PENGGUNAAN BAHASA PERANTARA PADA BUKU AJAR

PENGGUNAAN BAHASA PERANTARA PADA BUKU AJAR
Dr. H. Uril Bahruddin, MA
 
Berbicara tentang buku ajar bahasa Arab tidak bisa lepas dari pembahasan tentang jenis bahasa Arab apa yang diajarkan dalam buku tersebut. Secara umum, bahasa Arab yang harus diajarkan dan ditulis dalam buku ajar adalah bahasa fuṣha, karena memang bahasa ‘amiyah tidak banyak memberi manfaat bagi pembelajar. Bahasa fuṣha adalah bahasa standar yang dapat difahami oleh seluruh penutur bahasa Arab, sementara bahasa ‘amiyah tidak bisa difahami kecuali oleh masyarakat Arab tertentu saja yang memiliki bahasa ‘amiyah tersebut. Sementara tujuan kita belajaran bahasa Arab adalah agar dapat berkomunikasi dengan semua orang, maka pilihannya jatuh hanya pada bahasa fuṣha.
Namun, apabila kita lihat kembali perkembangan bahasa fuṣha, akan kita temukan bahawa bahasa fuṣha terbagi menjadi dua macam, fuṣha tradisinal dan fuṣha modern. Yang dimaksud dengan fuṣha tradisional adalah bahasa fuṣha yang digunakan untuk menulis buku-buku atau karya sastra kuno berbahasa Arab. Sudah barang tentu bahasa tersebut masih bisa kita fahami hingga hari ini. Sementara bahasa fuṣha modern adalah bahasa fuṣha dengan adanya sejumlah penambahan kosa kata baru karena tuntan zaman modern. Penambahan kosa kata baru itu sendiri telah memenuhi kaidah penambahan bahasa sehingga kosa kata baru itu termasuk bagian dari bahasa fuṣha juga.
Kedua jenis bahasa fuṣha sebagaimana di atas, hendaknya digunakan secara seimbang dalam buku ajar bahasa Arab. Sikap ekstrim dengan hanya memilih salah satu jenis bahasa fuṣha saja, justru akan berdampak tidak baik pada penguasaan jenis bahasa fuṣha yang lain. Padalah kedua jenis bahasa fuṣha itu sama-sama kita perluakan.
Permasalahan mendasar lainnya adalah penggunaan bahasa perantara dalam buku ajar bahasa Arab. Yang dimaksud dengan bahasa perantara ada dua macam: pertama, adalah bahasa ibu, seperti buku ajar bahasa Arab untuk orang Indonesia dengan menggunakan pengantar bahasa Indonesia, dimana antara guru dan murid sama-sama mengerti bahasa Indonesia. Kedua, adalah buku ajar yang menggunakan pengantar bahasa Inggris, dimana antara guru dan muridnya memiliki bahasa ibu yang berbeda. Seperti orang Rusia yang belajar bahasa Arab dan gurunya orang Indonesia, sehingga bahasa pengantar buku ajar yang mungkin digunakan adalah bahasa Inggris.
Terkait dengan penggunaan bahasa perantara pada buku ajar bahasa Arab, menurut sebagian tokoh linguistik terapan merupakan hal yang boleh-boleh saja. Sebagaian penulis buku melihat dengan menggunakan bahasa perantara pembelajaran bahasa Arab akan lebih efisien. Seorang murid lebih mudah memahami buku yang dipelajari. Bahasa perantara bisanya digunakan untuk menerjemahkan kosa kata, kalimat dan teks serta untuk menuliskan perintah dan intruksi pembelajaran.
Sementara sebagaian tokoh yang lain menolak penggunaan bahasa pengantar dalam buku ajar bahasa Arab. Alasan utama penolakan mereka karena dengan menggunakan bahasa perantara akan membuat para pembelajar berfikir tidak menggunakan bahasa tujuan, sehingga kosa kata bahasa tujuan (Arab) membutuhkan waktu yang lama untuk meresap di benak mereka. Dengan tidak menggunakan bahasa perantara, buku ajar bahasa Arab dapat digunakan oleh siapa saja yang ingin belajar bahasa Arab, dari berbagai latar belakang kewarganegaraan sekalipun. Anak-anak ketika belajar bahasa ibunya juga tidak menggunakan bahasa perantara, sehingga sangat dimungkinkan efektifitas pembelajaran bahasa Arab bagi non Arab dengan tidak menggunakan bahasa perantara.
Pengalaman buku ajar bahasa lain selain bahasa Arab juga menunjukkan hal yang sama, yaitu adanya efektifitas dalam proses pembelajaran ketika tidak menggunakan bahasa perantara. Memang, secara waktu membutuhkan sedikit tambahan waktu dan juga tenaga untuk memahami isi buku yang keseluruhannya menggunakan bahasa Arab itu. Namun, hasilnya dapat memantapkan pembelajar dalam menguasai bahasa Arab. Disamping itu penggunaan media pembelajaran tidak dibutuhkan jika buku ajar ditulis dengan menggunakan bahasa perantara.
Pada prinsipnya, perlu dicoba penggunaan kedua jenis buku ajar tersebut, mana yang lebih efektif dalam mengajarkan bahasa Arab, dengan menggunakan buku ajar yang menggunakan bahasa perantara dan yang tidak. Wallahu A’lam.
===============
cak.uril@gmail.com

About The Author

Saya adalah Bloger asal Malang yang menyukai kegiatan yang berhubungan dengan perkembangan IT, Design dan juga Pendidikan. Berupaya untuk selalu menebarkan kebermanfaatan bagi sesama.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *