Problem Manajemen Dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam

Problem Manajemen Dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam
  1. Problem Manajemen Dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam

Manajemen sering diartikan sebagai ilmu, kiat, dan profesi. Dikatakan sebagai ilmu oleh Gulick karena manajemen dipandang sebagai suatu bidang pengetahuan yang secara sistematik berusaha memahami mengapa dan bagaimana orang bekerja sama. Dikatakan sebagai kiat oleh Follet karena manajemen mencapai sasaran melalui cara-cara dengan mengatur orang lain menjalankan dalam tugas. Dipandang sebagai profesi karena manajemen dilandasi oleh keahlian khusus untuk mencapai suatu prestasi manajer, dan para profesional dituntun oleh suatu kode etik.

Dalam proses manajemen melibatkan fungsi-fungsi pokok yang ditampilkan oleh seorang manajer atau pemimpin, yaitu: perencanaan (Planning), pengorganisasian (organizing), pemimpin (Leading), dan pengawasan (Controlling), oleh karena itu, manajemen diartikan sebagai proses merencana, mengorganisasi, memimpin dan mengendalikan upaya organisasi dengan segala aspeknya agar tujuan organisasi tercapai secara efektif dan efisien. [1]

Seringkali pendidikan agama Islam secara umum kurang diminati dan kurang mendapat perhatian dikarenakan materi kurikulum dan manajemen pendidikan yang kurang memadai, kurang relevan dengan kebutuhan masyarakat dan dunia kerja. Setelah mengetahui kenyataan itu, maka pembaharuan terhadap manajemen pendidikan Islam perlu diperhatikan.



[1]     Nanang Fattah, Landasan Manajemen Pendidikan (Bandung: Remaja Rosdakarya, 2004), hlm. 1

 

About The Author

Saya adalah Bloger asal Malang yang menyukai kegiatan yang berhubungan dengan perkembangan IT, Design dan juga Pendidikan. Berupaya untuk selalu menebarkan kebermanfaatan bagi sesama.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *