PENGARUH SIKAP TERHADAP PERILAKU KAJIAN META ANALISIS KORELASI

PENGARUH SIKAP TERHADAP PERILAKU KAJIAN META ANALISIS KORELASI

Y. Bagus Wismanto

Abstract
This research tried to find out the corellation coefficient between attitude to something  and  the  behaviour  of  the  attitude  object  by  quantitative  meta- analysis. 31 researcher were collected and analyzed. The result showed that cross studies corellation was 0,366 with zero effect size standard deviation. It also showed that 28,57% of researches in Indonesia has given false conclusion.

Keywords : attitude, behavior, meta-analysis.

PENDAHULUAN
Sikap atau attitude adalah suatu konsep paling penting dalam psikologi sosial. Pembahasan yang berkaitan dengan psikologi (sosial) hampir selalu menyertakan unsur sikap baik sikap individu maupun sikap kelompok sebagai salah satu bagian pembahasannya. Banyak kajian dilakukan untuk merumuskan pengertian sikap, prose terbentuknya sikap, maupun proses perubahannya. Banyak pula penelitian telah dilakukan terhadap sikap untuk mengetahui efek dan
perannya baik sebagai variabel bebas maupun sikap sebagai variabel tergantung.
Terdapat beberapa teori tentang sikap (Mann, 1969; Secord and Backman, 1964) antara lain adalah teori keseimbangan (balance theory) oleh Heyder; terori kesesuaian (congruity priciple) dari Tannenbaum; terori disonansi kognitif (cognitive dissonance) yang dikemukakan oleh Festinger maupun teori afektif-kognitif dari Rossenberg, serta beberapa teori lain.
Di samping teori-teori tersebut di atas, kemudian dikembangkanlah theory of reasoned action yang relatif baru yang dikemukakan oleh Ajzen dan Fishbein (1980). Teori ini lebih menekankan pada proses kognitif serta menganggap bahwa manusia adalah makhluk dengan daya nalar dalam memutuskan perilaku apa yang akan diambilnya, yang secara sistematis memanfaatkan informasi yang tersedia di sekitarnya.
Banyak penelitian telah dilakukan yang berusaha mengkaitkan antara sikap terhadap sesuatu dengan perilaku obyek sikap itu sendiri. Salah satu contoh adalah penelitian yang dilakukan oleh Martin dan Salovey (1996) yang meneliti sikap terhadap kematian yang dikaitkan dengan perilaku yang berkaitan dengan kesehatan dan menemukan hasil bahwa korelasi antara sikap terhadap kematian dengan latihan fisik (olah raga) sebesar 0,412; sikap dengan perilaku minum alkohol berkorelasi sebesar 0,361 serta sikap dengan perilaku mengendarai mobil setelah minum alkohol berkorelasi sebesar 0,346. Dari penelitian tersebut kemudian dikumpulkanlah penelitian-penelitian yang lain, yang meneliti keterkaitan antara sikap terhadap sesuatu dengan perilaku, dan terkumpulah 31 hasil penelitian. Koefisien korelasi yang diperoleh dari ke 31 penelitian tersebut sangat bervariasi, koefisien korelasi yang terendah adalah 0,084 dan koefisien korelasi yang tertinggi adalah 0,96 (Lihat tabel I).
Data tersebut di atas dikumpulkan dari jurnal luar negeri (nomor 1 sampai dengan 17), intisari skripsi hasil penelitian mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Gajah Mada (nomor 18 sampai dengan 24) maupun skripsi mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Katolik Soegijapranata (nomor 25 sampai dengan 31).
Dari hasil tersbut di atas tampaklah bahwa variabel sikap berkorelasi dengan perilakunya secara tidak konsisten dan memiliki koefisien korelasi yang berbeda-beda, ada hasil yang korelasinya signifikan namun ada pula yang tidak signifikan meskipun kesemuanya berkorelasi secara positif. Berkaitan dengan hal ini maka muncullah pertanyaan :
 
1.   Seberapa besar sebenarnya koefisien korelasi antara sikap dengan perilaku, atau seberapa besar varians perilaku dapat diterangkan dari variabel sikap.
2.   Adakah perbedaan hasil penelitian yang dilakukan di Luar Negeri dengan yang dilakukan di
Indonesia.

Tabel I
Hasil –hasil penelitian yang menghubungkan antara Sikap dan Perilaku

No.    Peneliti    N    Reliabilitas Alat Ukur
Sikap (rxx)    Koefisien Korelasi
01    Ajzen & Madden    169    0.86    rxy = 0.36 **
02    Larsen & Collins    239    0.79    rxy = 0.39 **
03    Richard, et al.    822    0.63    rxy = 0.51 **
04    Jostein    1000    0.71    rxy = 0.24 **
05    Terry, et al.    102    0.94    rxy = 0.22 *
06    Wilson, et al.    302    0.89    rxy = 0.32 **
07    Martin & Salovey    100    0.76    rxy = 0.412 **
08    Martin & Salovey    100    0.76    rxy = 0.361 **
09    Martin & Salovey    100    0.76    rxy = 0.346 **
10    Bryan, et al.    198    0.77    rxy = 0. 25 **
11    Stacy, et al.    241    0.84    rxy = 0.14 *
12    Stacy, et al.    356    0.84    rxy = 0.16 **
13    Stacy, et al.    175    0.83    rxy = 0.27 **
14    Stacy, et al.    199    0.88    rxy = 0.56 **
15    Stacy, et al.    706    0.79    rxy = 0.55 **
16    Terry, et al.    92    0.88    rxy = 0.38 **
17    Terry, et al.    92    0.88    rxy = 0.26 **
18    Rahmah    78    0.92    rxy = 0.280 *
19    Werdiastuti    60    0.87    rxy = 0.471 **
20    Setianingsih    200    0.91    rxy = 0.120
21    Kristiadi    52    0.79    rxy = 0.521 **
22    Ardiantari    120    0.80    rxy = 0.392 **
23    Soerjaningati    160    0.79    rxy = 0.52
24    Surjaningtyas    72    0.92    rxy = 0.321 **
25    Widiyastuti    70    0.90    rxy = 0.551 **
26    Sasongkowati    122    0.95    rxy = 0.78
27    Yuniati    59    0.94    rxy = 0.96 **
28    Noorfaizal    90    0.78    rxy = 0.161
29    Kartina    152    0.91    rxy = 1.605 **
30    Purnama    85    0.93    rxy = 0.101
31    Hobiyanto    135    0.88    rxy = 0.084

Keterangan :    * = Signifikan 5%
** = Signifikan 1%

METODE
Penelitian  ini  memanfaatkan  data  yang  telah  tersedia  sebagai  hasil  dari  penelitian- penelitian yang dilakukan oleh berbagai pihak. Dari data-data tersebut, maka akan dilakukan
 
suatu meta analisis atau biasa dipahami sebagai analisis terhadap hasil-hasil analisis yang telah ada.
Ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk melaksanakan suatu meta analisis, antara lain teknik Rosenthal dan Rubin; maupun teknik Hedges dan Olkin, namun dalam penelitian ini akan dipergunakan teknik Hunter dan Schimidt (1990) dengan pertimbangan bahwa teknik ini dianggap oleh peneliti sebagai teknik yang paling lengkap, karena selain dapat dipergunakan untuk mengkaji effect size, teknik Hunter Schimidt dapat juga dipergunakan untuk mengkoreksi kesalahan sebagai akibat error of measurement, maupun man made error (artifact) yang lain.
Proses dalam penelitian meliputi dua tahap, yaitu:
1.   Proses untuk menemukan koefisien korelasi yang sebenarnya antara sikap dan perilaku, dengan cara mengestimasi koefisien korelasi populasi berdasar 31 hasil penelitian yang telah dikumpulkan. Tahap-tahap yang dilalui adalah : menghitung sampling error variance; mengestimasi varians dari populasi korelasi sebagai modal untuk menemukan varians dari korelasi yang sesungguhnya setelah memperhitungkan varians artifact.
2.   Membandingkan hasl penelitian luar negeri dengan dalam negeri dengan teknik chi square.

HASIL
A.  Analisis Pertama
Analisis yang pertama adalah analisis terhadap hasil penelitian secara keseluruhan. Dari hasil penelitian keseluruhan tampaklah bahwa empat (4) hasil penelitian diantara 31 hasil keseluruhan menunjukkan hasil yang tidak signifikan, maka berarti 12,9% (4 diantara 31) hasil penelitian memberikan kesimpulan bahwa tidak ada hubungan antara sikap dan perilaku. Dari hasil analisis yang pertama ini dapat ditarik kesimpulan bahwa 12,9%   hasil penelitian yang dikumpulkan memberikan    kesimpulan    yang    menyesatkan,    karena    seharusnya    95%    hasil    penelitian menunjukkan kesimpulan adanya hubungan antara sikap dengan perilaku.

B.  Analisis Kedua
Penelitian-penelitian yang dikumpulkan adalah penelitian yang mempergunakan perilaku sebagai variabel tergantungnya, oleh karena itu dalam analisis kedua informasi reliabilitas variabel bebas adalah penting, seperti yang tampak pada tabel II.

Tabel II Tabel Kerja

No.    A (✔rxy)    N    Koefisien Korelasi (ro)
01    0.927    169    rxy = 0.36 **
02    0.889    239    rxy = 0.39 **
03    0.794    822    rxy = 0.51 **
04    0.843    1000    rxy = 0.24 **
05    0.969    102    rxy = 0.22 *
06    0.943    302    rxy = 0.32 **
07    0.872    100    rxy = 0.412 **
08    0.872    100    rxy = 0.361 **
09    0.872    100    rxy = 0.346 **
10    0.877    198    rxy = 0. 25 **
11    0.916    241    rxy = 0.14 *
12    0.916    356    rxy = 0.16 **
13    0.911    175    rxy = 0.27 **
14    0.938    199    rxy = 0.56 **
15    0.889    706    rxy = 0.55 **
 

16    0.938    92    rxy = 0.38 **
17    0.938    92    rxy = 0.26 **
18    0.959    78    rxy = 0.280 *
19    0.933    60    rxy = 0.471 **
20    0.954    200    rxy = 0.120
21    0.889    52    rxy = 0.521 **
22    0.894    120    rxy = 0.392 **
23    0.889    160    rxy = 0.52
24    0.959    72    rxy = 0.321 **
25    0.949    70    rxy = 0.551 **
26    0.975    122    rxy = 0.78
27    0.969    59    rxy = 0.96 **
28    0.883    90    rxy = 0.161
29    0.954    152    rxy = 1.605 **
30    0.964    85    rxy = 0.101
31    0.894    135    rxy = 0.084
Average    0.915    208    0.374
SD    0.0425    226.487    0.199

Analisis selanjutnya adalah memperhitungkan atenuasi sebagai akibat reliabilitas variabel bebas (variabel sikap). Dalam penelitian ini      = T/K = 6448/31 = 208. Oleh karena hanya terdapat satu attenuation factor, maka mean compound artifact attenuation factor = average attenuation factor dari variabel bebas saja. Maka dengan demikian $ = 0,915, sehingga ρ = average r0/$  = 0,4087. Maka sum square coefficient of variation (Hunter & Schmidt, 1990,
h.176) yang hanya berdasar variabel sikap saja, adalah V = (0,0425)2 / 0,915 = 0,00197, sehingga
variance arrtifact variation = ρ2. $2  . V = 0.00005427, sehingga variance in true  correlation, Var (ρ) = [Var (ρ0) – ρ2  . $2   . V] = 0. Maka dari analisis tersebut di atas korelasi yang
sesungguhnya (rata-rata korelasi dengan pembobotan) antara sikap dengan perilaku sebesar 0,366
karena SD effect size-nya = 0

C.  Analisis Ketiga
Analisis yang ketiga merupakan tindak lanjut dari analisis yang pertama. Dari tabel I tersebut di muka dapat dibagi ke dalam dua kelompok hasil penelitian, yaitu hasil penelitian luar negeri dan hasil penelitian dalam negeri. Oleh karena itu dua kelompok ini dapat dianalisis menggunakan chi square, dan hasilnya adalah :

Tabel III
Chi Square antara luar negeri dan dalam negeri

Hasil

Penelitian    
Luar Negeri    
Dalam Negeri    

Jumlah
    
f0    
fh    
f0    
fh    

Signifikan    
17    
14.806    
10    
12.194    
27

Non Signifikan    
0    
2.194    
4    
1.806    
4

Jumlah    
17    
17.000    
14    
14.000    
31

λ02   =  5,5792  dan  hasil  perhitungannya dinyatakan  signifikan  (Hadi,  1977,  h.361).  Dengan demikian dapat disimpulkan ada perbedaan hasil penelitian antara luar negeri dengan dalam
 
negeri, dimana penelitian dalam negeri lebih bervariasi daripada penelitian luar negeri. Penelitian dalam negeri menunjukkan hasil sebagian signifikan dan sebagian lagi adalah tidak signifikan.
Oleh karena penelitian dalam negeri menunjukkan hasil yang lebih bervariasi/ tidak konsisten, maka diusahakan diperbandingkan hasil penelitian yang dilakukan antara mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Gajah Mada dengan mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Katolik Soegijapranata Semarang.

Tabel IV
Chi Square antara UGM dan Unika Soegijapranata

Hasil

Penelitian    
UGM    
Unika Soegijapranata    

Jumlah
    
f0    
fh    
f0    
fh    

Signifikan    
6    
5    
4    
5    
10

Non Signifikan    
1    
2    
3    
2    
4

Jumlah    
7    
7    
7    
7    
14

λ02  = 1,4 dan hasilnya dinyatakan tidak signifikan (Hadi, 1977, h.361). Maka dengan demikian tidak ada perbedaan frekuensi hasil penelitian yang signifikan maupun tidak signifikan antara penelitian yang dilakukan di Yogyakarta (Universitas Gajah Mada) dengan yang dilakukan di Semarang (Universitas Katolik Soegijapranata).

DISKUSI DAN KESIMPULAN
A.  Hasil  penelitian  yang  dikumpulkan  dalam  penelitian  ini  kesemuanya  tidak  menyajikan koefisien reliabilitas pada variabel tergantung. Akibat dari tidak tersedianya data tersebut, maka   koreksi   campuran  variabel   bebas   dan   variabel   tergantung  terhadap  koefisien korelasinya hanya satu sisi saja (berasal dari satu variabel saja). Konsekuensi dari analisis satu sisi adalah koefisien koreasi yang dikoreksi sebenarnya masih tercemar oleh attenuation factor variabel tergantung.
B.  Penelitian yang dikumpulkan mempunyai variasi jumlah subyek/ responden yang sangat
besar. Jumlah subyek penelitian terendah adalah 52 sedangkan jumlah subyek terbesar adalah
1000 orang. Perbedaan tersebut menyebabkan perbedaan rata-rata koefisien korelasi antara rata-rata koefisien korelasi yang memperhitungkan bobot jumlah subyek dengan rata-rata koefisien korelasi tanpa pembobotan.
C.  Penelitian ini menunjukkan hasil bahwa korelasi antara sikap dengan perilaku sebesar 0.366.
Hasil tersebut dapat diartikan bahwa variansi perilaku 13,39% dapat dijelaskan dari sikap dari orang yang berperilaku tersebut. Hasil ini relatif kecil, hal ini kemungkinan disebabkan bahwa antara sikap dan  perilaku tidak berhubungan secara langsung, akan tetapi  masih terdapat variabel antara yaitu kehendak atau niat (Ajzen & Fishbein, 1980; Fishbein & Middlestadt, 1989). Hasil korelasi kemungkinan akan lebih besar jika penelitian dilakukan dengan mempergunakan variabel sikap dan kehendak/niat untuk berperilaku tertentu ataupun antara variabel kehendak/niat dengan perilaku.
D.  Hasil chi square menunjukkan adanya perbedaan konsistensi antara penelitian luar negeri dengan penelitian dalam negeri. Penelitian luar negeri lebih konsisten daripada penelitian dalam negeri. Dari tabel I dapat dicermati bahwa hasil penelitian luar negeri yang dikumpulkan dari berbagai jurnal kesemuanya menunjukkan hasil yang signifikan atau sangat signifikan. Sedangkan hasil penelitian dalam negeri menunjukkan bahwa empat (4) diantara
14 penelitian yang dikumpulkan menunjukkan hasil yang tidak signifikan. Oleh karena itu
 
dapat dikatakan bahwa 28,57% (4 dari 14) hasil penelitian di Indoensia memberikan hasil yang menyesatkan. Hasil tersebut di atas sebenarnya dapat dimaklumi karena seluruh hasil penelitian dalam negeri dikumpulkan berdasar penelitian mahasiswa yang diujudkan dalam sebuat  skripsi.  Dengan  demikian dapat  dimengerti bahwa terjadi  perbedaan    kapabilitas penelitian antara kedua kelompok. Oleh karena itu pernyataan disampaikan adalah 28,57% penelitian mahasiswa memberikan hasil yang menyesatkan.

Dari hasil analisis, maka dapat disimpulkan :
A.  Koefisien korelasi antara sikap dan perilaku adalah 0,366, oleh karena itu dapat dinyatakan bahwa 13,39 varians perilaku dapat dijelaskan dari varians sikap.
B.  Penelitian luar negeri memberikan hasil yang lebih akurat daripada penelitian mahasiswa di
Indonesia.

DAFTAR PUSTAKA

Ajzen, I., & Fishbein, M., 1980, Understanding Attitude and Predicting Social Behavior, Englewood Cliff, New York: Prectice Hall.

Ajzen, I., & Madden, T.J., 1986. Predicting og Goal-Directed Behavior: Attitude, Intentions and
Perceived Behavior Control. Journal of Experimental Social Psychology, Vol. 22, 453 –
474.

Ardiantari, T. 1992. Hubungan antara Sifat Pemantauan Diri dengan Pola Perilaku Konsumtif pada Remaja yang Bekerja sebagai Pembantu Rumah Tangga di  beberapa Komplek Perumahan di Yogyakarta, Intisari Skripsi. Tidak diterbitkan. Yogyakarta: Fakultas Psikologi Universitas Gajah Mada.

Bryan, A.D., Aiken, L.S., and West, S.G., 1996. Increasing Condom Use: Evaluation of Theory- Based Intervention to prevent Sexually Transmitted Diseases in Young Woman. Health Psychology, Vol. 15, No. 5, h. 371-382.

Fishbein, M., & Middlestadt, S.E., 1989. Using Theory of Reasoned Action as a Framework for Understanding and changing AIDS- Related Behaviors, In : Mays, V.M.; Albee, G.W. & Schneider, S.F, (Eds), Primary Prevention of AIDS: Psychological Approaches, (Series Primary Prevention of Psychopathology vol. XIII) London: Sage Publications.

Hadi, S., 1977. Statistik, Jilid II. Yogyakarta: Yayasan Penerbitan Fakultas Psikologi Universitas
Gajah Mada.

Harris,  M.B.,  and  Koehler,  K.M.,  1992.  Eating  and  Exercise  Behavors  and  Attitudes  of
Southwestern Anglos and Hispanic. Psychology and Health. Vol. 7, h. 165-174.

Haryani, E., 1995. Sikap Kepemimpinan ditinjau dari Perilaku Asertif dan Jenis Kelamin pada Organisasi Muda Mudi Katolik Gereja Mater Dei, Semarang. Skripsi. Tidak diterbitkan. Semarang: Fakultas Psikologi Universitas Katolik Soegijapranata Semarang.

Hedges, L.V., & Olkin, I. 1985. Statistical Methods for Meta-Analysis. London: Academis Press
Inc.
 
Hobiyanto, Y.N. 1994. Hubungan antara Sikap terhadap Kesehatan dengan Perilaku Merokok di Kecamatan Semarang Tengah. Skripsi. Tidak diterbitkan. Semarang: Fakultas Psikologi Universitas Katolik Soegijapranata Semarang.

Hunter, J.E., & Shcmidt, F.L. 1990. Methods of Meta-Analysis: Correcting Error and Bias in
Reseach Findings. London: Sage Publications, Inc.

Jostein, R. Prediction and Change of Condom Behavior in Norwegian Adolescent : Using The
Theory of Reasoned Action. Journal of Health & Social Behavior, 1991, Vol. 32, 130-
144.

Kartina, E., 1994. Sikap Keterbukaan Siswa dalam Pergaulan dengan Interaksi Sosial Siswa di Sekolah. Skripsi. Tidak diterbitkan. Semarang: Fakultas Psikologi Universitas Katolik Soegijapranata Semarang.

Kristiadi, A., 1998. Hubungan antara Sikap terhadap Sistem Desentralisasi dengan Kepuasan Kerja Kepala-kepala Seksi pada Perusahaan Textile PT. Kusumahadi Santoso, Karanganyar- Surakarta. Intisari Skripsi. Tidak diterbitkan. Yogyakarta: Fakultas Psikologi Universitas Gajah Mada.

Larsen, M.H., and Collins, B.E., The UCLA Multidimensional Condom Attitude Scale: Documenting The Complex Determinats of Condom Use in College Students, Health Psychology, 1994, Vol, 13, 224-237.

Mann, L. 1969. Social Psychology, Sydney: John Wiley & Sons Australia PTY, Ltd.

Martin, C.D. & Salovey, P., 1996. Death Attitudes and Self Reported Health Relevant Behaviors.
Journal of Health Psychology, Vol.. 1(4), h. 441-453.

Noorfaizal, I. 1992. Hubungan Sikap terhadap Belajar dengan Prestasi Belajar Sisiwa Klas II di SMA Don Bosco Semarang. Skripsi. Tidak diterbitkan. Semarang: Fakultas Psikologi Universitas Katolik Soegijapranata Semarang.

Purnama, S.H. 1993, Studi Hubungan antara Prestasi Belajar dengan Sikap Penerimaan Diri pada Siswa  Kelas  III  SMA  Negeri  14  di  Kodia  Semarang.  Skripsi.  Tidak  diterbitkan. Semarang: Fakultas Psikologi Universitas Katolik Soegijapranata Semarang.

Rahmah, L.Z., 1992. Studi Hububungan antara Sikap Peduli Lingkungan dengan Perilaku Konsumtif pada Mahasiswi Universitas Gajah Mada. Intisari Skripsi. Tidak diterbitkan. Yogyakarta: Fakultas Psikologi Universitas Gajah Mada.

Richard, I.Z., der Pligt, J.V., and de Vries, N., Anticipated Affective Reactions and Prevention Of
AIDS. British Journal of Social Psychology, 1995, Vol. 34, 9-21.

Riwiwidyastuti, A.N. 1998. Aspirasi Berprestasi ditinjau dari Sikap Kompetitif pada remaja Akhir..  Skripsi.  Tidak  diterbitkan. Semarang: Fakultas  Psikologi Universitas Katolik Soegijapranata Semarang.

Sasongkowati, S.M.S., 1991. Hubungan antara Tingkat Maskulinitas dengan Sikap Emansipasi pada Mhasiswa AKABA 17, Semarang. Skripsi. Tidak diterbitkan. Semarang: Fakultas Psikologi Universitas Katolik Soegijapranata Semarang.
 
Secord, P.F. & Backman, C.W., 1964. Social Psychology. New York: Mc. Graw Hill Book
Company.

Setianingsih, R., 1994, Hubungan antara Minat Membaca Rubrik Seks dengan Perilaku Seks Remaja di SMA “B”. Intisari Skripsi. Tidak diterbitkan. Yogyakarta: Fakultas Psikologi Universitas Gajah Mada.

Surjaningtyas, P.B. 1999. Hubungan antara Sikap Permisif Ibu dalam Menonton Televisi dengan Prestasi   belajar   Anak.   Skripsi.   Tidak   diterbitkan.   Semarang:   Fakultas   Psikologi Universitas Katolik Soegijapranata Semarang.

Stacy, A.W., Bentler, P.M., and Flay, B.R., 1994. Attitudes and Health Behavior in Diverse Population: Drunk Driving, Alcohol Use, Binge Eating, Marijuana Use and Cigarette Use, Health Psychology, Vol. 13 No. 1, h. 73-85.

Terry, D.J., Galligan, R.F., and Vincent, J.C., 1993. The Prediction of Safe Sex Behavior; The Role of Intentions, Attitudes, Norm and Control Beliefs. Psychology and Health, Vol. 8, h. 355-368.

Werdiastuti, T.,  1982.  Hubungan antara  Sikap  Pelajar  terhadap Mata  Pelajaran IPS  dengan Prestasi belajar pada Pelajar Klas II IPS SMA Negeri Tirtonirmolo, Yogyakarta. Intisari Skripsi. Tidak diterbitkan. Yogyakarta: Fakultas Psikologi Universitas Gajah Mada.

Wilson, D.,   Zenda, A., Mc. Master, J., Lavelle, S. Factors Predicting Zimbabwean Students
Intentions to Use Condoms. Psychology and Health, 1992, Vol, 7, 99-114.

Wismanto, Y.B., Bart, S., Linda D., The Relationship Between Knowledge, Attitude, Intention, Self Efficacy and Risk Behavior, Research Report, Soejiapranata Catolic University,
1997.

Yuniati,  C.,  1996.  Hubungan  antara  Sikap  terhadap  Pelatihan  dengan  Produktivitas  Kerja Saleman PT. Kenvin Garment Semarang.. Skripsi. Tidak diterbitkan. Semarang: Fakultas Psikologi Universitas Katolik Soegijapranata Semarang.

Kristiadi, A., 1998. Hubungan antara Sikap terhadap Sistem Desentralisasi dengan Kepuasan Kerja Kepala-kepala Seksi pada Perusahaan Textile PT. Kusumahadi Santoso, Karanganyar- Surakarta. Intisari Skripsi. Tidak diterbitkan. Yogyakarta: Fakultas Psikologi Universitas Gajah Mada.

Kristiadi, A., 1998. Hubungan antara Sikap terhadap Sistem Desentralisasi dengan Kepuasan Kerja Kepala-kepala Seksi pada Perusahaan Textile PT. Kusumahadi Santoso, Karanganyar- Surakarta. Intisari Skripsi. Tidak diterbitkan. Yogyakarta: Fakultas Psikologi Universitas Gajah Mada.

PENGARUH SIKAP TERHADAP PERILAKU KAJIAN META ANALISIS KORELASI | Moch Wahib Dariyadi | 4.5

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *