Artikel, Tutorial, Tips dan Trik

Media Pembelajaran Bahasa Arab

0

Media dalam bahasa Arab adalah perantara وسائل)) atau pengantar pesan dari pengirim kepada penerima pesan. Media dalam proses belajar mengajar cenderung diartikan sebagai alat-alat grafis, photografis, atau elektronis untuk menangkap, memproses, dan menyusun kembali informasi visual atau verbal (Arsyad, 2002).

Fungsi utama media pengajaran adalah sebagai alat bantu mengajar yang turut mempengaruhi iklim, kondisi, dan mengajar yang turut mempengaruhi iklim, kondisi, dan lingkungan belajar yang ditata dan diciptakan oleh guru. Sedangkan manfaat media dalam pembelajaran sebagai berikut.

  1. Memperjelas penyajian pesan dan informasi sehingga dapat memperlancar dan meningkatkan proses dan hasil belajar.
  2. Meningkatkan dan mengarahkan perhatian anak sehingga dapat menimbulkan motivasi belajar, interaksi yang lebih langsung antara siswa dan lingkungannya, dan kemungkinan siswa untuk belajar sendiri-sendiri sesuai dengan kemampuan dan minatnya.
  3. Mengatasi keterbatasan indera, ruang, dan waktu; (1) objek atau benda yang terlalu besar untuk ditampilkan langsung di ruang kelas dapat diganti dengan gambar, foto, slide, realita, film, radio, atau model, (2) objek atau benda yang terlalu kecil yang tidak tampak oleh indera dapat disajikan dengan bantuan mikroskop, film, slide, atau gambar, (3) kejadian langka yang terjadi di masa lalu atau terjadi sekali dalam puluhan tahun dapat ditampilkan melalui rekaman video, film, foto, slide disamping secara vebal, (4) objek atau proses yang amat rumit seperti peredaran darah dapat ditampilkan secara konkret melalui film, gambar, slide, atau simulasi komputer, (5) kejadian atau percobaan yang dapat membahayakan dapat disimulasikan dengan media seperti komputer, film, dan video, (6) peristiwa alam seperti terjadinya letusan gunung berapi atau proses yang dalam kenyataan memakan waktu lama seperti proses kepompong menjadi kupu-kupu dapat disajikan dengan teknik-teknik rekaman seperti time-lapse untuk film, video, slide, atau simulasi komputer,
  4. Memberikan kesamaan pengalaman kepada siswa tentang peristiwa-peristiwa di lingkungan mereka, serta memungkinkan terjadinya interaksi langsung dengan guru, masyarakat, dan lingkungannya misalnya melalui karyawisata, kunjungan-kunjungan ke museum atau kebun binatang (Arsyad, 2002:15-27).

Macam-macam media pembelajaran menurut Leshin (dalam Arsyad, 2002:79-80) adalah: (a) media berbasis manusia (guru, instruktur, tutor, main peran, kegiatan kelompok, dan lain-lain), (b) media berbasis cetakan (buku penuntun, buku kerja/latihan, dan lembaran lepas), (c) media berbasis visual (buku, charts, grafik, peta, figur/gambar, transparasi, film bingkai/slide), (d) media berbasis audiovisual (video, film, slide bersama tape, televisi), (e) media berbasis komputer (pengajaran dengan bantuan komputer dan video interaktif).

Djamarah dan Aswan (1996:140-142) mengklasifikasi macam-macam media sebagai berikut.

  1. Dilihat dari jenisnya; (1) media auditif yaitu media yang hanya mengandalkan kemampuan suara saja, seperti radio, cassete recorder, piringan hitam, (2) media visual yaitu media yang hanya mengandalkan indra penglihatan, seperti foto, gambar, lukisan, (3) media audiovisual yaitu media yang mempunyai unsur suara dan gambar, seperti video cassete, sound slides,
  2. Dilihat dari liputnya; (1) media dengan daya liput luas dan serentak yaitu media yang tidak terbatas oleh tempat dan ruang serta dapat menjangkau jumlah anak didik yang banyak dalam waktu yang sama, seperti radio dan televisi, (2) media dengan daya liput yang terbatas oleh ruang dan tempat yaitu media yang membutuhkan ruang dan tempat yang khusus seperti sound slide, (3) media untuk pengajaran individual yaitu media hanya untuk seorang diri seperti modul berprogram dan pengajaran melalui komputer,
  3. Dilihat dari bahan pembuatannya; (1) media sederhana yaitu media yang bahan dasarnya mudah diperoleh dan harganya murah, cara pembuatannya mudah, dan penggunaannya tidak sulit, (2) media kompleks yaitu media yang bahan dan alat pembuatannya sulit diperoleh serta mahal harganya, sulit membuatnya, dan penggunaannya memerlukan ketrampilan yang memadai.

Ainin (2005) mengelompokkan media pembelajaran bahasa Arab menjadi media dengar, media pandang, dan media dengar-pandang. Media dengar yang dapat digunakan dalam pembelajaran bahasa Arab misalnya tape recorder dan radio. Untuk pembelajaran mendengar (istima’) maupun berbicara (kalam) misalnya, guru dapat memperdengarkan tape recorder dengan memperdengarkan suara penutur asli. Media pandang yang dapat dimanfaatkan untuk pembelajaran bahasa Arab misalnya dalam bentuk gambar tunggal maupun berseri yang dapat digunakan untuk pembelajaran kosa kata (mufradat), berbicara, maupun menulis (kitabah) sederhana. Selain itu, bagan, benda asli, maupun benda tiruan. Sementara yang termasuk media pandang-dengar misalnya TV, VCD, dan lain-lain. Laboratorium bahasa dapat dikelompokkan sebagai media dengar atau pandang-dengar tergantung jenis lab yang digunakan.

Dalam pembelajaran bahasa Arab di MA, penggunaan media merupakan suatu nilai tersendiri bagi siswa maupun guru. Agar penggunaan media efektif dan efisien, maka guru bahasa Arab menggunakan media sesuai dengan karakteristik materi yang diajarkan. Misalnya, gambar tunggal dapat digunakan pembelajaran kosa kata, menulis sederhana, dan berbicara. Gambar berseri dapat digunakan untuk pembelajaran membaca, berbicara, atau menulis. Dalam pembelajaran membaca misalnya, guru dapat menggunakan gambar berseri yang mewakili kronologis isi cerita dalam bacaan. Apabila sekolah terdapat komputer yang memadai, maka guru dapat melakukan pembelajaran bahasa Arab melalui VCD interaktif. Dengan VCD interaktif, sehingga siswa dapat memilih menu ketrampilan berbahasa Arab yang diinginkan seperti kosa kata, tata bahasa, membaca, menulis, berbicara, dan menyimak.

Dari jenis-jenis dan karakteristik media sebagaimana disebutkan di atas, kiranya patut menjadi perhatian dan pertimbangan bagi guru ketika akan memilih dan mempergunakan media dalam pengajaran. Karakteristik media yang mana dianggap tepat untuk menunjang pencapaian tujuan pengajaran, itulah media yang seharusnya dipakai.

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.