KITA BISA BERPRESTASI TANPA ANEMIA

KITA BISA BERPRESTASI TANPA ANEMIA

Oleh : Betric Feriandika

Jika anda tengah 5 L (Lemah, Letih, Lesu, Lunglai, Lalai), wajah pucat, pusing dan penglihatan berkunang-kunang, bisa dipastikan anda tengah terkena anemia gizi besi. Jika daya tahan fisik kita rendah karena anemia, maka kita tidak akan bisa melaksanakan berbagai kegiatan dengan maksimal.

Secara tidak sadar, sebenarnya kita sering mengalami gejala anemia gizi besi, karena seringnya melakukan aktivitas tanpa diimbangi pola kebutuhan asupan makanan yang bergizi dan kurangnya berolahraga. Anemia gizi besi sering terjadi pada kita baik laki-laki maupun wanita, khususnya pada wanita dewasa terutama waktu menstruasi karena banyak mengeluarkan darah.

Apa sebenarnya yang dimaksud dengan Anemia Gizi Besi?

Yaitu suatu keadaan tubuh manusia, dimana kadar hemoglobin (Hb) dalam sel darah merah kurang dari normal. Zat besi adalah salah satu unsur zat gizi mikro. Disebut zat gizi mikro karena hanya diperlukan oleh tubuh dalam jumlah yang sedikit, yakni hanya dalam ukuran miligram saja. Meski hanya sedikit yang diperlukan oleh tubuh, kita seringkali mengabaikannya karena lebih memilih makanan yang instan namun  lemah gizi.

Mengapa zat besi penting bagi tubuh??

Zat besi sangat penting bagi tubuh karena merupakan unsur utama untuk membentuk sel darah merah, yang berfungsi mengikat oksigen dari udara yang dihirup paru-paru. Selanjutnya oksigen di bawa ke seluruh bagian tubuh untuk proses pembakaran yang nantinya akan menghasilkan panas tubuh. Nah, panas tubuh inilah diubah menjadi tenaga untuk menjalankan kerja berbagai organ, seperti jantung, paru-paru dll.

Selain itu, zat besi juga diperlukan untuk pembentukan enzim yang berfungsi dalam pengaturan berbagai proses dalam tubuh manusia.

Apa Penyebab Anemia Gizi Besi??

–       Makanan sehari-hari kurang mengandung zat besi

–       Menstruasi

–       Adanya penyakit infeksi, seperti TBC, malaria dll. Infeksi adalah masuknya kuman penyakit ke dalam tubuh sehingga orang menjadi sakit

–       Cacingan

Bagaimana mencegah anemia gizi besi??

–          Selalu makan yang kaya zat besi

–          Minum tablet besi (Fe) terutama saat menstruasi

–          Selalu mencuci tangan dengan sabun

–          Selalu memakai alas kaki ketika di tempat becek dan kotor agar tidak kecacingan.

Bahan makanan apa saja yang banyak mengandung zat besi??

Ada 2 kelompok bahan makanan sumber zat besi yaitu hewani dan nabati.

ü  Sumber hewani bisa diambil dari daging yang berwarna merah, dan unggas dan telur. Pada telur, bagian yang banyak mengandung zat besi di bagian kuning telur. Sedangkan sumber zat besi dari kelompok ikan adalah mujair, tenggiri, bandeng, emas, udang, kerang, hati ikan tongkol, dll.

ü  Sumber nabati terdiri dari :

–          Sayuran hijau, seperti daun singkong, daun ketela rambat, bayam, sawi hijau, daun melinjo, kangkung, daun kacang panjang, daun kelor, dll. Sayuran yang berwarna hijau tua lebih banyak mengandung zat besi lebih tinggi dibandingkan yang hijau muda.

–          Kacang-kacangan, Umbi, Biji-bijian, dan hasil olahannya. Seperti : kacang ijo, kacang merah, kacang mete, kacang kedele, emping, kenari, wijen dll. Bahan makanan tersebut memiliki kandungan zat besi yang lebih tinggi dari pada sayuran.Namun, kacang-kacangan harus dimasak dulu untuk menghilangkan zat phitat. Karena zat phitat dapat menghambat penyerapan zat besi.

Kualitas zat besi hewani diserap tubuh 3 kali lebih banyak dibandingkan nabati. Bahan makanan hewani diserap tubuh 20-30%, sedangkan nabati hanya 5-10%.

Nah, untuk meningkatkan penyerapan zat besi, terutama yang berasal dari nabati, diperlukan adanya vitamin C, oleh karena itu makanlah selalu buah-buahn yang kaya vitamin C.

Dan kebutuhan zat besi pada setiap kelompok umur manusia, itu berbeda-beda. Pada kelompok anak-anak umur bayi – 10 tahun, 0,5-10 mg. Kelompok pria dewasa umur 10 ke atas, 13-19 mg. dan kelompok wanita umur 10- kea tas, 13-26mg.

Jika kebutuhan zat besi yang dibutuhkan oleh tubuh kurang dari itu, maka akan menyebabkan daya tahan fisik rendah, mudah capek, sehingga kemampuan fisik menurun. Selain itu, akibat yang ditimbulkan yaitu tidak mudah berkonsentrasi, daya tangkap menurun, dan daya tahan tubuh terhadap serangan penyakit menjadi rendah, sehingga mudah sakit dan akhirnya prestasi kerja rendah, jarang masuk sekolah atau bekerja. So, Pastikan anda tidak ANEMIA.

 

 

About The Author

Saya adalah Bloger asal Malang yang menyukai kegiatan yang berhubungan dengan perkembangan IT, Design dan juga Pendidikan. Berupaya untuk selalu menebarkan kebermanfaatan bagi sesama.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *