasis sekolah.

Masih menurut Muslich (2007:21), dengan karakteristik tersebut, KTSP telah memungkinkan hal-hal berikut: (a) terkurangnya materi pembelajaran yang demikian banyak dan padat, (b) tersusunnya perangkat standar dan patokan kompetensi yang perlu dikuasai siswa, baik standar kompetensi lulusan, standar isi maupun kompetensi dasar mata pelajaran, (c) terkurangnya beban tugas guru yang selama ini sangat banyak dan beban belajar siswa yang selama ini sangat berat, (d) memperbesar kebebasan, kemerdekaan, dan keleluasaan tenaga pendidikan dan pengelola pendidikan di daerah dan memberikan peluang mereka untuk berimprovisasi, berinovasi, dan berkreasi, (e) terbukanya kesempatan dan peluang bagi daerah (kota dan kabupaten), bahkan pengelola pendidikan dan tenaga pendidikan untuk melakukan berbagai adaptasi, modifikasi, dan kontekstualisasi kurikulum sesuai dengan kenyataan lapangan, (f) terakomodasinya kepentingan dan kebutuhan daerah setempat, terutama kota dan kabupaten, baik dalam rangka melestarikan dan mengembangkan kebudayaan setempat, maupun melestarikan karakteristik daerah, tanpa harus mengabaikan kepentingan bangsa dan nasional, (g) terbuka lebarnya kesempatan bagi sekolah untuk mengembangkan kemandirian demi peningkatan mutu sekolah, yang disesuaikan dengan kondisi yang ada.

Adapun menurut AlWashilah (2006), beberapa karakteristik terpenting dari KTSP adalah:

  1. KTSP menganut prinsip fleksibilitas. Setiap sekolah diberi kebebasan menambah empat jam pelajaran tambahan per minggu, yang bisa diisi dengan apa saja baik yang wajib atau muatan lokal. Namun fleksibilitas ini mesti diimbangi dengan potensi sekolah masing-masing serta pemenuhan standar isi seperti digariskan Badan Standardisasi Nasional Pendidikan (BSNP)
  2. KTSP membutuhkan pemahaman dan keinginan sekolah untuk mengubah kebiasaan lama yakni kebergantungan pada birokrat. Peluang bagi sekolah untuk mengurus sendiri tidak hanya untuk manajemen sekolah, tetapi juga rutinitas akademis
  3. guru kreatif dan siswa aktif. Kurikulum 1994 menghendaki guru lebih kreatif, namun aktivitas guru sebatas mengajarkan apa yang sudah ditetapkan dalam kurikulum. Sementara dalam Kurikulum 2004 atau Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK), siswa dituntut lebih kreatif. Guru harus bisa “memaksa” siswa untuk memberi feedback dalam setiap pembelajaran. KTSP menggabungkan keduanya
  4. KTSP dikembangkan dengan menganut prinsip diversifikasi. Artinya, dalam kurikulum ini standar isi dan standar kompetensi lulusan yang dibuat BSNP itu dijabarkan dengan memasukkan muatan lokal, yakni lokal provinsi, lokal kabupaten/kota, dan lokal sekolah
  5. KTSP sejalan dengan konsep desentralisasi pendidikan dan manajemen berbasis sekolah (school-based management). Selama ini guru patuh pada petunjuk teknis dan petunjuk pelaksanaan yang disiapkan oleh birokrat Depdiknas. Sekolah dapat bermitra dengan berbagai pemangku peran (stakeholders) pendidikan, seperti industri, kerajinan, pariwisata, petani, nelayan, dan organisasi atau profesi lainnya
  6. KTSP tanggap terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) dan seni
  7. KTSP beragam dan terpadu. Walaupun sekolah diberi otonomi dalam pengembangannya, ujung-ujungnya ada ujian nasional (UN) juga. Seyogyanya tidak ada persoalan bagi sekolah karena yang diujikan adalah kompetensi dasar. Dalam semangat desentralisasi pendidikan, UN penting demi pemetaan kemampuan, bukan penentu kelulusan siswa. Biarkan sekolah menentukan kriteria kelulusan masing-masing, yakni dengan menggabungkan hasil UN dengan ujian sekolah masing-masing.

Berdasarkan berbagai karakteristik tesebut di atas, dapat disimpulkan bahwa KTSP merupakan bentuk operasional pengembangan kurikulum dalam konteks desentralisasi pendidikan dan otonomi daerah, yang akan memberikan wawasan baru terhadap sistem pendidikan yang sedang berjalan selama ini. Hal ini diharapkan dapat membawa dampak terhadap peningkatan efisiensi dan efektivitas kinerja sekolah, khususnya dalam meningkatkan kualitas pembelajaran mengingat peserta didik datang dari berbagai latar belakang kesukuan dan tingkat sosial. Di sisi lain, sekolah juga harus meningkatkan efisiensi, partisipasi, dan mutu, serta bertanggung jawab kepada masyarakat dan pemerintah.

Karakteristik KTSP dapat diketahui antara lain dari bagaimana  sekolah dan satuan pendidikan dapat mengoptimalkan kinerja, proses pembelajaran, pengelolaan sumber belajar, profesionalisme tenaga pendidikan serta sistem penilaian.

About The Author

Saya adalah Bloger asal Malang yang menyukai kegiatan yang berhubungan dengan perkembangan IT, Design dan juga Pendidikan. Berupaya untuk selalu menebarkan kebermanfaatan bagi sesama.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *