Mengapa Harus Bermadzhab

Mazhab Fiqih adalah hal yang sangat penting dalam memberikan pemahaman mengenai nas-nas agama.

Pemikiran-pemikiran logika akal akan mewujudkan kelompok-kelompok menafsirkan  al-Quran dan Sunnah dengan mengikut hukum akal. Maka, hukum-hukum fiqih akan sangat banyak dengan jumlah tidak terhitung. Setiap umat Islam mengaku mempunyai istimbath sendiri dalam berpegang kepada ijtihad hukum.

Jika  kita bebasa membuat keputusan beradasarkan hukum akal logika. Makan akan muncul banyak  aliran sesat semacam penganut Islam “LIBERAL”, Ahmadiyah, serta kelompok lainnya adalah akibat dari tidak adanya sistem istimbath hukum yang benar dalam menarik kesimpulan hukum yang benar dari quran dan sunnah.


Kita tahu bersama bahwa dalam Al-Quran terdapat lebih 6000 ayat, serta  jutaan hadith nabawi. Tentunya, tidak semua orang mampu membaca semuanya, apalagi sampai menarik kesimpulan hukumnya.

Apalagi mengingat bahwa Al-Quran tidak diturunkan dalam format kitab undang-undang atau peraturan. Al-Quran berbentuk prosa yang mempunyai keindahan apabila dibaca. Tentunya, menelusuri lebih 6000 ayat untuk sebuah hukum adalah berat.

Maka para ulama pendiri mazhab itulah yang berperanan untuk memilah dalam setiap ayat di dalam al-Quran itu. Satu demi satu ayat Quran dibaca, ditelaah, diteliti, dikaji, dibandingkan dengan ayat lainnya, kemudaian dijadikan kesimpulan hukum yang terkandung di dalamnya.

Lainhalnya dengan hadith Rasulullah SAW yang berjumlah jutaan itu, lebih sulit lagi untuk mengidentifikasikan. Ini disebabkan ia memerlukan beberapa  proses sebelum menyimpulkan sebuah. Diantaranya menentukan kualitas hadith, dhoif, maudhu’ atau  shohih. 

 

Hasil dari penelusuran ayat al-Quran maupun  hadits itu kemudian ditulis dengan susunan yang mudah, dengan bahasa yang lebih difahami banyak orang oleh para ulama mazhab. Dengan mengikuti sebuah pola tertentu yang sudah ditetapkan sebelumnya secara ilmiah. Ada ribuan ulama ahli dan pakar-pakar di bidangnya yang bekerja siang dan malam untuk melakukan proses ini sepanjang zaman.

Sekiranya ada kalangan   yang mengatakan mengapa harus bermazhab dan tidak langsung merujuk al-Quran dan Sunnah, sudah jelas.

Bermazhab itu adalah bentuk paling benar dari ungkapan kembali kepada Al-Quran dan As-Sunnah. seorang yang tingkat keilmuannya sudah mendalam seperti Al-Imam al-Ghazali rahimahullah sekalipun tetap meenganut pada salah satu mazhab yang ada, yaitu mazhab As-Syafi’iyah. Bgaiaman dengan kita? Beliau (Al-Imam al-Ghazali rahimahullah) tetap bermazhab walaupun terbukti kepakarannya mengistimbath hukum sendiri. Begitu juga halnya dengan ulama besar lainnya seperti Al-Mawardi, An-Nawawi, Al-‘Izz bin Abdissalamdan lainnya.

 

Mengapa Harus Bermadzhab | Moch Wahib Dariyadi | 4.5

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *