PEMBENTUKAN MASYARAKAT ISLAM DI MADINAH (Perspektif Sosial, Ekonomi dan Politik)

PEMBENTUKAN MASYARAKAT ISLAM DI MADINAH (Perspektif Sosial, Ekonomi dan Politik)

 

PEMBENTUKAN MASYARAKAT ISLAM DI MADINAH (Perspektif Sosial, Ekonomi dan Politik)

 

Makalah ini disusun guna memenuhi tugas

 

Mata Kuliah: Studi Peradaban Islam

 

oleh AHMAD AMBARI NIM 18720102

 

 

PROGRAM MAGISTER PENDIDIKAN BAHASA ARAB PASCASARJANA

UNIVERSITAS ISLAM NEGERI MAULANA MALIK IBRAHIM MALANG

2018

 

 

BAB I PENDAHULUAN

A.   LATAR BELAKANG MASALAH

 

Muhammad  saw  setelah  diangkat  sebagai  rasul,  berjuang memperkenalkan ajaran Islam di Makkah selama kurang lebih 13 tahun. Ia berusaha mengubah masyarakat yang memiliki kebiasaan keliru, seperti menyembah berhala, saling membanggabanggakan kabilah sehinggga menimbulkan konflik, penindasan berupa perbudakan, tidak  menghargai kaum wanita, ekonomi yang timpang dan tidak adanya kejujuran dan keadilan, ternyata mendapatkan tantangan yang semakin keras.  Kenyataan inilah yang kemudian mendorong Rasulullah hijrah.1

Puncaknya setelah peristiwa Isradan Mikraj, suatu perkembangan besar bagi kemajuan dakwah Islam muncul. Perkembangan itu datang dari sejumlah penduduk Yasrib yang berhaji ke Mekkah. Mereka yang terdiri dari suku Aus dan Khazraj  masuk  Islam dalam tiga gelombang.  Pertama,  pada tahun  kesepuluh keNabian,  beberapa orang  suku  Khazraj  berkeluh kesah kepada  Nabi tentang permusuhan dan pertikaian antara mereka dan suku aus. Sejatinya mereka sangat merindukan perdamaian. Mereka menghendaki kepada Nabi mempersatukannya dengan agama yang dibawa Rasulullah. Kedua, pada tahun kedua belas keNabian delegasi Yatsrib, terdiri dari sepuluh orang suku khazraj dan dua orang suku aus

menyatakan ikrar kesetiaan kepada Nabi di suatu tempat bernama aqabah. Ikrar

1Imam Suprayogo, Spirit Islam Menuju Perubahan & Kemajuan (Malang: UINMaliki

Press, 2012), 122.

 

 

ini disebut dengan perjanjian Aqobah pertama. Rombongan ini pun kemudian kembali ke Yatsrib ditemani Musab bin Umair yang sengaja di utus Nabi atas permintaan mereka. Ketiga, pada musim haji berikutnya,  jamaah haji yang datang dari Yatsrib berjumlah 73 orang. Mereka berikrar setia, meminta Nabi hijrah  dan berjanji akan membelanya dari segala ancaman. Perjanjian ini disebut perjanjian

Aqobah  kedua.2    Dari  peristiwa  hijrah  inilah  babak  baru  peradaban  Islam dimulai.

B.   RUMUSAN MASALAH

 

1.    Apaarti hijrah Nabi ke Yatsrib?

 

2.    Kenapa  Nabi hijrahnya ke Yatsrib?

 

3.    Apa saja  usahausaha Rasulullah ketika sampai di Yatsrib?

 

4.    Apa itu Piagam Madinah?

 

5.    Apa saja isinya perspektif sosial, ekonomi dan politik?

 

C.   TUJUAN PEMBAHASAN

 

1.    Mengetahui arti hijrah Nabi

 

2.    Mengetahui faktorfaktor  Nabi hijrah ke Yatsrib

 

3.    Mengetahui Apa saja  usaha-usaha Rasulullah ketika sampai di Yatsrib

 

4.    Mengetahui apa itu Piagam Madinah

 

5.    Mengetahui isi Piagam Madinah perspektif sosial, ekonomi dan politik

 

 

2014), 24.


2Badri Yatim, Sejarah Peradaban Islam Dirasah Islamiyah II (Jakarta: Rajawali Pers,

 

 

BAB II

 

PEMBENTUKAN MASYARAKAT ISLAM DI MADINAH

 

A.   ARTI HIJRAH NABI KE YATSRIB

 

Yang terbayang pada setiap pergantian tahun hijriyah, adalah betapa beratnya perjuangan Rasulullah ketika menjalankan hijrah. Hijrah Rasulullah beserta pengikutnya bukan hanya sebatas migrasi biasa dan bahkan migrasi pada umumnya untuk menghindari ancaman fisik, non fisik atau juga untuk meningkatkan taraf hidup menjadi lebih baik dan sejahtera, melainkan untuk membangun   peradaban   umat   manusia,   berdasarkan   ajaran   yang   langsung

diberikan Allah yakni islam.3

 

Setelah kaum musyrikin Quraisy mengetahui adanya perjanjian antara Nabi dan orang-orang Yatsrib itu, mereka kian gila dalam melancarkan intimidasi terhadap kaum   musliimin. Hal ini membuat Nabi segera memerintahkan para sahabatnya untuk hijrah ke Yatsrib. Dalam waktu dua bulan, hampir semua kaum muslimin kurang lebih 150 orang, telah meninggalkan Makkah. Hanya Ali dan Abu Bakar yang tetap tiinggal di Makkah bersama Nabi.   Ketiganya mengatur strategi untuk hirah menyusul kaum muslimin yang lain. Dipilihlah Abu Bakar sebagi  teman  hijrah  Nabi,  sedang  Ali  disuruh  tidur  di  kamar  Nabi  guna mengelabui musuh yang berencana membunuh Nabi.4

Dalam perjalanannya ke Yatsrib, Nabi singgah di Quba, yaitu sebuah

 

desa yang jaraknya sekitar lima kilometer dari Yatsrib. Nabi istirahat beberapa

 

3Imam Suprayogo, Spirit Islam, 122.

4Badri Yatim, Sejarah Peradaban, 24.

 

 

hari lamanya. Dia menginap di rumah Kulsum bin Hindun. Di halaman rumah ini Nabi membangun masjid. Inilah masjid pertama yang dibangun Nabi, sebagai tempat peribadatan. Tak lama Ali kemudian menggabungkan diri dengan Nabi, setelah menyelesaikan urusan di Makkah.5

Sementara itu, penduduk Yatsrib sudah menunggu kedatangan Nabi. Waktu yang mereka tunggutunggu pun tiba. Nabi tiba di Yatsrib dan penduduk kota ini mengelu-elukan kedatangan beliau dengan penuh kegembiraan. Sejak itu, sebagai penghormatan kepada Nabi, nama kota Yatsrib diubah menjadi Madi>nah anNabi (kota  Nabi)  atau  sering  disebut  Madi>nah  alMunawarah (kota  yang bercahaya).6

1.    Faktorfaktor Nabi hijrah ke Yatsrib

 

Kota Yatsrib mempunyai hubungan yang sangat erat dengan Nabi. Bukan saja karena Makkah dan Yatsrib sama-sama berada di propinsi Hijaz, tetapi juga beberapa faktor lain yang ikut menentukan, yaitu :

 

a.       Abdul Muthalib, kakek Nabi lahir dan dibesarkan di Madinah ini sebelum akhirnya menetap di Makkah. Apalagi hubungan kakek dan cucu ini sangat erat dan penuh kasih sayang. Maka hubungan kakek Nabi yang erat dengan Madinah juga membawa bekasnya pada diri Nabi.

b.       Ayah Rasulullah, Abdullah ibn Abdul Muthalib wafat dan dimakamkan di

Madinah.  Nabi  pernah  ziarah  ke  sana  bersama  ibundanya.  Ibunda  Nabi wafat  dalam  perjalanan  pulang  dari  ziarah  tersebut.  Dengan  demikian

 

5Badri Yatim, Sejarah Peradaban, 25.

6Badri Yatim, Sejarah Peradaban, 25.

 

 

Madinah bukan tempat yang asing bagi Nabi. Setidaktidaknya Nabi pernah berhubungan dengan kota atau penduduk kota tersebut.

c.       Penduduk   Madinah   dari   suku   Arab   bani   Nadjar   punya   hubungan kekerabatan dengan Nabi. Kedatangan Nabi di Madinah disambut layaknya kerabat yang datang dari jauh, bukan orang asing.

d.       Sebagian  besar  penduduk  kota  Yatsrib  punya  mata  pencaharian  sebagai petani, di samping itu iklim di sana lebih menyenangkan dari pada kota Makkah. Untuk itu dapat dimaklumi bila penduduknya lebih ramah dibandingkan penduduk kota Makkah.

e.       Khabar akan datangnya Rasul akhir  jaman sudah di dengar orangorang Yatsrib dari orang-orang Yahudi di Yatsrib. Mereka mengharap-harap dan menunggununggu untuk mendapat kehormatan membantu agama ini.7

f.       Turunya ayat yang memerintahkan Rasullullah untuk berhijrah,

 

Dan  (ingatlah),  ketika  orangorang  kafir  (Quraisy)  memikirkan  daya upaya terhadapmu untuk menangkap dan memenjarakanmu atau membunuhmu, atau mengusirmu. Mereka memikirkan tipu daya dan Allah menggagalkan tipu daya itu. Dan Allah sebaikbaik Pembalas tipu daya” Q.S alAnfal:30

2.    Perkembangan Madinah  Setelah Kedatangan Nabi

 

7                https://rhidayat150.wordpress.com/2012/11/09/sejarah-peradabanislam-periode madinah/, diakses tanggal 10 September 2018.

 

 

Dalam rangka memperkokoh masyarakat dan  negara baru, Nabi segera meletakkan dasardasar kehidupan bermasyarakat, diantaranya:

a.    Mendirikan masjid

 

Setelah agama Islam datang, Rasulullah bermaksud hendak mempersatukan suku-suku bangsa ini, dengan jalan menyediakan suatu tempat pertemuan.  Di tempat  ini semua penduduk  dapat  bertemu  untuk  mengerjakan ibadah dan pekerjaanpekerjaan atau upacaraupacara lain. Maka Nabi mendirikan masjid, dan diberi nama Baitullah Di masjid ini kaum muslimin dapat bertemu mengerjakan ibadah, belajar mengadili perkaraperkara, jualbeli, upacaraupacara lain.  Kemudian ternyata  bahwa  banyak  terjadi  hirukpikuk  yang  mengganggu orangorang  yang  sedang  sembahyang.  Maka dibuatnyalah  suatu  tempat  yang khas untuk sembahyang, dan satu lagi khas untuk jual beli, tempat yang dibuat khas untuk masjid. Masjid ini memegang peranan besar untuk mempersatukan kaum muslimin dan mempertalikan jiwa mereka.8

 

b.    Mempersatukan  dan  Mempersaudarakan  antara  Kaum  Anshar  dan

 

Muhajirin

 

Rasulullah mempersaudarakan antara golongan   Muhajirin dan Anshar. Dengan demikian, setiap muslim terikat dalam satu persaudaraan    dan kekeluargaan.  Abu  Bakar  misalnya,  ipersaudarakan Nabi dengan Kharijah bin

Zaid, Jafar  bin Abi Thalib dengan Muaz  bin Jabal. Hal ini berarti Rasulullah

 

8A. Syalabi, Sejarah dan Kebudayaan Islam I, (Jakarta: PT Husna Zikra, 2000), 117.

 

 

menciptakan   suatu   bentuk   persasaudaraan   yang   baru,   berdasarkan   agama, menggantikan persaudaraan berdasarkan kesukuan di zaman jahiliyah.9

 

c.    Menjalin  hubungan  persahabatan  antara  kaum  muslim  dengan  yang tidak beragama Islam

Di Madinah,  disamping  orangorang  Arab  Islam  juga  masih  terdapat golongan masyarakat Yahudi dan orangorang Arab yang masih menganut agama nenek moyang mereka. Agar stabilitas masyarakat dapat diwujudkan, Nabi Muhammad saw  mengadakan ikatan perjanjian dengan mereka.10

 

d.    Meletakkan dasardasar politik, ekonomi dan sosial untuk masyarakat baru

Karena masyarakat Islam itu telah terwujud, maka menjadi suatu keharusan Islam  untuk menentukan dasardasar yang kuat bagi masyarakat yang baru terwujud itu. Sebab itu ayatayat AlQuran yang diturunkan dalam periode ini terutama ditujukan kepada pembiaan hokum. Ayatayat yang diturunkan itu diberi penjelasan oleh Rasulullah. Manamana yang belum jelan dan belum terperinci dijelaskan oleh Rasulullah dengan perbuatanperbuatan beliau, maka timbulah dari satu buah sumber yang menjadi pokok hukum ini (Al Quran dan Hadits).  Satu  sistem  yang  amat  indah  untuk  bidang  politik,  yaitu  sistem

bermusyawarah.11

 

9Syamruddin Nasution, Sejarah Peradaban Islam  (Riau: Pusaka Riau, 2013), 44.

10Badri Yatim, Sejarah Peradaban, 25.

11Fatah Syukur NC, Sejarah Peradaban Islam, (Jakarta : PT. Pustaka Rizki Putra), 41.

 

 

Dalam perjajian itu disebutkan bahwa Rasulullah menjadi kepala pemerintahan karena menyangkut peraturan dan tat tertib umum, otoritas mutlak diberikan pada beliau. Dalam bidang sodial, dia juga meletakkan dasar persamaan antara sesame manusia perjanjian inin, dalam pandangan ketatanegaraan sekarang, sering disebut dengan Konstitusi Madinah (Piagam Madinah).12

 

B.   PIAGAM MADINAH

 

1.    Pengertian Piagam Madinah

 

Piagam Madinah (Bahasa  Arab:  هنیدملا ةفیحص, S}ahi>fah al-Madi>nah)  juga dikenal dengan sebutan Konstitusi Madinah, ialah sebuah dokumen yang disusun oleh Nabi  Muhammad  SAW,  yang  merupakan  suatu  perjanjian  formal  antara dirinya dengan semua sukusuku dan kaumkaum penting di Yatsrib pada tahun

622 M. Dokumen tersebut disusun sejelasjelasnya dengan tujuan utama untuk menghentikan pertentangan sengit antara Bani Aus dan Bani Khazraj di Madinah. Untuk itu dokumen tersebut menetapkan sejumlah hak-hak dan kewajiban– kewajiban  bagi  kaum Muslim,  kaum Yahudi,  dan  komunitaskomunitas  pagan Madinah, sehingga membuat  mereka menjadi suatu kesatuan komunitas,  yang dalam bahasa Arab disebut ummah.13

2.    Isi Piagam Madinah

 

Berikut isinya, lengkap dengan teks asli berbahasa Arab :

 

12Badri Yatim, Sejarah Peradaban, 27.

13https://id.wikipedia.org/wiki/Piagam_Madinah, diakses tanggal 10 september 2018.

 

 

ثِيدلما ثفيدص

 

(Piagam Madinah)

 

ًيخرلا َحمرلا للها ًصب

 

Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih Maha Penyayang

 

ضيرك ٌَ ينٍيصلماو ينٌِؤلما ينة ًيشو ّييغ للها


نص بيلنا دٍمح ٌَ باخن اذْ

 

 

.ًٓػٌ دْاجو ًٓة قديف ًٓػتح ٌَو بثريو

 

Ini adalah piagam dari Muhammad Rasulullah SAW, di kalangan mukminin dan muslimin (yang berasal dari) Quraisy dan Yatsrib (Madinah), dan yang mengikuti mereka, menggabungkan diri dan berjuang bersama mereka.

 

.سالنا نود ٌَ ةدخاو ثٌا ًُٓا. ١

 

Pasal 1 Sesungguhnya mereka satu umat, lain dari (komuitas) manusia lain.

 

نودفي ًْو آئاعغاو ثيلاذرا ًِٓية نٔيكاػخي ًٓخػبر على ضي رك ٌَ نورجآلما. ٢

 

.ينٌِؤلما ينة طصلىاو فورػلماة ًٓيُعا

 

Pasal 2 Kaum muhajirin dari Quraisy sesuai keadaan (kebiasaan) mereka bahu membahu membayar diat di antara mereka dan mereka membayar tebusan tawanan dengan cara baik dan adil di antara mukminin.

 

فورػلماة آيُعا ىدفح ثفئاظ كلو لولاا ًٓيكاػٌ نٔيكاػخي ًٓخػبر على فٔغِٔبو. ٣

 

ينٌِؤلما ينة طصلىاو

 

Pasal 3 Banu Auf sesuai dengan keadaan (kebiasaan) mereka bahu membahu membayar diat di antara mereka seperti semula, dan setiap suku membayar tebusan tawanan dengan baik dan adil di antara mukminin.

 

آيُعا ىدفح ًٌِٓ ثفئاظ كلو لولاا ًٓيكاػٌ نٔيكاػخي ًٓخػبرىيغ ةدغاشِٔبو.  ٤

 

.ينٌِؤلما ينة طصلىاو فورػلماة

 

Pasal  4 Banu  Saidah sesuai  dengan  keadaan  (kebiasaan)  mereka  bahu membahu membayar diat di antara mereka seperti semula, dan setiap suku membayar tebusan tawanan dengan baik dan adil di antara mukminin.

 

فورػلماة آيُعا ىدفح ًٌِٓ ثفئاظ كلو لولاا نٔيكاػخي ًٓخػبر على ثرلحا ِٔبو. ٥

 

.ينٌِؤلما ينة طصلىاو

 

 

Pasal  5 Banu  Al-Hars  sesuai  dengan  keadaan  (kebiasaan)  mereka  bahu membahu membayar diat di antara mereka seperti semula, dan setiap suku membayar tebusan tawanan dengan baik dan adil di antara mukminin.

 

آيُعا ىدفح ًٌِٓ ثفئاظ كلو لولاا ًٓيكاػٌ نٔيكاػخي ًٓخػبر


على ًظجِٔبو. ٦

 

 

.ينٌِؤلما ينة طصلىاو فورػلماة

 

Pasal  6 Banu  Jusyam  sesuai  dengan  keadaan  (kebiasaan)  mereka  bahu membahu membayar diat di antara mereka seperti semula, dan setiap suku membayar tebusan tawanan dengan baik dan adil di antara mukminin.

 

آيُعا ىدفح ًٌِٓ ثفئاظ كلو لولاا ًٓيكاػٌ نٔيكاػخي ًٓخػبر


على راجلنا ِٔبو. ٧

 

 

ينٌِؤلما ينة طصلىاو فورػلماة

 

Pasal  7 Banu  AnNajjar  sesuai  dengan  keadaan  (kebiasaan)  mereka  bahu membahu membayar diat di antara mereka seperti semula, dan setiap suku membayar tebusan tawanan dengan baik dan adil di antara mukminin

 

ىدفح ًٌِٓ ثفئاظ كلو لولاا ًٓيكاػٌ نٔيكاػخي ًٓخػبر على فٔغ َة ورٍغ ِٔبو. ٨ ينٌِؤلما ينة طصلىاو فورػلماة آيُعا

Pasal 8 Banu Amr bin Awf sesuai dengan keadaan (kebiasaan) mereka bahu membahu membayar diat di antara mereka seperti semula, dan setiap suku membayar tebusan tawanan dengan baik dan adil di antara mukminin

 

آيُعا ىدفح ًٌِٓ ثفئاظ كلو لولاا ًٓيكاػٌ نٔيكاػخي ًٓخػبر


على جيبلنا ِٔبو. ٩

 

 

.ينٌِؤلما ينة طصلىاو فورػلماة

 

Pasal  9 Banu  Al-Nabit  sesuai  dengan  keadaan  (kebiasaan)  mereka  bahu membahu membayar diat di antara mereka seperti semula, dan setiap suku membayar tebusan tawanan dengan baik dan adil di antara mukminin

 

آيُعا ىدفح ًٌِٓ ثفئاظ كلو لولاا ًٓيكاػٌ نٔيكاػخي ًٓخػبر


على سولاا ِٔبو. ١٠

 

 

ينٌِؤلما ينة طصلىاو فورػلماة

 

Pasal 10 Banu  AlAws sesuai  dengan  keadaan  (kebiasaan)  mereka  bahu membahu membayar diat di antara mereka seperti semula, dan setiap suku membayar tebusan tawanan dengan baik dan adil di antara mukminin

 

.ولغوا ءادف ف فورػلماة هٔعػي نا ًِٓية اجرفٌ نٔنتريلا ينٌِؤلما ناو. ١١

 

 

Pasal 11 Sesungguhnya mukminin tidak boleh membiarkan orang yang berat menanggung utang di antara mereka tetapi membantunya dengan baik dalam poembayaran tebusan atau diat

 

.ُّود ٌَؤم لٔم ٌَؤم فـىايح لاو. ١٢

 

Pasal 12 Seorang mukmin tidak diperbolehkan membuat persekutuan dengan sekutu mukmin lainnya tanpa persetujuan dari padanya

 

وا ناودغوا ًثا ةا ًيظ ثػيش د غىخةا وا ًٌِٓ غىة ٌَ على ينلخلما ينٌِؤلما ناو. ١٣

 

.ًْدخا لو نكا ٔلو اػيجم ّييغ ًٓيديا ناو ينٌِؤلما ينة داصف

 

Pasal 13 Orangorang mukmin yang taqwa harus menentang orangyang di antara  mereka  mencari  atau  menuntut  sesuatu  secara  zalim  ,  jahat, melakukan permusuhan atau kerusakan di kalangan mukminin. Kekuatan mereka bersatu dalam menentangnya, sekalipun ia anak dari salah seorang di antara mereka

 

.ٌَؤم على ارفكا صرِي لاو رفكا ف اٌِؤم ٌَؤم وخلي لاو. ١٤

 

Pasal 14 Seorang  mukmin  tidak  boleh  membunuh  orang  beriman  lainnya lantaran membunuh orang kafir. Tidak boleh pula orang beriman membantu orang kafir untuk (membunuh) orang beriman

 

نود ضػة مأم ًٓضػي ينٌِؤلما ناو ًْاُ دا ًٓييغ دييح ةدخاو للها ثٌذ ناو. ١٥

 

.سالنا

 

Pasal 15 Jaminan Allah satu. Jaminan (perlindungan) diberikan oleh mereka yang dekat. Sesungguhnya mukminin itu saling membantu, tidak bergantung kepada golongan lain

 

.ًٓييغ صراِخٌ لاو ينٌٔيظٌ يرغ ةٔشلااو صرلنا له ناف دٔٓي ٌَ اِػتح ٌَ ُّاو. ١٦

 

Pasal  16 Sesungguhnya  orang  Yahudi  yang  mengikuti  kita  berhak  atas pertolongan dan santunan, sepanjang (mukminin) tidak terzalimi dan ditentang olehnya

 

على لاا للها ويبش ق لاخك ق ٌَؤم نود ٌَؤم ًلاصي لا ةدخاو ينٌِؤلما ًيش ناو. ١٧

 

.ًِٓية لدغو ءأش

 

Pasal 17 Perdamaian mukminin adalah satu. Seorang mukmin tidak boleh membuat perdamaian tanpa ikut serta mukmin lainnya di dalam suatu peperangan di jalan Allah, kecuali atas dasar kesamaan dan keadilan di antara mereka

 

 

.اضػة آضػة بلػي اِػٌ تزغ ثيزغا كل ناو. ١٨

 

Pasal 18 Setiap pasukan yang berperang bersama kita harus bahu membahu satu sama lain

 

ينٌِؤلما ناو للها ويبصىف ًْءاٌد لاُاٍـة ضػة على ًٓضػة ئتي ينٌِؤلما ناو. ١٩

 

.ٌّٔكاو ىدْ َصخا على ينلخلماو

 

Pasal  19 Orangorang  mukmin  itu  membalas  pembunuh  mukmin  lainnya dalam  peperangan  di  jalan  Allah.  Orangorang  beriman  dan  bertakwa berada pada petunjuk yang terbaik dan lurus

 

.ٌَؤم على ُّود لٔيحلاو اصفُلاو ضي رلى لااٌ كشرم يريجلا ُّاو. ٢٠

 

Pasal 20 Orang musyrik (Yatsrib) dilarang melindungi harta dan jiwa orang (musyrik) Quraisy, dan tidak boleh bercampur tangan melawan orang beriman

 

ناو لٔخللما مو ضىري نا لاا ّةدٔك ُّاف ثِية َغ لاخك اٌِؤم طتخغا ٌَ ُّاو. ٢١

 

ّييغ مايكلاا ًله ويحلاو ثفكا ّييغ ينٌِؤلما

 

Pasal 21 Barang siapa yang membunuh orang beriman dan cukup bukti atas perbuatannya, harus dihukum bunuh, kecuali wali terbunuh rela (menerima diat). Segenap orang beriman harus bersatu dalam menghukumnya

 

صرِي نا ررلآا مٔلياو للهاة ٌَآو ثفيدصلا هذْ ف اٍة ركأ ٌَؤلم ويح لا ُّاو. ٢٢ ثٌايلىا مٔي ّتضغو للها ثِػى ّييغ ناف هاوآ وا هصرُ ٌَ ُّاو ثيوؤـي لاو اثدمح

.لدغلاو فصر ٌِّ                                                                            ذرؤـيلاو

 

Pasal  22 Tidak  dibenarkan  orang  mukmin  yang  mengakui  piagam  ini, percaya pada Allah dan Hari Akhir, untuk membantu pembunuh dan memberi tempat kediaman kepadanya. Siapa yang memberi bantuan dan menyediakan tempat tinggal bagi pelanggar itu, akan mendapat kutukan dari Allah pada hari kiamat, dan tidak diterima dari padanya penyesalan dan tebusan

 

نص دٍمح لاو وجوزغ للها لا هدرم ناف ئيط ٌَ ّيف  ًخفيخرا آٌٍ ًكُاو. ٢٣

 

.ًيشو ّييغ للها

 

Pasal 23 Apabila kamu berselisih tentang sesuatu, penyelesaiannya menurut

(ketentuan) Allah Azza Wa Jalla dan (keputusan) Muhammad SAW

 

 

.ينبرامح أما داٌ ينٌِؤلما عٌ نٔلفِي دٔٓليا ناو. ٢٤

 

Pasal  24 Kaum  Yahudi  memikul  biaya  bersama  mukminin  selama  dalam peperangan

 

ًٓليأم ًِٓيد ينٍيصٍيلو ًِٓيد دٔٓييل ينٌِؤلما عٌ ثٌا فٔغ نية دٔٓي ناو. ٢٥

 

.ّخية وْاو ّصفُ لاا ذحٔـي لا ُّاف ًثاو ًيظ ٌَ لاا ًٓصفُاو

 

Pasal 25 Kaum Yahudi dari Bani Awf adalah satu umat dengan mukminin. Bagi kaum Yahudi agama mereka, dan bagi kaum muslimin agama mereka. Juga (kebebasan ini berlaku) bagi sekutusekutu dan diri mereka sendiri, kecuali bagi yang zalim dan jahat. Hal demikian akan merusak diri dan keluarga

 

.فٔغ نىة دٔٓلياٌ وثٌ راجلنا نىة دٔٓلي ناو. ٢٦

 

Pasal 26 Kaum Yahudi Banu Najjar diperlakukan sama seperti Yahudi Banu

Awf

 

.فٔغ نىة دٔٓلياٌ وثٌ ثرلحا نىة دٔٓلي ناو. ٢٧

 

Pasal 27 Kaum Yahudi Banu Hars diperlakukan sama seperti Yahudi Banu

Awf

 

.فٔغ نىة دٔٓلياٌ وثٌ ةدغاش نىة دٔٓلي ناو. ٢٨

 

Pasal 28 Kaum Yahudi Banu Saidah diperlakukan sama seperti Yahudi Banu

Awf

 

.فٔغ نىة دٔٓلياٌ وثٌ ًظج نىة دٔٓلي ناو. ٢٩

 

Pasal 29 Kaum Yahudi Banu Jusyam diperlakukan sama seperti Yahudi Banu

Awf

 

.فٔغ نىة دٔٓلياٌ وثٌ سولاا نىة دٔٓلي ناو. ٣٠

 

Pasal 30 Kaum Yahudi Banu AlAws diperlakukan sama seperti Yahudi Banu

Awf

 

ذحٔي لا ُّاف ًثاو ًيظ ٌَلاا فٔغ نىة دٔٓلياٌ وثٌ ثتيػث نىة دٔٓلي ناو. ٣١

 

.ّخية وْاو ّصفُلاا

 

Pasal 31 Kaum  Yahudi  Banu  Salabah diperlakukan  sama  seperti  Yahudi

Banu Awf

 

 

.ًٓصفُ أن ّتيػث َعة ِّفج ناو. ٣٢

 

Pasal 32 Kaum Yahudi Banu Jafnah dari Salabah diperlakukan sama seperti

Yahudi Banu Awf

 

.ًثلاا نود برىا ناو فٔغ نىة دٔٓلياٌ وثٌ ثتيعظلا نىلب ناو. ٣٣

 

Pasal 33 Kaum Yahudi Banu Syutaibah diperlakukan sama seperti Yahudi

Banu Awf

 

.ًٓصفُأن ّتيػث مأم ناو. ٣٤

 

Pasal 34 Sekutusekutu Salabah diperlakukan sama seperti mereka (Banu

Salabah)

 

.ًٓصفُأن دٔٓي ثُاعة ناو. ٣٥

 

Pasal  35 Kerabat  Yahudi  (di  luar  kota  Madinah)  sama  seperti  mereka

(Yahudi)

 

علىرجدِي لا ُّاو ًيشو ّييغ للهاىيص دٍمح نذاة لاا ًٌِٓدخا جريخ لا ُّاو. ٣٦

 

.اذْرةا على للها ناو ًيظ ٌَ لاا ّخية وْاو مخف ّصفِتف مخف ٌَ ُّاو حرج راث

 

Pasal 36 Tidak seorang pun  dibenarkan  (untuk berperang), kecuali  seizin Muhammad  SAW.  Ia  tidak  boleh  dihalangi  (menuntut  pembalasan)  luka (yang dibuat orang lain). Siapa berbuat jahat (membunuh), maka balasan kejahatan itu akan menimpa diri dan keluarganya, kecuali ia teraniaya. Sesunggunya Allah sangat membenarkan ketentuan ini

 

براخ ٌَ علىصرلنا ًِٓية ناو ًٓخلفُ ينٍيصلما علىو ًٓخلفُ دٔٓليا على ناو. ٣٧

 

ًثأي ًل  ُّاو ًثلاا نود برىاو ثديصلناو حصلنا ًِٓية ناو ثفيدصلا هذْ وْا

 

.مٔيظٍيل صرلنا ناو ّفييدـة ؤرما

 

Pasal 37 Bagi kaum Yahudi ada kewajiban biaya dan bagi mauk muslimin ada kewajiban biaya. Mereka (Yahudi dan muslimin) bantu membantu dalam menghadapi musuh piagam ini. Mereka saling memberi saran dan nasihat. Memenuhi janji lawan dari khianat. Seseorang tidak menanggung hukuman akibat (kesalahan) sekutunya. Pembelaan diberikan kepada pihak yang teraniaya

 

.ينبرامح أم اداٌ ينٌِؤلما عٌ نٔلفِي دٔٓليا ناو. ٣٨

 

Pasal   38 Kaum   Yahudi   memikul   bersama   mukiminin   selama   dalam peperangan

 

 

.ثفيدصلا هذْ وْلاآفٔج مارخ بثري ناو. ٣٩

 

Pasal  39 Sesungguhnya  Yatsrib  itu  tanahnya  haram  (suci)  bagi  warga piagam ini

 

.ًثالاو راضم يرغ سفلنكا رالجا ناو. ٤٠

 

Pasal 40 Orang yang mendapat jaminan (diperlakukan) seperti diri penjamin, sepanjang tidak bertindak merugikan dan tidak khianat

 

.آيْا نذاة لاا ثٌرخراتج لا ُّاو. ٤١

 

Pasal 41 Tidak boleh jaminan diberikan kecuali seizin ahlinya

 

هدرم ناف هداصف فايخ راجخطاو ثدخ ٌَ ثفيدصلا هذْ وْا ينة نكا اٌ ُّاو. ٤٢ هذْ ف اٌ قىحا على للها ناو ًيشو ّييغ للهاىيص دٍمح لاو وجوزغ للها لا

.هرةاو ثفيدصلا

 

Pasal 42 Bila terjadi suatu persitiwa atau perselisihan di antara pendukung piagam ini, yang dikhawatirkan menimbulkan bahaya, diserahkan penyelesaiannya menurut (ketentuan) Allah Azza Wa Jalla, dan (keputusan) Muhammad SAW. Sesungguhnya Allah paling memelihara dan memandang baik isi piagam ini

 

.اْصرُ ٌَ لاو ضيرك راتجلا ُّاو. ٤٣

 

Pasal 43 Sungguh tidak ada perlindungan bagi Quraisy (Mekkah) dan juga bagi pendukung mereka

 

.بثري ًْد ٌَ على صرلنا ًِٓية ناو. ٤٤

 

Pasal 44 Mereka  (pendukung  piagam)  bahu  membahu dalam  menghadapi penyerang kota Yatsrib

 

اذا ًُٓاو ُّٔصبييو ُّٔلحاصي ًُٓاف )ُّٔصبييو( ُّٔلحاصي حيص لا أغد اذاو. ٤٥ ساُا كل على َيلا ف براخ ٌَ لاا ينٌِؤلماىيغ ًله ُّاف ملذ وثٌ لا أغد

.ًٓيتك ىما ًِٓةاج ٌَ ًٓخصخ

 

Pasal 45 Apabila mereka (pendukung piagam) diajak berdamai dan mereka (pihak lawan) memenuhi perdamaian serta melaksankan perdamaian itu, maka perdamaian itu harus dipatuhi. Jika mereka diajak berdamai seperti itu, kaum mukminin wajib memenuhi ajakan dan melaksanakan perdamaian

 

 

itu, kecuali terhadap orang yang menyerang agama. Setiap orang wajib melaksanakan (kewajiban) masingmasing sesuai tugasnya

 

برىا عٌ ثفيدصلا هذْ وْلااٌ وثٌ على ًٓصفُاو ًٓليأم سولاا دٔٓي ناو. ٤٦

 

.ًثلاا نود برىا ناو ثفيدصلا هذْ وْا ٌَ َصلحا

 

Pasal 46 Kaum Yahudi Al-Aws, sekutu dan diri mereka memiliki hak dan kewajiban seperti kelompok lain pendukung piagam ini, dengan perlakuan yang baik dan penuh dari semua pendukung piagam ini. Sesungguhnya kebaikan  (kesetiaan)  itu  berbeda  dari  kejahatan  (pengkhianatan).  Setiap orang bertanggung jawab atas perbuatannya. Sesungguhnya Allah palingmembenarkan dan memandang baik isi piagam ini

 

هرةاو ثفيدصلا هذْ ف قدصا على للها ناو ّصفُ علىلاا بشكا بصكي لاو.  ٤٧

 

ٌَآ دػك ٌَو ٌَآ جرر ٌَ ُّاو .ًثآو ًلاظ نود باخهلا اذْ لٔيح لا ُّاو للها نص للها لٔشر دٍمحو قىحاو رة َلم راج للها ناو ًثاو ًيظ ٌَ لاا ثِيدلماة

.ًيشو ّييغ

 

Pasal 47 Sesungguhnya piagam ini tidak membela orang zalim dan khianat. Orang yang keluar (bepergian) aman, dan orang berada di Madinah aman, kecuali orang yang zalim dan khianat. Allah adalah penjamin orang yang berbuat baik dan takwa. Dan Muhammad Rasulullah SAW

 

Secara garis besar isi Piagam Madinah yang terdiri dari 47 pasal dapat disederhanakan sebagai berikut:

a.    Mukaddimah

 

b.    Pembentukan negara (ummah) pasal 1 c.    Hak asasi manusia pasal 210

d.    Pesatuan seagama pasal 1115

 

e.    Persatuan segenap warga negara pasal 1623 f.    Golongan minoritas pasal 24-35

g.    Tugas warga negara pasal 3638 h.    Melindungi negara pasal 3941

 

 

i.    Pimpinan negara pasal 4244

 

j.    Politik perdamaian pasal 4546 k.    Penutup pasal 47

3.    Isi Piagam Madinah perspektif sosial, ekonomi dan politik a.    Sosial

Islam yang dirurunkan kepada Nabi Muhammad sengaja didesain untuk bisa menata kehidupan sosial yang pluralistik. Hal ini tercermin dari  butirbutir  Piagam  Madinah  yang  menguntungkan  semua  pihak tanpa mendiskreditkan salah satu golongan manapun. Karena itu, Piagam Madinah merupakan terobosan dalam mengarahkan sejarah kemanusiaan, agar agama islam dengan kekuatan dinamika ajaran yang terkandung di dalamnya diharapkan dapat hadir dalam setiap gagasan sesuai dengan tatanan masyarakat secara universal.14

b.    Ekonomi

 

Semua rakyat  diberikan peluang  untuk  menjalankan perniagaan, amalan riba dan penipuan dilarang sama sekali dalam ekonomi islam. Normanorma transaksi bisnis yang didakwahkan Nabi bersikap adil, kontrak perburuhan menyampaikan kesaksian secara jujur dan tidak memungut keuntungan riba.

Selanjutnya, berkenaan dengan harta yang  menjadi milik negara

 

pada masa Nabi dibagi tiga, diantaranya:

 

 

2014), 11.


14Muhaimin,  Rekonstruksi  Gagasan  Masyarakat  Madani    (Brebes:  Pustaka  Senja,

 

 

Ghanimah  yaitu  harta  yang  didapat  dari hasil  pertempuran  dari kaum kafir.  Harta rampasan perang  itu  selalu  dibagibagikan berdasarkan petunjuk Nabi.

Zakat diwajibkan pada tiaptiap kaum muslimin dan penyalurannya pun telah diatur dalam 8 golongan, sebagaimana terdapat dalam aturan Allah  dan  penjelasan  Nabi.  Bagi  non  muslim  diwajibkan  membayar jizyah (pajak)

Fai  (sitaan) adalah harta yang diperoleh dari kaum kafir tanpa peperangan dan berhak menjadi milik kaum muslimin, termasuk fai juga adalah harta benda negara yang tersimpan dalam baitul mal, seperti harta orang yang wafat tidak mempunyai ahli waris, hartaharta pinjaman dan barangbarang simpanan yang sulit diketahui pemiliknya.15

c.    Politik

 

Nabi Muhammad menyelesaikan semua masalah masyarakat Madinah berdasarkan semangat musyawarah dan berlandaskan keadilan. Setiap glongan masyarakat memiliki hak tertentu dalam hal politik dan keagamaan. Kemerdekaan beragama dijamin dan seluruh anggota masyarakat berkewajiban mempertahankan keamamanan negeri itu dari

serangan luar.16

 

 

43.


15Rianawati, Sejarah & Peradaban Islam   (Pontianak: STAIN Pntianak Press, 2010),

16Badri Yatim, Sejarah Peradaban, 26.

 

 

BAB III

 

PENUTUP

A.     KESIMPULAN

 

Berbeda dengan periode Makkah, pada periode Madinah, Islam merupakan kekuatan politik. Ajaran Islam yang berkenaan dengan kehidupan bermasyarakat   banyak   turun   di   madinah.   Nabi   Muhammad   mempunyai kedudukan bukan saja sebagai   kepala agama   tapi juga sebagai kepala negara, dengan meletakkan dasardasar dalam kehidupan masyarakat diantaranya:

1.      Mendirikan Masjid

 

2.      Mempersatukan dan  mempersaudarakan  kaum  muhajirin dan kaum anshor

 

3.      Mempersaudarakan antara kaum muslim dan non muslim

 

4.      Melatakkan  dasardasar  sosial,  ekonomi  dan  politik  untuk  masyarakat baru.17

B.     SARAN

 

Demikianlah makalah yang kami buat, kami menyadari dalam penulisan makalah ini banyak sekali kesalahan dan kekurangan, untuk itu kritik dan saran yang konstruktif demi kesempurnaan makalah ini dan berikutnya. Besar harapan

kami, semoga makalah ini bisa memberikan manfaat, amin.

 

17Masyarakat baru yang dimaksud adalah masyarakat madani atau civil society, yang mempunyai ciriciri diantaranya: (1) Egalitarian, dimana penghargaan kepada orang bukan berdasarkan prestige tetapi berdasarkan prestasi, sehingga siapa saja berhak tampil sebagai pemimpin. (2) Keterbukaan partisipasi seluruh anggota masyarakat. (3) Penentuan kepemimpinan bukan berdasarkan keturunan, tetapi berdasarkan pemilihan hasil musyawarah.

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

Amin, Samsul Munir, Sejarah Peradaban Islam, Jakarta: Amzah, 2009

 

Muhaimin, Rekonstruksi Gagasan Masyarakat Madani, Brebes: Pustaka Senja,

2014.

 

Nasution,  Syamruddin, Sejarah Peradaban Islam, Riau: Pusaka Riau, 2013. NC,Fatah Syukur, Sejarah Peradaban Islam, Jakarta : PT. Pustaka Rizki Putra Rianawati, Sejarah & Peradaban Islam, Pontianak: STAIN Pontianak Press, 2010

Suprayogo, Imam, Spirit Islam Menuju Perubahan & Kemajuan, Malang: UINMaliki Press, 2012..

 

Syalabi, A., Sejarah dan Kebudayaan Islam I, Jakarta: PT Husna Zikra, 2000

 

Yatim, Badri, Sejarah Peradaban Islam Dirasah Islamiyah II, Jakarta : PT. Raja

Grafindo Persada, 2003

 

https://id.wikipedia.org/wiki/Piagam_Madinah,   diakses  tanggal  10  September

2018.

 

https://rhidayat150.wordpress.com/2012/11/09/sejarahperadabanislamperiode- madinah/, diakses tanggal 10 September 2018.

About The Author

Saya adalah Bloger asal Malang yang menyukai kegiatan yang berhubungan dengan perkembangan IT, Design dan juga Pendidikan. Berupaya untuk selalu menebarkan kebermanfaatan bagi sesama.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *