NIKMATNYA KETAATAN

NIKMATNYA KETAATAN

Oleh : Dr. H. Uril Bahruddin, M.A

Betapa sering kita mendengarkan pengajian atau taushiyah tentang nikmatnya ketaatan, namun kita belum menjumpainya dalam ketaatan yang kita lakukan. Betapa banyak kita membaca teori tentang nikmatnya bermunajat kepada Allah swt., namun belum hadir dalam sujud-sujud dan munajat kita. Betapa besar harapan dan angan-angan kita untuk dapat menikmati ketaatan, namun pada kenyataannya masih jauh dari kehidupan kita.

Kawan…
Mendengar, membaca dan berangan-angan saja tidak mungkin berubah menjadi kenyataan, jika tidak diteruskan dengan usaha yang sungguh-sungguh untuk merealisasikannya, dengan melakukan seluruh sarana yang dapat mengantarkan kepada ketaatan dan membuang segala hal yang dapat menjauhkan kita darinya.

Sebab pertama dan utama yang dapat mengantarkan kita kepada terealisasinya nikmatnya ketaatan adalah adanya keikhlasan dalam seluruh aktifitas yang kita lakukan. Jangan sampai motivasi setiap perbuatan kita melenceng dari tujuan yang sesungguhnya, yaitu hanya untuk Allah swt. dan mengharap ridha dari-Nya. Ikhlas harus selalu kita hadirkan mulai dari ketika kita hendak melakukan ketaatan, ketika sedang melakukannya dan terus kita pertahankan hingga setelah ketaatan itu selesai kita lakukan. Misalnya dalam shalat, maka ikhlas harus kita hadirkan sejak mulai dari mau berangkat ke masjid dan terus kita jaga hingga kembali ke rumah lagi.

Mengapa kita harus selalu menjaga keikhlasan sejak sebelum hingga setelah selesai melakukan ketaatan? Jawabannya adalah karena setan akan selalu menggoda kita sepanjang itu juga. Setan tidak akan pernah rela jika manusia dapat menikmati ibadahnya, karena itu setan selalu mecari metode baru untuk menggagalkan kenikmatan ketaatan itu. Demikian juga berlaku pada seluruh jenis ibadah yang lain, termasuk aktifitas sosial kemasyarakatan yang bernilai ibadah kepada Allah swt.

Ikhlash itu tidak mudah untuk dilakukan, tetapi dampaknya dalam kehidupan sangat luar biasa. Karena itu, ia menjadi salah satu syarat diterimanya amal ibadah manusia di sisi-Nya disamping syarat yang lain, yaitu mengikuti prosedur yang telah ditentukan oleh Allah atau rasul-Nya.

Usaha lain yang dapat menghadirkan kenikmatan dalam ketaatan adalah dengan menjauhi kemaksiatan. Kemaksiatan itu apabila dilakukan oleh seseorang akan dapat membuat noda hitam dalam hatinya, semakin banyak kemaksiatan dikerjakan oleh manusia, semakin banyak noda hitam pada hatinya dan tidak mustahil hati akan menjadi tertutup. Pada saat itulah kenikmatan dalam ketaatan akan terganggu dengan adanya noda-noda itu hingga tidak dapat sedikitpun merasakan nikmatnya beribdah dan bermunajat kepada-Nya meskipun ia aktif dan tidak pernah meninggalkan shalat misalnya.

Maksiat itu adalah penyakit, akan hinggap pada hati seseorang sebagai akibat dari kemaksiatan. Sebagaimana penyakit fisik yang mengenai seseorang, akan mengganggunya dari melakukan sejumlah aktifitas fisik, menjadikannya tidak dapat menikmati hidupnya karena kesehatannya terganggu. Aktifitas apapun menjadi tidak nikmat jika kita sedang sakit, makanan yang paling nikmat sekalipun akan terasa pahit, suasana seindah apapun akan terasa tidak nyaman. Demikian juga penyakit hati yang berupa kemaksiatan, akan dapat mengganggu seluruh aktifitas hati kita, menjauhkan kita dari kenikmatan saat kita melakukan ketaatan.

Diantara hal-hal yang dapat menghalangi manusia dari merasakan kenikmatan saat melakukan ketaatan adalah sikap manusia yang apabila mendapatkan ujian atau musibah, ia mengadukan musibah yang menimpanya kepada selain Allah. Syaqiq Al Balakhi mengatakan: “Barang siapa yang mengadukan musibah yang menimpanya kepada selain Allah, maka ia tidak akan dapat merasakan nikmatnya ketaatan”. Sesungguhnya tempat mengadu yang paling tepat adalah hanya Allah swt., Dialah yang akan memberikan solusi terbaik dari seluruh musibah yang menimpa kita.

Semoga Allah swt. selalu memudahkan kita dalam menghadirkan keikhlasan dan menjauhkan dari seluruh jenis kemaksiatan, hingga betul-betul kita dapat merasakan nikmatnya ketaatan. Wallau a’lam.
===============
Cak.uril@gmail.com

About The Author

Saya adalah Bloger asal Malang yang menyukai kegiatan yang berhubungan dengan perkembangan IT, Design dan juga Pendidikan. Berupaya untuk selalu menebarkan kebermanfaatan bagi sesama.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *