PENGORGANISASIAN INFORMASI / PENGETAHUAN DALAM INGATAN MANUSIA

 

Belajar merupakan tindakan yang dilakukan seseorang untuk membekali diri dengan pengetahuan, keterampilan dan sikap mulia yang bermanfaat bagi kehidupannya. Menurut Bloom (1988) defenisi belajar adalah perubahan tingkah laku yang relatif menetap sebagai hasil dari pengalaman . Secara praktis dan diasosiasikan

sebagai proses memperoleh informasi . Menurut Kupferman (1981) belajar adalah proses dimana manusia dan binatang menyesuaikan tingkah lakunya sebagai hasil dari pengalaman.Memori ingatan adalah proses dimana informasi belajar disimpan dan dapat dibaca kembali (dikeluarkan kembali). (library.usu.ac.id diakses 06 Juli 2018).

Belajar menurut teori kognitif adalah perubahan persepsi dan pemahaman, yang tidak selalu berbentuk tingkah laku yang dapat diamati dan dapat diukur. Asumsi teori ini adalah bahwa setiap orang telah memiliki pengetahuan dan pengalaman yang telah tertata dalam bentuk struktur kognitif yang dimilikinya. Proses belajar akan berjalan dengan baik jika materi pelajaran atau informasi baru beradaptasi dengan struktur kognitif yang telah dimiliki seseorang. (Modul Teori Kognitif PPG UM 2018).

Kegiatan belajar akan lebih bermakna dengan melibatkan semua indera yang ada. Manusia dapat mengetahui sesuatu dengan menggunakan indranya melalui interaksinya dengan obyek dan lingkungan, misalnya dengan melihat, mendengar, menjamah, membau, atau merasakan, seseorang dapat mengetahui sesuatu. Pengetahuan bukanlah sesuatu yang sudah ditentukan, melainkan sesuatu proses pembentukan. Semakin banyak seseorang berinteraksi dengan obyek dan lingkungannya, pengetahuan dan pemahamannya akan obyek dan lingkungan tersebut akan meningkat dan lebih rinci. (Modul Teori Konstruktivis PPG UM 2018).

Pengetahuan / informasi yang diperoleh dari hasil belajar akan dapat bermanfaat di kemudian hari jika seseorang dapat mengorganisasikan pengetahuan tersebut dengan ingatannya. Von Galserfeld (dalam Paul, S., 1996) mengemukakan bahwa ada beberapa kemampuan yang diperlukan dalam proses mengkonstruksi pengetahuan, yaitu;

  • Kemampuan mengingat dan mengungkapkan kembali pengalaman,
  • Kemampuan membandingkan dan mengambil keputusan akan kesamaan dan perbedaan,
  • kemampuan untuk lebih menyukai suatu pengalaman yang satu dari pada lainnya.

Faktor-faktor yang juga mempengaruhi proses mengkonstruksi pengetahuan adalah konstruksi pengetahuan seseorang yang telah ada, domain pengalaman, dan jaringan struktur kognitif yang dimilikinya. Proses dan hasil konstruksipengetahuan yang telah dimiliki seseorang akan menjadi pembatas konstruksi pengetahuan yang akan datang. Pengalaman akan fenomena yang baru menjadiunsur penting dalam membentuk dan mengembangkan pengetahuan. Keterbatasanpengalaman seseorang pada suatu hal juga akan membatasi pengetahuannya akanhal tersebut. Pengetahuan yang telah dimiliki orang tersebut akan membentuk suatujaringan struktur kognitif dalam dirinya. (Modul Teori Konstruktivis PPG UM 2018)

Mengorganisasikan informasi / pengetahuan dalam ingatan manusia sangat diperlukan dalam proses belajar. Proses belajar akan lebih bermakna jika seseorang dapat mengorganisasikan ingatannya tentang pengetahuan, pengalaman dan hasil interaksi belajar yang sudah dilakukan sebelumnya dengan pengetahuan baru yang sedang dipelajari. Berdasarkan hal tersebut perlu kiranya disusun sebuah makalah dengan judul “ Pengorganisasian Informasi / Pengetahuan Dalam Ingatan Manusia”.

 

  1. Pengorganisasian

Pengorganisasian merupakan proses, cara, perbuatan untuk mengorganisasi yaitu mengatur dan menyusun bagian (orang dan sebagainya) sehingga seluruhnya menjadi suatu kesatuan yang teratur. (https://kbbi.web.id diakses 20 juni 2018).Strategi pengorganisasian isi pembelajaran disebut oleh Reigeluth, Bunderson, dan Merrill (1977) sebagai structural strategy, yang mengacu kepada cara untuk membuat urutan (sequencing) dan mensintesis (synthesizing) fakta-fakta, konsep-konsep, prosedur, atau prinsip-prinsip yang berkaitan.

Sequencing mengacu kepada pembuatan urutan penyajian isi bidang studi dan synthesizing mengacu kepada upaya untuk menunjukkan kepada si-pembelajar keterkaitan antar isi bidang studi itu. Pengorganisasian pembelajaran secara khusus, merupakan fase yang amat penting dalam rancangan pembelajaran. Synthesizing akan membuat topik-topik dalam suatu bidang studi menjadi lebih bermakna bagi si-belajar (Ausubel,1968) yaitu dengan menunjukkan bagaimana topic-topik itu terkait dengan keseluruhan isi bidang studi. Sequencing atau penataan urutan, amat diperlukan dalam pembuatan sintesis.(https://kistono.wordpress.com diakses 06 Juni 2018)

  1. Informasi / Pengetahuan

Pengetahuan merupakan segala sesuatu yang diketahui oleh manusia. Sesuatu ini bisa berupa informasi yang bersifat teoritis maupun praktis. Dalam pendekatan konstruktivistik, pengetahuan bukanlah kumpulan fakta dari suatu kenyataan yang sedang dipelajari, melainkan sebagai konstruksi kognitif seseorang terhadap obyek, pengalaman, maupun lingkungannya. Pengetahuan bukanlah sesuatu yang sudah ada dan tersedia dan sementara orang lain tinggal menerimanya. Pengetahuan adalah sebagai suatu pembentukan yang terus menerus oleh seseorang yang setiap saat mengalami reorganisasi karena adanya pemahaman-pemahaman baru.

Pengetahuan bukanlah suatu barang yang dapat dipindahkan dari pikiran seseorang yang telah mempunyai pengetahuan kepada pikiran orang lain yang belum memiliki pengetahuan tersebut. Bila guru bermaksud untuk mentransfer konsep, ide, dan pengetahuannya tentang sesuatu kepada siswa, pentransferan itu akan diinterpretasikan dan dikonstruksikan oleh siswa sendiri melalui pengalaman dan pengetahuan mereka sendiri. (Modul Teori Konstruktivis PPG UM 2018), sedangkan dalam pandangan teori belajar kokonstruktivistik, pengetahuan yang dimiliki seseorang berasal dari sumber-sumber sosial yang terdapat di luar dirinya. Untuk mengkonstruksi pengetahuan, diperlukan peranan aktif dari orang tersebut. Pengetahuan dan kemampuan tidak datang dengan sendirinya, namun harus diusahakan dan dipengaruhi oleh orang lain. (Modul Teori Konstruktivis PPG UM 2018)

  1. Ingatan Manusia

Manusia dewasa mempunyai lebih dari 100 milyar neuron, yang satu sama lain

berhubungan secara spesifik dan rumit sehingga memungkinkan untuk mengingat,

melihat, belajar, berpikir, kesadaran dan lain-lain (Schatz 1992). Struktur otak

terbentuk sesuai dengan program yang secara biologis tersimpan dalam DNA, dan

organ tersebut baru bekerja setelah selesainya seluruh penataan yang rumit

tersebut.

Pada saat baru lahir, hampir seluruh neuron yang harus dimiliki sudah ada, tapi

berat otaknya hanya ¼ dari otak dewasa. . Otak menjadi bertambah besar karena

pembesaran neuron , bertambahnya jumlah akson dan dendrit sesuai dengan

perkembangan hubungan antar sesamanya.. Untuk menyempurnakan

perkembangan maka anak kecil harus diberi rangsangan melalui raba, speech

(berbicara) dan images (daya hayal) . (Bloom 1988, Schatz 1992) (library.usu.ac.id)

Menurut Lashley’s banyak daerah dan struktur di otak sebagaimana corteks

serebri juga berperan dalam belajar dan mengingat. Ingatan juga kelihatannya

didistribusikan secara berlebihan didaerah korteks.

Untuk mengingat sesuatu manusia harus berhasil melakukan 3 hal yaitu mendapatkan informasi, menyimpannya dan mengeluarkan kembali (memanggil kembali). Kegagalan dalam mengingat sesuatu dapat disebabkan karena gangguan pada salah satu dari ke 3 proses tersebut. (Bloom 1988). Secara neurobiologi pada proses belajar dan ingatan terdapat 4 prinsip dasar, yaitu:

  • Ingatan mempunyai beberapa tahap dan selalu berubah
  • Ingatan jangka panjang akan terjadi perubahan fisik pada otak
  • jejak ingatan didistribusikan diseluruh sistem saraf
  • Hipokampus dan lobus temporalis kelihatannya mempunyai fungsi yang unik dalam proses ingatan manusia.

Menurut Donald Hebb (1949), ingatan dibedakan atas ingatan jangka pendek (short term memory) dan ingatan jangka panjang (long term memory). Ingatan jangka pendek adalah suatu proses aktif yang berlangsungnya terbatas, tidak meninggalkan bekas. Ingatan jangka pendek ini diperantarai oleh post tetanic potensiation atau inhibisi presynaptik. Bentuk belajar jangka pendek yang paling sederhana disimpan dalam perubahan fisik dalam reseptor perifer yang sifatnya sementara. Sedangkan Ingatan jangka panjang dihasilkan oleh perubahan struktural pada sistem saraf, yang terjadi karena aktifasi berulang terhadap lingkaran neuron (loop of neuron). Lingkaran tersebut dapat dari korteks ke thalamus atau hipokampus, kembali lagi ke korteks. Aktifasi berulang terhadap neuron yang membentuk loop tersebut akan menyebabkan synaps diantara mereka secara fungsional berhubungan. Sekali terjadi hubungan, maka neuron tersebut akan merupakan suatu kumpulan sel, yang bila tereksitasi pada neuron tersebut akanterjadi aktifasi seluruh kumpulan sel tersebut. Dengan demikian dapat disimpan dan dikembalikan lagi oleh berbagai sensasi, pikiran atau emosi yang mengaktifasi beberapa neuron dari kumpulan sel tersebut. Menurut Hebb perubahan struktural tersebut terjadi di sinaps. (Kupferman 1981, Bloom 1988). (library.usu.ac.id)

  1. Pengorganisasian Informasi / Pengetahuan dalam Ingatan Manusia

Mengorganisasikan pengetahuan dalam ingatan sangat penting dilakukan sebagai salah satu indikator keberhasilan proses belajar. Menurut Von Galserfeld (dalam Paul, S., 1996) mengemukakan bahwa ada beberapa kemampuan yang diperlukan dalam proses mengkonstruksi pengetahuan, yaitu;

  • kemampuan mengingat dan mengungkapkan kembali pengalaman,
  • kemampuan membandingkan dan mengambil keputusan akan kesamaan dan perbedaan, dan
  • kemampuan untuk lebih menyukai suatu pengalaman yang satu dari pada lainnya.

Faktor-faktor yang juga mempengaruhi proses mengkonstruksi pengetahuan adalah konstruksi pengetahuan seseorang yang telah ada, domain pengalaman, dan jaringan struktur kognitif yang dimilikinya. Proses dan hasil konstruksi pengetahuan yang telah dimiliki seseorang akan menjadi pembatas konstruksi pengetahuan yang akan datang. Pengalaman akan fenomena yang baru menjadi unsur penting dalam membentuk dan mengembangkan pengetahuan. Keterbatasan pengalaman seseorang pada suatu hal juga akan membatasi pengetahuannya akan hal tersebut. Pengetahuan yang telah dimiliki orang tersebut akan membentuk suatu jaringan struktur kognitif dalam dirinya

PENGORGANISASIAN INFORMASI / PENGETAHUAN DALAM INGATAN MANUSIA | Moch Wahib Dariyadi | 4.5

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *