Menulis Blog Sebagai Media Belajar Menungkan Pemikiran

Menulis Blog Sebagai Media Belajar Menungkan Pemikiran
Belajar Menulis
Belajar Menulis

Selamat sore sahabat. Kali ini saya akan curhat tentag tulisan yang ada diblog ini. Blog ini hadir untuk menuangkan buah fikiran atau untuk belajar menulis. Ya, tidak ada alasan lain selain belajar untuk menulis supaya menjadi penulis yang profesional.

Jujur saja, saya  tidak pernah memperoleh pelatihan dalam dunia tulis menulis, apalagi pendidikan jurnaslistik. Namun, saya mempunyai keinginan untuk bisa menulis dengan baik sebagai sarana sharing pengetahuan. Untuk mewujudkan impian itu, perlu kirannya saya mengasah kemampuan menulis ini dalam sebuag media, media yang saya rasa paling cocok yaitu media online berupa blog, sehingga blog ini hadir sebagai media saya untuk mengawali hobi (ini adalah doa)  dalam menulis.

Saya ingin tulisan saya bisa dengan mudah difahami para pembaca dan juga saya merasa enjoy dalam menulis dan tidak membosankan. Ini diantara trik yang saya lakukan agar bisa mewujudkan tulisan yang tidak membosankan terutama pada diri saya sendiri.

1. Mulailah dengan menuliskan pengalaman yang Anda alami.  Jelas, akan lebih mudah kita melakukan hal itu dan kita tidak akan kehabisan bahan. Karena memang yang akan kita tulis adalah pengalaman yang sehari-hari yang biasa kita lalukan. Akan lebih menyenangkan ketika kita melihat kupu-kupu didepan rumah yang berterbangan lalu kita tulisakan di blog yang memang kita langsung melihat dan mengalaminya. Tulisan ini akan sangat ringan untuk menuangkanya dalam sebuaah kata-kata daripada harus menuliskan tentang Politik Indonesia yang membosankan dan menguras fikiran dan tenaga.

2. Indahkan terlebih dahulu sistematika penulisan. Banyak orang yang enggan mengawali untuk menulisakan sesuatu karena kawatir tulisannya jelek dan tidak bisa dibaca orang lain. Kekhawatiran inilah yang menghalangi kita untuk berkarya. Untuk saat ini yang perlu anda lakukan adalah menjauhkan dari kekhawatiran tersebut, mulalilah menulis dan jangan hiraukan tentang ejaan atau sistematika bahasa yang benar terlebih dahulu. Toh nantinya akan kita sunting dan kita baca lagi, kita anggap saja sedang menulis untuk diri kita sendiri, sehingga kita lebih bebas untuk menuangkat kata-kata sesuka kita tanpa dihantui oleh penulisan sistematika atau gramatikal  bahasa yang jlimet.

3. Buatlah tulisan singkat dan pendek. Untuk pemula seperti saya lebih baik membuat tulisan yang pendek terlebih dahulu, tulisan ringkas tidak berhalaman-halaman. Anda akan bangga ketika sudah bisa menghasilkan tulisan orisinil hasil karya sendiri. Walaupun tulisan tersebut tidak memuat banyak halaman, tetapi tulisan yang tuntas dan sempurna dalam menjelaskan pokok permasalahan. Setelah anda terbiasa menulis lama kelamaan nanti akan bisa membuat tulisan yang panjang.

4. Tulislah kata atau kalimat yang terlintas dalam pikiran Anda sebagai kalimat pembuka. Biasanya para penulis pemula cenderung berlama-lama menguras pikirannya ketika akan menuliskan kalimat pertama, mancari kata-kata yang bagus dan senagainya. Namun sebaiknya, tuliskan saja kalimat yang ada dibenak Anda secara sembarang. Kalaupun tidak cocok dengan kalimat tersebut nantinya tentu bisa dikoreksi. Karena biasanya, setelah menuliskan kalimat pembuka, pikiran Anda akan lebih lancar mengembangkan ide-ide selanjutnya. Tidak percaya? Silahkan Anda buktikan sendiri.

5. Buatlah beberapa outline. Outline adalah garis-garis besar membuat struktur tulisan. Outline menuntun kita membuat satu bentuk tulisan. Untuk membuat outline tuliskanlah apa saja yang muncul dalam pikiran Anda secara bebas terkait topik yang hendak Anda bahas. Termasuk hal-hal yang Anda rasa tidak relevan. Setelah itu kumpulkan data-data atau kutipan dari bahan-bahan tertulis yang terkait dengan tulisan Anda. Kemudian tuliskan pandangan Anda secara umum, misalnya “Premanisme tidak boleh dipelihara di republik Indonesia”. Setelah itu dukung pandangan tersebut dengan ide-ide, opini atau data-data yang telah Anda kumpulkan sebelumnya. Setelah itu rangkailah menjadi tulisan utuh.

6. Banyaklah membaca buku. Agar bisa menulis dengan lancar Anda harus sering membaca buku. Setidaknya ada dua alasan. Pertama buku dapat menjadi sumber pengembangan ide-ide baru. Kedua, banyak membaca buku akan juga berarti memperbanyak perbendaharaan istilah atau kata, juga berbagai teknik penulisan.

Jika anda terus berlatih maka dijamin Anda akan semakin lancar menulis, serta menikmatinya. Jadi berlatihlah mulai saat ini

About The Author

Saya adalah Bloger asal Malang yang menyukai kegiatan yang berhubungan dengan perkembangan IT, Design dan juga Pendidikan. Berupaya untuk selalu menebarkan kebermanfaatan bagi sesama.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *