PERBEDAAN SOSIOLINGUISTIK DENGAN ANTROPOLOGI

PERBEDAAN SOSIOLINGUISTIK DENGAN ANTROPOLOGI

 

 
 

 
 

PERBEDAAN SOSIOLINGUISTIK DENGAN ANTROPOLOGI

 
Antropologi adalah kajian tentang masyarakat dari sudut kebudayaan dalam arti luas. Kebudayaan dalam arti luas bisa mencakup hal-hal seperti kebiasaan, adat, hukum, nilai, lembaga sosial, religi, teknologi, dan bahasa. Bagi antropologi, bahasa sering kali dianggap sebagai ciri penting bagi jati diri (identitas) bagi sekelompok orang berdasarkan etnik. Masyarakat Jakarta dapat dipilah-pilah berdasarkan etnik mereka, menjadi kelompok Cina, Arab, Jawa, Sunda, Betawi, dan sebagainya, dan ciri atau jati diri tiap kelompok itu adalah bahasa.

Bagaimana seorang warga Jakarta berhubungan dengan warga lain, bahasa apa yang dipakai untuk mengumpulkan data dapat berupa wawancara, kuesioner, atau pengamatan. Salah satu teknik pengamatan yang banyak dipakai oleh sosiolinguistik (SL) (yang biasa dipakai oleh antropologi) adalah apa yang disebut pengamatan berpartisipasi: peneliti melibatkan diri dalam kehidupan masyarakat yang diteliti sambil mengamati apa yang sedang terjadi. Peneliti memang dapat bertanya kepada informan seperti “Dalam berhubungan dengan anggota suku lain, Anda memakai bahasa apa?”, baik dengan wawancara ataupun dengan kuesioner, tetapi yang lebih baik dengan melibatkan diri ke dalam kehidupan orang itu dan mengamati apa yang benar-benar terjadi jika ia berbicara dengan orang lain dari suku lain.

Sumber: Sumarsono. 2010. Sosiolinguistik. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. 

Artikel terkait: Perbedaan Sosiolinguistik dengan Dialektologi

 

 

 

 

0 komentar:

 

Poskan Komentar

 

 

 
 

 

 

 

 

About The Author

Saya adalah Bloger asal Malang yang menyukai kegiatan yang berhubungan dengan perkembangan IT, Design dan juga Pendidikan. Berupaya untuk selalu menebarkan kebermanfaatan bagi sesama.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *