Penilaian Berbasis Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP)

Penilaian Berbasis Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP)

Penilaian merupakan penafsiran hasil pengukuran dan penentuan hasil belajar. Aspek yang diukur dalam penilaian berbasis KTSP mencakup penilaian proses dan hasil belajar yang meliputi (a) aspek kognitif (6 tingkat kognitif berfikir yaitu pengetahuan, pemahaman, aplikasi, analisis, sintesis, evaluasi), (b) aspek psikomotorik (kompetensi melakukan ketrampilan atau praktik), (c) afektif (kompetensi yang berkaitan dengan sikap, tingkah laku, minat, emosi dan motivasi, kerjasama, koordinasi dari setiap didik) (Depdiknas, 2007).

Penilaian dalam KTSP menganut prinsip penilaian berkelanjutan dan komprehensif guna mendukung upaya memandirikan siswa untuk belajar, bekerja sama, dan menilai diri sendiri. Karena itu, penilaian dilaksanakan dalam kerangka penilaian berbasis kelas (PBK) (Muslich, 2007). PBK merupakan suatu kegiatan pengumpulan informasi tentang proses dan hasil belajar siswa yang dilakukan oleh guru yang bersangkutan sehingga penilaian tersebut akan “mengukur apa yang hendak diukur” dari siswa (Puskur dalam Muslich, 2007).

Dalam praktiknya, PBK ini harus memperhatikan tiga ranah (domain), yaitu ranah pengetahuan (kognitif), ranah sikap (afektif), dan ranah ketrampilan (psikomotorik). Ketiga ranah ini dinilai secara proporsional sesuai dengan sifat mata pelajaran atau materi pembelajaran yang akan dikenakan siswa. Menurut Ainin (2005), dalam penilaian pada ranah afektif ini unsur-unsur yang dinilai adalah minat dan sikap siswa terhadap pembelajaran bahasa Arab: bagaimana keaktifan siswa di kelas, bagaimana ketepatan waktu dalam mengumpulkan tugas, bagaimana kehadiran di kelas, bagaimana semangat belajarnya, dan lain-lain. Sedangkan alat evaluasi yang digunakan bervariasi, diantaranya portofolio, lembar observasi, tes performansi, jurnal, dan tes (formatif dan sumatif).

Secara teknis Ainin (2005) menjelaskan, portofolio berkaitan dengan kumpulan hasil karya siswa yang dipresentasikan oleh hasil pemikiran, minat, hasil usaha, respon, dan harapan siswa terhadap pembelajaran bahasa Arab. Lembar observasi digunakan untuk mendeskripsikan aktifitas siswa, baik aktifitas pada tataran afektif (sikap, minat, dan antusias siswa) dalam pembelajaran bahasa Arab, maupun pada tataran kognitif dan psikomotorik siswa (partisipasi dalam kelas, respon siswa terhadap stimulus yang terjadi di kelas, kemampuan berbahasa Arab siswa). Tes performansi berkaitan dengan hasil karya atau penampilan siswa melalui pengamatan dengan menggunakan panduan penilaian berupa daftar cek atau skala rating. Jurnal merupakan catatan harian yang digunakan oleh siswa untuk memberikan kesan atau komentar terhadap aktifitas belajarnya, termasuk yang berkaitan dengan perasaan dan pengalaman pada saat belajar seperti minat siswa, problema siswa, dan keberhasilan siswa. Sementara itu, tes merupakan salah satu alat untuk mengetahui kompetensi berbahasa Arab siswa, terutama kompetensi pada ranah kognitif dan psikomotorik. Tes ini dapat diselenggarakan pada penilaian formatif dan sumatif.

Apabila dikaitkan dengan komponen ketujuh dalam pendekatan kontekstual, yaitu penilaian autentik (authentic assessment), konsep dan prinsip penilaian yang dikembangkan KTSP tidak ada perbedaan, bahkan sangat sinergis. Karena dalam KTSP, penilaian diarahkan pada proses mengamati, menganalisis, dan menafsirkan data yang telah terkumpul ketika atau dalam proses pembelajaran siswa berlangsung, bukan semata-mata pada hasil pembelajaran (Muslich, 2007:92). Dengan demikian, prinsip dasar penilaian autentik dapat diterapkan sepenuhnya dalam pembelajaran berbasis kompetensi.

PBK sangat beragam. Jenis dan model  mana yang dipakai amat bergantung pada jenis kompetensi dan indikator hasil belajar yang ingin dicapai, tipe materi pembelajaran, dan tujuan penilaian itu sendiri. Keragaman PBK

About The Author

Saya adalah Bloger asal Malang yang menyukai kegiatan yang berhubungan dengan perkembangan IT, Design dan juga Pendidikan. Berupaya untuk selalu menebarkan kebermanfaatan bagi sesama.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *