Artikel, Tutorial, Tips dan Trik

PEMANFAATAN INTERNET DALAM PEMBELAJARAN BAHASA ARAB

0

PEMANFAATAN INTERNET DALAM

PEMBELAJARAN BAHASA ARAB

 

Mohammad Ahsanuddin, S.Pd., M.Pd.I[1]

 

ملخص: تطور التكنولوجي في هذه العصور تطورا كبيرا، منها الإنترنيت. إن وجودالإنترنيت يساعد مجال التعليم والتعلم، ومنها في تعليم اللغة العربية وتعلمها. المواقع/الويبات العربية في الإنترنيت تعرض المجال المتنوعة ويستطيع الطلاب أن يستفيدوا منه المواد الدراسية التي تتعلق بالعربية مثلا المهارات اللغوية الأربع من الاستماع والقراءة والكلام والكتابة، وكذلك الترجمة.

الكلمات الرئيسة: الإنترنيت، تعليم اللغة العربية، المهارات اللغوية الأربع والترجمة.

 

Pembicaraan mengenai pengajaran bahasa tidak bisa dilepaskan dari konteks pembelajaran bahasa. Keduanya berkait erat dan melibatkan berbagai variabel yang jumlahnya banyak. Intinya adalah bahwa proses belajar mengajar bahasa itu bukan hal yang sederhana dan tidak bisa diamati sekedar sebagai potongan-potongan kegiatan mengeluarkan dan menimba bahan saja (Abdul Hamid: 2005:1).

Mengajarkan bahasa asing, seperti halnya bahasa Arab di Indonesia diperlukan upaya yang sangat besar dari seorang guru maupun dosen dan dibutuhkan variasi cara dan media. Penggunaan media ini penting bagi keberlangsungan proses belajar mengajar (PBM) dan sudah menjadi kebutuhan primer dengan alasan: (1) setiap individu memiliki karakteristik tersendiri untuk melaksanakan aksi belajar dan setiap orang memunculkan perilaku belajar yang berbeda, (2) tingkat kecerdasan seseorang dalam memahami apa yang diperolehnya berbeda satu sama lain, (3) perkembangan teknologi, khususnya Information and Communication Technology (ICT) telah memicu terjadinya reformasi dalam dunia pendidikan. Melalui kemampuan ICT menisbikan ruang dan waktu. Teknologi ini menawarkan banyak kemudahan untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan pendidikan (Hamidah, 2006).

Perkembangan teknologi tersebut, sangat membantu pembelajaran bahasa Arab karena setiap pengajarannya mempunyai tujuan agar anak didik bisa menguasai dan memahami tentang keterampilan berbahasa secara baik dan benar. Karena itu, pengajar bahasa Arab berupaya untuk terus meningkatkan penguasaan keterampilann berbahasa dengan memanfaatkan ICT agar pengajaran bahasa Arab mudah dipahami dan dimengerti.

Media menurut Heinich dkk. (1996) adalah sesuatu yang dapat membawa informasi dan pengetahuan dalam interaksi yang berlangsung antara dosen dengan mahasiswa. Dengan kata lain, media pembelajaran berperan sebagai perantara dalam pembelajaran yang dilakukan oleh dosen dengan mahasiswa. Mereka juga mengklasifikasikan media yang dapat digunakan dalam kegiatan pembelajaran yaitu: media yang tidak diproyeksikan, media yang diproyeksikan (projected media), media audio, media video/film, komputer, dan multimedia berbasis komputer.

Sedangkan Effendy (1984) mengklasifikasikan media menjadi tiga jenis, yaitu media pandang (visual aids) yakni berupa benda-benda alamiah; media dengar (audio aids) misalnya radio, tape rekorder, dan laboratorium bahasa; dan media dengar pandang (audio-visual aids) contohnya televisi, VCD, komputer dan laboratorium bahasa yang mutakhir.

Salah satu dari media pembelajaran yang disebutkan di atas adalah komputer. Perkembangan teknologi komputer saat ini telah membentuk suatu jaringan (network) yang dapat memberi kemungkinan bagi siswa untuk berinteraksi dengan sumber belajar secara luas. Jaringan komputer berupa internet dan web telah membuka akses bagi setiap orang untuk memperoleh informasi dan ilmu pengetahuan terkini dalam bidang akademik tertentu. Diskusi dan interaksi keilmuan dapat terselenggara melalui tersedianya fasilitas internet dan web di kampus.

Penggunaan internet dan web tidak hanya dapat memberikan kontribusi yang positip terhadap kegiatan akademik mahasiswa tapi juga bagi dosen. Internet dan web dapat memberi kemungkinan bagi dosen untuk menggali informasi dan ilmu pengetahuan dalam mata kuliah yang menjadi bidang kemampuannya. Melalui penggunaan internet dan web, dosen akan selalu siap mengajarkan ilmu pengetahuan yang mutakhir kepada mahasiswa. Hal ini tentu saja menuntut kemampuan dosen itu sendiri untuk selalu giat mengakses website dalam bidang yang menjadi keahliannya. Hal ini sejalan dengan definisi Pannen (2003) mengenai media dan teknologi pembelajaran di perguruan tinggi dalam arti luas yang mencakup perangkat keras (hardware), perangkat lunak (software), dan sumberdaya manusia (humanware) yang dapat digunakan untuk memperkaya pengalaman belajar mahasiswa.

Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknlogi memberikan dampak positif terhadap kualitas pendidikan di Indonesia. Terbukti bahwa awal dari milenium baru dan reformasi menjanjikan harapan untuk mempercepat perkembangan sektor pendidikan di Indonesia. Kunci utama yang memicu akan timbulnya harapan baru tersebut berjalan kearah desentralisasi, manajemen berbasis sekolah, dan pemberdayaan sekolah serta masyarakat untuk mempengaruhi hasil (outcomes) sekolah, juga kesatuan tujuan-tujuan dari semua sektor pendidikan.

Dimasa lalu telah dibentuk sistem komunikasi yang efisien dan efektif untuk menyebarkan informasi ke berbagai semua sektor pendidikan. Desentralisasi pendidikan akan membutuhkan paradigma dan peran baru untuk administrasi pendidikan. Komponen utama dalam peran baru ini yaitu meliputi; monitoring yang efisien, pengidentifikasian kebutuhan dan penempatan sumber daya manusia serta sumber daya yang lain untuk memenuhi kebutuhannya. Pada umumnya masalah-masalah utama pendidikan berdasarkan sistemnya, dan sekarang potensi sumber daya manusia disemua sektor tidak dimanfaatkan secara penuh. Kebanyakkan penelitian dan pengembangan yang dimulai pada masa transisi baru ini seharusnya diarahkan pada pengembangan sitem komunikasi yang memberdayakan beberapa sektor pendidikan untuk membantu pengembangan dan arah masa depan pendidikan di Indonesia. Salah satu dari sistem komunikasi itu adalah internet, yang banyak manfaatnya untuk dunia pendidikan.

 

 

 

INTERNET SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN

Penggunaan Internet untuk keperluan pendidikan yang semakin meluas terutama di negara-negara maju, merupakan fakta yang menunjukkan bahwa dengan media ini memang dimungkinkan diselenggarakannya proses belajar mengajar yang lebih efektif. Hal itu terjadi karena dengan sifat dan karakteristik internet yang cukup khas, sehingga diharapkan bisa digunakan sebagai media pembelajaran sebagaimana media lain telah dipergunakan sebelumnya seperti radio, televisi, CD-ROM Interkatif dan lain-lain.

Sebagai media yang diharapkan akan menjadi bagian dari suatu proses belajar mengajar di sekolah, internet harus mampu memberikan dukungan bagi terselenggaranya proses komunikasi interaktif antara guru dengan siswa sebagaimana yang dipersyaratkan dalam suatu kegiatan pembelajaran. Kondisi yang harus mampu didukung oleh internet tersebut terutama berkaitan dengan strategi pembelajaran yang akan dikembangkan, yang kalau dijabarkan secara sederhana, bisa diartikan sebagai kegiatan komunikasi yang dilakukan untuk mengajak siswa mengerjakan tugas-tugas dan membantu siswa dalam memeperoleh pengetahuan yang dibutuhkan dalam rangka mengerjakan tugas-tugas tersebut (Boettcher, 1999).

Strategi pembelajaran yang meliputi pengajaran, diskusi, membaca, penugasan, presentasi dan evaluasi, secara umum keterlaksanaannya tergantung pada satu atau lebih dari tiga mode dasar dialog/komunikasi yaitu pada dialog/komunikasi antara guru dengan siswa, dialog/komunikasi antara siswa dengan sumber belajar, dan dialog/komunikasi di antara siswa (Boettcher, 1999). Apabila ketiga aspek tersebut bisa diselenggarakan dengan komposisi yang serasi, maka diharapkan akan terjadi proses pembelajaran yang optimal. Para pakar pendidikan menyatakan bahwa keberhasilan pencapaian tujuan dari pembelajaran sangat ditentukan oleh keseimbangan antara ketiga aspek tersebut.

Kemudian dinyatakan pula bahwa perancangan suatu pembelajaran dengan mengutamakan keseimbangan antara ketiga dialog/komuniaksi tersebut sangat penting pada lingkungan pembelajaran berbasis Web (Bottcher, 1995).

Melalui internet, pembelajar dapat mengadakan kontak langsung dengan penutur asli, berpartisipasi dalam suatu forum diskusi, dan sebagainya. Interaksi antara dosen dan mahasiswa, misalnya penugasan dan pengerjaan tugas pun dapat dilakukan melalui internet. Disamping itu juga pemanfaatan program power-point digunakan untuk mengembangkan keterampilan wicara siswa/mahasiswa. Dalam hal ini, siswa/mahasiswa diberi tugas untuk menguraikan topik tertentu yang diminati selama beberapa menit dengan dukungan power-point (Egbert dkk, 2002:7).

Situs-situs Arab yang terdapat di internet sangat membantu penguasaan kemahiran berbahasa Arab. Karena situs-situs tersebut menyajikan berbagai data dan informasi masa lalu, terkini dan akan datang mengenai dunia Arab, dunia antar bangsa dan berbagai bidang-bidang kajian bahasa Arab dan Islam.

Situs-situs berbahasa Arab antara lain: www.arabic.com,  www.raddadi.com, www.arabia.com, www.alsaha.com, www.senbad.net, www.alrai.com, www.arabtop.net, www.maktoob.com dan masih banyak lagi situs-situs berbahasa arab lainnya. Sebagai contoh situs www.raddadi.com, dalam situs tersebut terlihat berbagai macam bidang, antara lain kesehatan, keislaman, media massa, kerajaan, pekerjaan, sastra, komputer dan berita lainnya.

 

PENGUASAAN KEMAHIRAN BERBAHASA MELALUI INTERNET

Kemahiran Menyimak

Tujuan utama dari pengajaran bahasa adalah untuk menumbuhkan dan mengembangkan empat keterampilan/kemahiran berbahasa yaitu kemahiran menyimak, keterampilan berbicara, keterampilan membaca dan keterampilan menulis (Tarigan dan Tarigan, 1987: 22). Begitu juga dengan tujuan pengajaran bahasa Arab adalah untuk menumbuhkan dan mengembangkan empat keterampilan berbahasa tersebut.

Dalam kehidupan sehari-hari manusia tidak bisa lepas dari kesibukan yang menuntut keterampilan menyimak. Bercakap-cakap dengan teman, berdiskusi di kelas, dan mendengar televise menuntut keterampilan menyimak.

Kemahiran menyimak adalah salah satu kemahiran berbahasa yang sangat penting. Bahkan para ahli menyimpulkan bahwa menyimak adalah dasar dari keterampilan lainnya (Tarigan dan Tarigan, 1987: 48). Morley (dalam Anizah, 2005: 2) juga mengatakan bahwa waktu yang dihabiskan dalam komunikasi sehari-hari dapat dibagi sebagai berikut: 50% untuk menyimak, 25% untuk berbicara, 15% untuk membaca dan 10% untuk menulis. Jadi proporsi waktu yang digunakan untuk kegiatan menyimak dalam kegiatan sehari-hari lebih banyak apabila dibandingkan dengan proporsi waktu yang digunakan untuk kegiatan lainnya.

Menyimak merupakan proses aktif untuk menyusun wacana yang bersumber dari deretan suara atau bunyi yang digunakan seperti fonologi, semantic dan aspek sintaksis bahasa. Dalam mental mulai dari pengidentifikasian bunyi, proses pemahaman dan penafsiran, sampai pada proses penyimpanan hasil pemahaman dan penafsiran bunyi (Nurhidayati, 2003).

Situs-situs Arab di internet yang menyajikan materi untuk kemahiran menyimak dari siaran radio dan TV Arab baik secara langsung maupun rekaman, antara lain: http://www.un.org.arabic/av/radio/news/dailynews.htm; situs ini menyajikan berita United Nation dalam bahasa Arab. Situs ini menyajikan berita setiap hari. Sesuatu yang amat menarik di sini, pengguna internet bisa mendengar berita-berita yang disiarkan pada bulan-bulan yang lalu dari bulan Januari 2002 hingga hari ini. Selain itu, kelebihan dari situs ini adalah setiap berita yang dibaca oleh pembaca berita dituliskan teksnya. Ini memudahkan lagi proses  penguasaan kemahiran bahasa Arab karena di samping pengguna mendengar siaran berita juga pengguna juga bisa membaca teksnya. www.samd.8m.com/tv.htm; dalam situs ini pengguna bisa memilih lebih dari 10 siaran TV untuk ditonton, antara lain: TV Arab Amerika, TV Mesir, TV Bahrain, TV Libanon, TV Qatar, TV Kuwait, TV Dubai, TV Jordan dan lain sebagainya. www.islampedia.com; melalui situs ini, pengguna dapat mendengar dan melihat berbagai tajuk yang berkaitan dengan sains seperti astronomi, biologi, dan lain sebagainya. Begitu juga terdapat tajuk yang amat menarik yang dapat didengar untuk penguasaan kemahiran menyimak, antara lain: penciptaan alam, keluasan alam, pergerakan matahari, pergerakan bulan, perputaran bumi, kejadian angin, kejadian laut, kejadian manusia dan lain sebagainya. http://kubbar.com: melalui situs ini seorang pengguna internet dapat mendengar lagu dan nasyid Arab.

 

 

Kemahiran Berbicara

Menyimak dan berbicara adalah dua kegiatan yang tidak terpisahkan. Kegiatan menyimak pastilah didahului kegiatan berbicara, begitu pula berbicara biasanya disertai dengan kegiatan menyimak. Kedua-duanya sama-sama penting bagi komunikasi.

Keterampilan berbicara menunjang keterampilan bahasa lainnya. Pembicara yang baik memberikan contoh yang dapat ditiru oleh penyimak untuk menangkap pembicaraan yang disampaikan. Keterampilan berbicara menunjang pula keterampilan menulis sebab pada hakikatnya antara berbicara dan menulis terdapat kesamaan dan perbedaan. Dua-duanya bersifat produktif. Dua-duanya berfungsi sebagai penyampai, penyebar informasi. Bedanya terletak dalam media. Bila berbicara seseorang menggunaksan media bahasa lisan, bila menulis menggunakan bahasa tulisan. Namun keterampilan menggunakan bahasa lisan akan menunjang keterampilan berbahasa tulis. Begitu juga kemampuan menggunakan bahasa dalam berbicara jelas pula bermanfaat dalam memahami bacaan. Apalagi dalam cara mengorganisasikan isi pembicaraan hampir sama dengan cara mengorganisasikan isi bahan bacaan (Tarigan dan Tarigan, 1987: 86).

Internet juga bisa dimanfaatkan untuk kemahiran berbicara. Diantara situs-situs yang menyediakan kemahiran berbicara adalah sama halnya dengan kemahiran menyimak. http://www.un.org.arabic/av/radio/news/dailynews.htm, www.samd.8m.com/tv.htm, www.islampedia.com, dan http://kubbar.com

 

Kemahiran Membaca

Membaca adalah kunci ke gudang ilmu. Ilmu yang tersimpan dalam buku harus digali dan dicari melalui kegiatan membaca. Kemahiran membaca menentukan hasil penggalian ilmu itu. Karena itu dapat kita katakan kemahiran membaca sangat diperlukan dalam dunia modern, dunia buku (Tarigan dan Tarigan, 1987: 135).

Membaca membawa pengertian kepada aktivitas berpikir. Proses membaca tidak akan tercapai dengan sepenuhnya sekiranya pembacaan seseorang tidak disertai dengan konsep pemahaman. Menurut pendapat Lado (1980: 3) “bahwa membaca itu bermaksud menyingkap pola-pola bahasa dari bentuk tulisannya”. Sedangkan menurut Smith dalam Azhari (2004) “bahwa membaca adalah suatu proses psikolinguistik yang berlaku apabila seseorang membentuk semula di dalam pemikirannya”.

Situs-situs internet yang berhubungan dengan kemahiran membaca adalah: http://kotob.hypermart.net; dalam situs ini disajikan berbagai macam buku-buku Arab di berbagai bidang. http://www.samd.8m.com/news.htm; melalui situs ini, pengguna internet dapat membaca berita dari berbagai negara seperti Libanon, Palestina, Mesir, Bahrain, Yaman, Persatuan Emirat Arab, Saudi Arabia, Kuwait, Qatar dan lain sebagainya. Melalui situs http://eyoon.fares.net/425/, pengguna dapat membaca majalah mingguan atau bulanan yang berbahas Arab atau bahasa Inggris dan Perancis. Untuk mengetahui puisi-puisi Arab seorang pengguna internet bisa membuka situs http://www26.brinkster.com/skbrh pengguna dapat melihat puisi-puisi Arab yang menggunakan bahasa Arab Fusha (resmi) ataupun bahasa ‘amiyah (dialek).

 

Kemahiran Menulis

Kemahiran menulis erat kaitannya dengan kepemimpinan atau posisi seseorang. Semakin tinggi jabatan dan kedudukan seseorang semakin tinggi tuntutan keterampilan menulis. Mahasiswa termasuk golongan yang tinggi dalam pendidikan. Guru dan dosen mempunyai posisi dan kedudukan dalam jenjang pendidikan. Pimpinan jelas orang yang berpengaruh dan menentukan dalam perusahaan, organisasi dan lain sebagainya.

Orang yang terampil menulis memang belum tentu semua yang menjadi pimpinan. Namun kemahiran menulis berbanding lurus dengan posisi kepemimpinan. Semakin tinggi posisi itu semkain tinggi pula tuntutan keterampilan menulis. Karena itu, dapat disimpulkan bahwa keterampilan menulis merupakan suatu persuratan bagi pemimpin dalam setiap pendidikan, organisasi dan pemerintahan.

Dalam dunia pengajaran bahasa ada suatu ungkapan yang patut diperhatikan oleh setiap pengajar bahasa. Ungkapan itu berbunyi: “Teach not about the language“. Semboyan ini cocok dan relevan dengan pengajaran kemahiran berbahasa. Mengajarkan bahasa atau berbahasa sangat berbeda dengan mengajarkan tentang bahasa. Mengajarkan berbahasa cocok untuk tujuan keterampilan berbahasa sedang mengajarkan tentang bahasa sesuai dengan tujuan pengajaran yang bersifat pengetahuan.

Situs-situs di internet yang menyajikan kemahiran berbahasa juga sama dengan situs-situs yang menyajikan berbicara. Antara lain http://www.un.org.arabic/av/radio/news/dailynews.htm, www.samd.8m.com/tv.htm, www.islampedia.com, dan http://kubbar.com

 

Penerjemahan

Cary (1959) seperti yang dikutip Nida (1976: 33) mengatakan bahwa penerjemahan adalah seni. Sehingga suatu proses penerjemahan didasari oleh satu kiat yang bertujuan untuk memperoleh padanan bagi bahasa sumber sehingga pesan yang terkandung dalam bahasa sumber dapat diungkapkan kembali dalam bahasa sasaran (Sholihin dkk, tanpa tahun: 1). Akan tetapi hal di atas tidak cukup. Penerjemahan harus ditempatkan dalam konteks komunikasi khususnya komunikasi kebahasaan. Nida dan Taber (1974: 1) mengemukakan bahwa penerjemahan merupakan upaya mereproduksi pesan yang terkandung dalam bahasa sumber ke dalam bahasa sasaran dengan pengungkapan yang sewajar mungkin menurut aturan-aturan yang berlaku, pertama dalam makna dan kedua dalam gaya bahasa. Pengungkapan kembali itu dilakukan dengan menggunakan padanan wajar dan terdekat. Kesepadananan adalah unsur bahasa sumber yang mengandung pesan yang sama dengan unsur bahasa sasaran. Namun perlu diperhatikan bahwa sepadan tidak berarti sama.  Kesepadanan adalah keserupaan yang diterima pihak pertama oleh penerima dalam bahasa sumber dan dipihak lain oleh penerima dalam bahasa sasaran.

Untuk pengajaran penerjemahan misalnya, pengguna internet dapat memanfaatkan situs BBC bahasa Arab di http://news.bbc.co.uk.arabic/news dan BBC bahasa Indonesia di http://news.bbc.co.uk.indonesian/. Meskipun berita yang terdapat dalam edisi bahasa Indonesia bukan terjemahan dari berita edisi bahasa Arab, mahasiswa akan menemukan sejumlah kata, ungkapan dan istilah yang sepadan.

Untuk kegiatan penerjemahan juga di internet di sediakan situs kamus. Baik kamus Arab-Ingris maupun Ingris-Arab. Situs yang menyediakan kamus yang dimaksud adalah www.tarjim-ajeeb.com.

 

SIMPULAN

Dari paparan yang telah dikemukakan, dapat disimpulkan. Pertama, dalam mengajarkan bahasa Arab diperlukan beberapa media pengajaran yang dapat membantu bagi pembelajar bahasa Arab. Kedua, salah satu media yang digunakan dalam pembelajaran dan pengajaran bahasa Arab adalah internet. Ketiga, penggunaan internet bagi pembelajar bahasa arab dapat memberikan keuntungan bagi penggunanya. Keempat, internet dapat dimanfaatkan sebagai media pengajaran empat keterampilan berbahasa dan juga terjemah.

 

DAFTAR PUSTAKA

 

Abdul Hamid, Fuad. 2001. Pembelajaran bahasa Indonesia bagi penutur Asing: Isu dan Realita, (online), (http://www.ialf.edu/bipa/april2001/pembelajaranbahasaindonesia.html, diakses 30 Mei 2005).

 

Aniza. 2005. Pemanfaatan Laboratorium Bahasa Dalam Pembelajaran Istima’ (Menyimak) di Jurusan Sastra Arab Universitas Negeri Malang. Skripsi tidak diterbitkan. Malang: UM.

 

Azhari, Abd. Rouf Dato’ Hajji Hasan. 2004. Kebolehgunaan dan Kesesuaian Laman Web Arab dalam Penguasaan Bahasa Arab Di Kalangan Penutur Bukan Arab. Makalah disampaikan dalam seminar internasional di Jurusan Sastra Arab FS UM, 27 September.

 

Boettcher, Judith V., 1999, Faculty Guide for Moving Teaching and Learning to the Web, League for Innovation in the Community College, USA.

 

Effendy, A. Fuad. 1984. Media Pengajaran Bahasa. Malang: Pustaka Lisan.

 

Egbert, Joy dkk. 2002. The Impact of Call Instruction On Classroom Computer Use: A Foundation For Rethinking Technology In Teacher Education. Sumber: http://iteslj.org/articles/lee-callbaries.

 

Hamidah, Hasanatul. 2005. Pemanfaatan Media Pembelajaran Dalam Pengajaran Bahasa Arab Sebagai Bahasa Asing. Makalah disampaikan dalam seminar Akademik di Jurusan Sastra Arab FS UM, 21 Desember.

 

Hardjito. Tanpa tahun. Internet untuk Pembelajaran, (online), (http://www.pustekkom.go.id/teknodik/t10/10-3.htm, diakses 30 Mei 2005).

 

Heinich, R., Molenda, M., & Russel, J.D. 1996. Instructional technology for teaching and learning: Designing instruction, integrating computers and using media. UpperSaddleRiver, NJ.: Merril Prentice Hall.

 

Kamalie, Saifullah. 2004. Pemanfaatan Internet dan TV dalam pembelajaran bahasa Arab. Makalah disampaikan dalam seminar dan lokakarya, di Jurusan Sastra Arab FS UM, 2 November.

 

Nurhidayati. 2003. Jenis Dan Sebab Kesulitan Yang Dihadapi Oleh Mahasiswa Dalam Menyimak Teks Bahasa Arab. Tesis tidak diterbitkan. Malang: Program Pasca Sarjana UM.

 

Tarigan, Djago dan Tarigan, H.G. 1987. Teknik Pengajaran Keterampilan Berbahasa. Bandung: Angkasa.



[1] Mohammad Ahsanuddin adalah Dosen Jurusan Sastra Arab Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang

Leave A Reply

Your email address will not be published.