PERINGATAN HBA INTERNASIONAL

PERINGATAN HBA INTERNASIONAL

Dr. H. Uril Bahruddin, MA

Peringatan Hari Bahasa Arab Internasional tahun ini terasa lebih istimewa bagi saya pribadi dibandingkan dengan peringantan-peringatan sebelumnya. Baru sadar ternyata hari pernikahan kami adalah 18 Desember juga, sehingga setiap memperingati HBA Internasional pada saat yang sama juga memperingati peristiwa pernikahan kami.
Peringatan HBA Internasional tahun ini harus saya ikuti selama tiga hari berturut-turut, sebelum hari H, yaitu pada tanggal 17 Desember 2016, kawan-kawan yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Muslim Pascasarjana (Himmpas) mengadakan seminar Internasional dengan tema Bahasa Arab dan Peradapan Dunia. Kegiatan seminar itu dilaksanakan dalam rangka memperingati HBA Internasional juga. Salah satu pembahasan yang berkembang pada seminar tersebut adalah pentingnya memberikan perhatian pada materi balaghah yang selama ini terkesan dikesampingkan dari belajar bahasa Arab, padahal dengan menguasai balaghah, tujuan belajar bahasa Arab bagi kaum muslimin untuk memahami al Quran akan lebih mudah tercapai, karena bahasa Al Quran sarat dengan bentuk-bentuk balaghah.
Diantara pembahasan lain yang cukup menarik perhatian hadirin adalah bahwa kita belum boleh bangga kalau bahasa Arab sudah dijadikan sebagai bahasa resmi PBB, karena dasar pengakuan mereka adalah keterpaksaan dan bukan karena mereka cinta dengan bahasa. Lebih dari itu mereka telah meletakkan posisi bahasa Arab pada level keenam paling rendah, padahal seharusnya berada pada level pertama. Karena itu, kita sebagai muslim harus mempelopori meletakkan bahasa Arab ini pada posisi yang sesungguhnya, dan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang sejak awal telah melakukan hal itu, dengan mewajibakan berlajar bahasa Arab bagi seluruh mahasiswanya, dari jurusan manapun mereka datang.
Puncak peringatan HBA yang diselenggarakan oleh UIN Maulana Malik Ibrahim pada tahun ini juga terasa sangat istimewa. Acara HBA kali ini diselenggarakan di luar kampus UIN, yaitu aula Walikota Batu. Puncak acara HBA tersebut dilaksanakan pada malam hari dengan dihadiri banyak tamu dari manca negara, diantaranya dari Turki, Saudi Arabia, Libia, Mesir, Malaysia, Brunei Darussalam dan juga Indonesia sendiri. Pada peringatan HBA kali ini juga secara khusus UIN Maulana Malik Ibrahim Malang telah menandatangani surat kerjasama dengan Dlot Fundation yang berpusat di Makkah Al Mukarramah dan bergerak di bidang pembelajaran bahasa Arab. Kerjasama yang digagas kali ini lagi-lagi adalah untuk pengembangan bahasa Arab di kampus tercinta.
Diantara yang memberikan sambutan pada HBA Internasional malam itu adalah Prof. Dr. Sholih Al Syitsri, beliau adalah pelatih guru bahasa Arab senior dari Arabic For All, Riyadh, Saudi Arabia. Beliau dalam sambutannya bercerita tentang sejarah perkembangan bahasa Arab dan problematika yang dihadapainya. Perkembangan bahasa Arab berbeda dengan perkembangan bahasa-bahasa yang lain, hingga memaksa UNESCO untuk mengakui bahasa Arab sebagai salah satu bahasa yang dipakai dalam kegiatannya. Perkembangan bahasa Arab akan terus berlangsung dan tidak akan pernah putus hingga dunia ini berakhir.
Arabic For All adalah lembaga swasta berpusat di Riyadh yang bergerak di bidang pengembangan bahasa Arab. Tidak hanya berhasil membuat buku ajar yang sangat fenomenal untuk diajarkan saat ini yaitu “Al ‘Arabiyah Baina Yadaika”, namun lembaga itu juga sangat komitmen untuk melatih guru bahasa Arab di seluruh dunia. Mereka meyakini bahwa guru bahasa Arab adalah batu bata utama untuk mewujudkan kesuksesan belajar bahasa Arab, betapapun baiknya buku ajar, jika tidak diajarkan oleh guru yang kompeten, maka buku itupun tidak akan sukses. Karena itu, Arabic For All sangat perhatian dengan peningkatan kompetensi guru dan telah menyelenggarakan 22 kali pelatihan guru bahasa Arab di Indonesia, yang tersebar di 8 kota-kota bersar seperti Jakarta, Yokyakarta, Malang dan lain sebagianya. Jumlah guru dan dosen bahasa Arab yang telah mengikuti pelatihannya tidak kurang dari 836 guru dalam kurun waktu dari tahun 2004 hingga 2016.
Kegiatan ketiga dalam rangka memperingati HBA Internasiobal adalah seminar bahasa Arab yang diadakan oleh kawan-kawan Himpunan Mahasiswa Jurusan PBA, Institut Darul Lughah wad Da’wah Bangil. Saya diminta untuk berbicara tentang konsep lingkungan berbahasa Arab dan pengembangannya dalam rangka untuk meningkatkan ketrampilan berbicara. Kegiatan seminar yang dilakukan di Dalwa Hotel Syari’ah itu mulai dari awal hingga akhir menggunalan bahasa Arab sebagai bahasa pengantarnya. Dengan menyelenggarakan kegiatan seperti itu yang bahasa pengantarnya adalah bahasa Arab, maka kita secara tidak langsung telah membentuk salah satu dari model lingkungan berbahasa Arab yang harus dikembangkan.
Semoga keguatan memperingati HBA Internasional seperti ini semakin membuktikan bahwa bahasa Arab itu tidak sulit untuk dipelajari dan diajarkan. Wallahu A’lam.
===============
cak.uril@gmail.com

About The Author

Saya adalah Bloger asal Malang yang menyukai kegiatan yang berhubungan dengan perkembangan IT, Design dan juga Pendidikan. Berupaya untuk selalu menebarkan kebermanfaatan bagi sesama.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *