MORFOLOGI

MORFOLOGI

 

 
 

 
 

MORFOLOGI

 

 
1.      Apakah –at dan –in pada kata muslimin dan muslimat bisa dimasukkan sebagai afiks bahasa Indonesia? Apa sebabnya?
Satuan –in dan –at dalam kata muslimin dan muslimat yang merupakan afiks dalam bahasa arab belum dapat digolongkan menjadi afiks dalam bahasa Indonesia meskipun di samping kata muslimin dan muslimat ada kata muslim. Hal ini karena kedua imbuhan tersebut belum dapat melekat pada kata atau satuan lain selain bahasa aslinya.

2.      Apakah kata ulang pada kalimat berikut termasuk kategori yang sama?
a.       Mangganya besar-besar
b.      Gelembungkan balon itu besar-besar
c.       Besar-besar masih ngompol
Ketiga kata ulang tersebut bukan termasuk pada satu kategori yang sama meskipun kata ulangnya sama, yaitu besar-besar. Hal ini karena meskipun ciri bentuknya sama, tetapi ketiga kata ulang itu memiliki ciri makna yang berbeda dan valensi sintaktis yang berbeda-beda. Pada kasus pertama (a), kata ulang besar-besar memiliki makna ukuran dan memberi makna ‘banyak’ pada kata di depannya, sehingga walaupun kata mangga hanya diucapkan satu kali, maknanya menjadi banyak mangga yang ukurannya besar, atau rata-rata ukuran mangganya besar. Kasus kedua (b), kata ulang besar-besar bermakna sampai. Arti kalimat itu adalah, seseorang menyuruh orang lain menggelembungkan balon sampai ukurannya besar. Balon tetap bermakna tunggal atau satu, tidak berubah makna menjadi banyak balon. Kasus ketiga (c), kata ulang besar-besar bermakna sudah  dewasa (usia). Artinya kalimat itu adalah sudah besar (dewasa) masih ngompol.
3.      Apakah kata ulang berikut termasuk kategori morfologi yang sama?
a.       Anggurnya hitam-hitam
b.      Warnailah hitam-hitam agar bedanya dengan yang lain jelas
c.       Aku takut, ada hitam-hitam di dana
Ketiga kata ulang dalam kalimat tersebut tidak termasuk kategori morfologi yang sama karena walaupun ciri bentuknya sama tetapi ciri maknanya tidak sama. Kata ulang pertama, hitam-hitam memiliki makna rata-rata berwarna hitam (kebanyakan). Pada kalimat kedua, hitam-hitam memiliki makna sampai benar-benar hitam, pada kalimat ketiga hitam-hitam memiliki makna sesuatu yang berwarna hitam.
 
Jawaban halaman 28
1.      Terangkan bagaimana pembentukan bilangan pokok pada bahasa Indonesia?
Bilangan pokok merupakan bilangan yang digunakan untuk membilang atau untuk menunjukkan berapa banyak. Bilangan pokok pada bahasa Indonesia dapat dibentuk melalui proses afiksasi dan komposisi. Yang berupa kata tunggal merupakan bilangan pokok satu sampai sembilan. Proses afiksasi misalnya awalan se- untuk menyatakan banyak, seperti sepuluh dan sebelas. Proses komposisi berbentuk frase yang terbentuk melalui penggabungan bilangan satu sampai sembilan + belas, selanjutnya untuk bilangan pokok puluhan dapat dibentuk dengan menggabungkan kata bilangan satu sampai sembilan + puluh. Selanjutnya bilangan setiap puluhan yaitu dua puluh, tiga puluh, dan seterusnya dapat digabung lagi dengan bilangan satu, dua, sampai sembilan.
2.      Terangkan ciri makna pada kata-kata bercetak tegak berikut, kemudian pilihlah menjadi kategori morfologis: pertama, perkecil, perempat, perpanjang, perseratus, juara, ketiga, ketua, ketigaorang itu, kekasihmereka datang berenam, bersenam, berdangan, yang datang ribuan, uangpuluhan, beratus-ratus mahasiswa, berlari-lari.
pertama: kesatu (urutan)
perkecil: dibuat menjadi lebih kecil
perempat: pecahan dengan pembagi empat
perpanjang: dibuat lebih panjang
perseratus: pecahan dengan pembagi seratus
ketiga: urutan
berenam: kolektif (kumpulan yang terdiri atas enam)
bersenam: melakukan kegiatan senam
berdangan:
ribuan: sekitar
puluhan: sekitar
beratus-ratus: banyak bilangan beratus
berlari-lari: melakukan kegiatan berulang-ulang
yang termasuk katerori yang sama adalah:
kategori 1: pertama
kategori 2: perempat, perseratus
kategori 3: perkecil, perpanjang
kategori 4: ketiga
kategori 5: berenam
kategori 6: bersenam
kategori 7: bersenam
kategori 8: ribuan, puluhan
kategori 9: beratus-ratus
kategori 10: berlari-lari
3.      Kategori yang mana termasuk numeralia? Apa ciri dan makna kategori itu?
Yang termasuk numeralia adalah pertama, perempat, perseratus, ketiga, berenam, ribuan, puluhan, beratus-ratus. Ciri kategori yang termasuk numeralia adalah menunjukkan bilangan atau kuantitas. Secara keseluruhan, makna yang terdapat pada numeralia yang ditemukan pada kumpulan kata tersebut adalah urutan, pecahan, kolektif, sekitar, banyak.
 

 

 

 

0 komentar:

 

Poskan Komentar

 

 

 
 

 

 

 

 

About The Author

Saya adalah Bloger asal Malang yang menyukai kegiatan yang berhubungan dengan perkembangan IT, Design dan juga Pendidikan. Berupaya untuk selalu menebarkan kebermanfaatan bagi sesama.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *