Artikel, Tutorial, Tips dan Trik

TEKNIK BERMAIN DALAM PEMBELAJARAN BAHASA ARAB DI MADRASAH IBTIDAIYAH KHADIJAH MALANG

0

TEKNIK BERMAIN DALAM PEMBELAJARAN

BAHASA ARAB DI MADRASAH IBTIDAIYAH

KHADIJAH MALANG

 

Chusnul Chotimah*

 

 

الملخص: يهدف هذا البحث الكيفي إلى وصف تعليم اللغة العربية بالألعاب في المدرسة الابتدائية خديجة بمالانج. وتكون العينة من تلاميذ الفصل الرابع واكتسبت المعلومات بالمقابلة والملاحظة والمستندات. وصل البحث إلى نتيجة تقول إن أساليب التدريس بالألعاب مختلفة وكانت مكتسبة من الكتاب التعليمي من مطبعة بوتراتما بتتانج تيمور. ومما يؤيد إجراء عملية التدريس بهذا الأسلوب تنويع الألعاب، ورغبة الدارسين وتوفير الوسائل. ولكن اختلاف مستوى كفائتهم وعدد المشاركين وتوفير مدرّسة واحدة من المشكلات التي لا جد من حلها. وتسعى المدرسة إلى التعاون مع مؤسسات تربوية وتوفير الوسائل التعليمية.

الكلمات الرئيسة: تعليم اللغة العربية، تعليم اللغة العربية بالألعاب، المدرسة الابتدائية خديجة

 

 

43

 

Kenyataan di lapangan banyak menunjukkan bahwa pembelajaran bahasa Arab di madrasah baik Ibtidaiyah, Tsanawiyah, maupun Aliyah cenderung monoton dan membosankan. Hal tersebut akan berdampak pada siswa dalam mengikuti pembelajaran. Mereka dapat merasa bosan, jenuh, dan tidak semangat, yang akhirnya berakibat pada tidak disenanginya bahasa Arab oleh siswa. Kenyataan seperti itu sebenarnya tidak perlu terjadi apabila para guru memiliki kesadaran untuk meningkatkan kualitas pembelajarannya dengan melakukan berbagai variasi pembelajaran. Variasi tersebut dapat dilakukan pada berbagai aspek materi, metode, media pembelajaran, dan tempat. Untuk menggairahkan minat belajar siswa, guru dapat menggunakan berbagai teknik pembelajaran. Di antara teknik yang digunakan dalam pembelajaran bahasa Arab, utamanya untuk anak-anak adalah teknik bermain (Muhaiban, 2002).

Permainan adalah salah satu kegiatan yang tidak bisa terlepas dari kehidupan anak-anak, karena itu segala aktivitas yang ditujukan untuk anak-anak selalu diikuti dengan permainan, baik mereka di dalam lingkungan sekolah, maupun ketika berada di lingkungan keluarga, dan masyarakat. Bermain merupakan aktivitas yang menyenangkan dan merupakan kebutuhan yang sudah melekat (inherent) dalam diri setiap anak. Proses belajar mengajar bahasa Arab untuk anak yang menggunakan teknik permainan akan menciptakan situasi

alamiah dalam pemerolehan bahasa Arab, guru dapat menggunakan berbagai teknik bermain dalam pembelajaran bahasa Arab, sehingga bahasa Arab tidak dipandang sebagai bahasa yang sulit, melainkan bahasa yang bisa dan mudah dipelajari untuk setiap kelompok usia.

            Indikator lain yang sangat mengesankan yaitu di MI Khadijah Malang telah menerapkan dan mengembangkan teknik bermain dalam pembelajaran bahasa Arab. Kondisi obyektif seperti ini sudah barang tentu menghilangkan kesan yang selama ini berkembang bahwa bahasa Arab merupakan bahasa asing yang sulit dipelajari oleh siswa khususnya bagi pebelajar pemula.

42

 

                Penelitian tentang teknik bermain dalam pembelajaran bahasa asing di SD pernah dilakukan oleh Donny Andrian dalam pelajaran bahasa Inggris. Hasil penelitiannya menunjukkan bahwa permainan dapat meningkatkan aktivitas siswa di kelas dalam pelajaran bahasa Inggris, karena menarik dan tidak menyulitkan.

44

 

Permasalahan yang muncul berkaitan dengan teknik bermain dalam pembelajaran bahasa Arab di MI Khadijah Malang adalah apa saja teknik bermain yang digunakan dalam pembelajaran bahasa Arab di MI Khadijah Malang, materi yang diajarkan dalam pembelajaran bahasa Arab dengan teknik bermain, faktor-faktor pendukung penggunaan teknik bermain, faktor-faktor penghambat penggunaan teknik bermain, dan usaha yang dilakukan dalam mengembangkan teknik bermain pembelajaran bahasa Arab di Madrasah Ibtidaiyah Khadijah Malang.

Berkaitan dengan permasalahan di atas, maka tujuan penelitian ini adalah: (1) Mendeskripsikan berbagai macam teknik bermain yang diterapkan di MI Khadijah Malang. (2) Mendeskripsikan materi yang diajarkan dalam teknik bermain di MI Khadijah Malang. (3) Mendeskripsikan faktor-faktor pendukung teknik bermain dalam pembelajaran bahasa Arab di MI Khadijah Malang. (4) Mendeskripsikan faktor-faktor penghambat teknik bermain dalam pembelajaran bahasa Arab di MI Khadijah Malang. (5) Mendeskripsikan usaha yang dilakukan dalam pengembangan teknik bermain pembelajaran bahasa Arab di MI Khadijah Malang.

45

 

Hasil penelitian ini diharapkan memberikan manfaat bagi (1) Universitas Negeri Malang, khususnya PSBA Fakultas Sastra, sebagai bahan masukan dalam menyusun program paket khusus PBA untuk anak (Al Arabiyah lil Athfal), (2) MI yang bersangkutan, dapat dijadikan sebagai bahan untuk mengevaluasi diri dalam meningkatkan PBA di sekolah, (3) Depag, hasil penelitian dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan dalam mengembangkan konsep-konsep materi dan buku ajar bahasa Arab dalam pembelajaran bahasa Arab (4) peneliti, hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai bahan memperdalam wawasan keilmuan yang diperoleh di bangku kuliah dan kemudian diterapkan di lapangan, dan (5) peneliti selanjutnya, hasil penelitian ini berguna sebagai sumber inspirasi dan bahan pustaka.

 

METODE

Penelitian ini menggunakan rancangan deskriptif kualitatif. Dengan menggunakan rancangan ini peneliti menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan pelaku yang diamati (Bodgan dan Taylor dalam Moleong 2000:3). Penelitian ini dilakukan di MI Khadijah Malang dengan subyek penelitian adalah siswa-siswi kelas IV MI Khadijah Malang, sedangkan fokus penelitian adalah teknik bermain dalam pembelajaran bahasa Arab. Informan dalam penelitian ini adalah guru dan kepala sekolah. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara, observasi dan dokumentasi. Langkah-langkah analisis data dalam penelitian ini meliputi: (1) identifikasi data, (2) klasifikasi data dan penyaringan data dan (3) penyimpulan data.

 

HASIL

Jenis-Jenis Teknik Bermain

            Dari hasil analisis data yang berhubungan dengan teknik bermain diketahui bahwa jenis-jenis teknik bermain yang diterapkan di MI Khadijah Malang bervariasi yaitu praktek menjadi guru, penghuni terakhir, menyusun kalimat, menebak gambar, membuat foto keluarga, bangku berjajar, kalimat tersembunyi puzzle, lempar pesawat, kuis kocok-kocok, kotak rahasia, dan miniatur benda dari korek api

 

Praktek Menjadi Guru

Permainan ini digunakan guru untuk melatih keterampilan berbicara dan membaca. Adapun cara bermain permainan ini adalah sebagai berikut.

  • Guru menyiapkan buku besar dan alat penyangganya.

46

 

Guru membaca bacaan yang telah ditulis guru di buku besar dari buku pegangan bahasa Arab siswa-siswa.

  • Guru menjelaskan tugas-tugas siswa yaitu:

(1)   Siswa mendengarkan dan memperhatikan ketika guru membaca dan siswa tidak boleh membuka buku.

(2)   Setelah selesai membaca guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk membaca dan memperhatikan bacaan yang ada di buku besar.

(3)   Guru menyuruh siswa ke depan untuk menjadi guru dan membaca bacaan yang ada di buku besar dan siswa yang lain menirukan.

Contoh permainan ini dalam pembelajaran bahasa Arab adalah sebagai berikut.

(a)    Guru menyuruh seluruh siswa untuk menuliskan namanya masing-masing di kertas setelah itu digulung dan mengumpulkannya di dalam kaleng.

(b)   Setelah semua nama terkumpul, guru mengocok kaleng dan menjatuhkan satu kertas, setelah itu guru memanggil nama yang tertulis di kertas tersebut.

(c)    Siswa maju ke depan dan membaca bacaan dengan diawali basmallah dan siswa-siswa yang lain menirukan.

(d)   Setelah selesai membaca, siswa yang telah menjadi guru tadi mengocok kaleng dan mengeluarkan satu kertas dan menyebutkan nama yang tertulis di kertas tersebut, demikian seterusnya sampai lima siswa yang maju.

(e)    Setelah selesai, guru menyuruh siswa-siswa untuk memilih guru yang terbaik di antara lima siswa tersebut dengan cara menuliskan nama di kertas dan digulung kemudian dimasukkan ke dalam kaleng.

(f)    Siswa yang mendapat suara terbanyak akan mendapatkan hadiah dari bu guru berupa snack, dan siswa-siswa yang lain juga mendapatkan permen.

 

47

 

Penghuni Terakhir

Permainan ini sangat menarik bagi siswa-siswa, permainan  tersebut seperti yang ada di televisi. Permainan ini digunakan untuk melatih kemahiran berbicara dan penguasaan kosakata siswa untuk diaplikasikan dalam permainan.

Sebagai contoh guru mengajarkan materi    أدوات مدرسيةmaka guru menyuruh siswa untuk menyebutkan dalam bahasa Arab.

Cara bermain:

  • Guru menyiapkan bangku atau yang disebut dengan kursi panas, kunci dan pita panjang untuk kunci.
  • Guru menjelaskan peran-peran dalam permainan penghuni terakhir yang terdiri dari bos, pemegang kunci dan peserta yang akan duduk di kursi panas. Tugas bos adalah memberikan pertanyaan kepada peserta yang duduk di kursi panas, pemegang kunci yang memberikan kunci kepada peserta yang berhasil menjawab pertanyaan, dan bagi peserta wajib menjawab pertanyaan, jika peserta tidak dapat menjawab tidak diperkenankan duduk kembali ke bangku semula.
  • Untuk memilih peserta yang duduk di kursi panas guru menggunakan lagu pertanyaan dan jawaban yang sekaligus digunakan untuk mengenalkan benda-benda sekolah yang telah diajarkan guru dengan diiringi tepuk tangan, misalnya: “…sebutkan benda-benda di dalam kelas, dalam bahasa Arab…”
  • Setelah guru menyajikan lagu tersebut siswa menyebutkan benda-benda di sekolah dengan bahasa Arab dan siswa yang lain menyebutkan terjemahannya, hal ini dilakukan secara bergiliran, misalnya siswa A menyebutkan  سبورة dan siswa B menyebutkan papan tulis. Bagi siswa yang salah dalam menerjemahkan bahasa Arab, maka siswa tersebut akan duduk di kursi panas demikian seterusnya sampai lima peserta yang duduk di kursi panas.
  • Guru menentukan siswa yang akan menjadi bos dan pemegang kunci dengan diserahkan kepada siswa-siswa dengan cara menuliskan nama-nama calon di kertas dan dimasukkan ke dalam kaleng, siswa yang mendapat suara terbanyak akan menjadi bos dan pemegang kunci.

48

 

Contoh permainan penghuni terakhir sebagai berikut.

1)      Bos menunjuk siswa yang lain untuk memberikan pertanyaan kepada peserta yang duduk di kursi panas.

2)      Siswa yang ditunjuk membuat pertanyaan bebas kepada salah satu peserta, misalnya:

 
 

Buku tulisku  :      التلميذ

المشترك ١  : كتابى

 

 

 

 

 

 

 

3)      Untuk setiap peserta yang duduk di kursi panas jika salah dalam menjawab diberikan tiga pertanyaan sampai bisa menjawab.

4)      Setelah waktunya selesai guru menyerahkan kepada pemegang kunci untuk memberikan kunci kepada peserta yang bisa menjawab pertanyaan.

 

Menyusun Kalimat

Permainan ini melatih keterampilan menyimak, berbicara dan menulis. Cara bermain:

  • Guru membacakan hiwar yang bertemakan keluarga yang ada di buku bahasa Arab kelas IV, dengan diulang tiga kali.
  • Siswa mendengarkan dan memperhatikan, tidak diperbolehkan membuka buku.
  • Setelah guru membaca, guru memberikan 44 amplop yang di dalamnya berisi potongan-potongan hiwar yang jumlahnya delapan, kertas berwarna dan lem.
  • Guru menyuruh siswa untuk menyusun hiwar dengan baik dan benar sesuai dengan yang didengar dan dipahami siswa.

49

 

Hiwar yang telah disusun ditempel di kertas berwarna, setelah itu hasil pekerjaan siswa ditukarkan ke siswa lain, danhasil pekerjaan siswa yang salah diberi tanda seeprti diberi garis bawah.

  • Stetelah dikoreksi bersama pekerjaan siswa dikembalikan lagi.
  • Guru menanyakan kepada siswa tentang jumlah kesalahan mereka dalam menyusun hiwar, bagi siswa yang benar semua akan mendapatkan bintang dari guru.
  • Guru menyuruh siswa untuk menempel pekerjaannya di buku pekerjaan siswa (PR), kemudian guru menyuruh mereka untuk membetulkan susunan hiwar yang salah dengan menulis kembali hiwar tersebut di buku sekaligus menerjemahkan, dan siswa yang menyusun dengan benar hanya menerjemahkan saja. Kemudian dikumpulkan pada pertemuan berikutnya.Waktu yang diperlukan untuk menyusun hiwar ini selama 30 menit.

 

Menebak Gambar

Permainan menebak gambar ini dapat melatih penguasaan kosakata.

Cara bermain:

  • Guru membawa gambar, gambar dapat berupa foto keluarga, profesi dan alat-alat sekolah.
  • Sebelum memberitahukan gambarnya, guru menjelaskan bahwa gambar yang dibawanya berhubungan dengan materi yang telah diajarkan seperti keluarga/usroh, peralatan sekolah/adawatun madrasiyah, profesi/mihnah.
  • Guru menunjukkan gambar kepada siswa, misalnya:
 
 

المعلم    : ما هذا ؟

 التلاميذ : هذا أب

 

 

 

 

 

 

 

 

Membuat Foto Keluarga

Permainan ini dapat melatih keterampilan menulis. Cara bermain:

50

 

Guru menyuruh siswa untuk membawa foto keluarga, lem, kertas asturo dan gunting.

  • Guru menulis dan menjelaskan kosakata yang berhubungan dengan tugas mereka di papan tulis seperti ayah/abun, ibu/ummi, saudara laki-laki/akhun, saudara permpuan/ukhtun, ibu rumah tangga/robbatulbait, pegawai negeri/muwadhofun hulumiyun, tentara/jundiyun, mahasiswa/tholibun. Kosakata yang ditulis ini untuk membantu siswa dalam membuat cerita keluarga.
  • Guru memberikan contoh tentang membuat foto keluarga dan menempelkan di papan tulis.
  • Siswa membuat bentuk kertas asturo sesuai dengan keinginan siswa, seperti kereta api dan rumah.
  • Siswa menempel foto keluarga di kertas asturo.
  • Siswa membuat cerita pendek tentang keluarga masing-masing sesuai dengan foto yang mereka bawa.
  • Setelah siswa selesai mereka mengumpulkan ke guru bahasa Arab.

 

Bangku Berjajar

Permainan ini dapat melatih penguasaan kosakata dan keterampilan berbicara.

Cara bermainan:

  • Guru menyuruh siswa untuk mengambil 10 bangku ke depan dan ditata berbentuk segi empat.
  • Guru menyuruh siswa untuk duduk di bangku yang sudah disiapkan.
  • Guru menjelaskan cara permainannya, sebagai berikut:

(1)   Siswa disuruh membuat kalimat dengan menunjuk bendanya, dan kalimatnya bebas.

(2)   Setelah salah satu siswa membuat kalimat, kemudian siswa-siswa yang lain mengucapkan setuju/muwafiq.

(3)   Siswa disuruh untuk berpindah atau mencari tempat duduk yang lain.

(4)  

51

 

Siswa yang tidak mendapat tempat duduk akan mendapat hukuman yaitu membuat kalimat dengan menunjuk bendanya, demikian seterusnya. Contoh permainan ini sebagai berikut.

 
 

المعلم   : هذه سبو رة

التلاميذ : موافق

 

 

 

 

 

 

Ketika guru membuat kalimat dengan menunjukkan bendanya. Siswa-siswa mengucapkan muwafiq, kemudian siswa-siswa mencari tempat duduk yang lain dan tidak boleh bergeser. Siswa yang tidak mendapat tempat duduk akan dihukum membuat kalimat seperti yang dicontohkan di atas. Demikian seterusnya.

 

Kalimat Tersembunyi

Permainan ini digunakan untuk mengembangkan kemampuan kosakata dan keterampilan menulis.

Cara bermain:

  • Sebelum permainan, guru mengingatkan pada materi sebelumnya yang pernah diajarkan yaitu materi tentang al-mihnah, kata sifat, kata ganti kepunyaan, dan kata tunjuk jauh dan dekat baik muannas dan mudzakar. Guru menanyakan kepada siswa tentang profesi, guru bertanya dalam bahasa Indonesia dan siswa-siswa menjawab dengan bahasa Arab, misalnya:
 
 

Guru    : Petani (pr)

Siswa   : فلاحة

Guru    : Insinyur (lk)

Siswa   : مهندس

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  • Guru membagi siswa dalam 7 kelompok, setiap kelompok terdiri dari 5-6 anggota.

52

 

Guru menyuruh masing-masing siswa untuk membawa buku PS (Pekerjaan Sekolah).

  • Guru membagi kertas yang bertuliskan bahasa Arab dan bahasa Indonesia kepada stiap kelompok, masing-masing kelompok diberi 5 kertas.
  • Guru menyuruh perwakilan tiap kelompok untuk meninggalkan kelas.
  • Guru menyuruh kepada anggota kelompok yang ada di kelas untuk menyembunyikan kalimat yang telah diberi guru di dalam kelas seperti di almari, di balik gambar-gambar, di bawah meja, di kotak dan lain-lain.
  • Setelah semua kalimat disembunyikan, guru menyuruh tujuh siswa yang ada di luar kelas untuk masuk kelas dan mencari kalimat-kalimat yang disembunyikan. Setiap anak harus mendapatkan lima kertas baik berbahasa Arab maupun berbahasa Indonesia.
  • Kelompok yang pertama kali mendapatkanlima kertas akan mendapatkan point atau hadiah dari guru.
    • Semua siswa kembali ke kelompoknya masing-masing dengan kertas tersebut.
  • Guru menyuruh masing-masing siswa untuk menerjemahkan bahasa Arab ke dalam bahasa Indonesia dan sebaliknya bahasa Indonesia ke dalam bahasa Arab kemudian dikerjakan di buku pekerjaan sekolah masing-masing. Kalimat yang diterjemahkan tersebut sesuai dengan kalimat yang diperoleh masing-masing kelompok. Siswa diperbolehkan untuk membuka buku bahasa Arab dan menanyakan kosakata yang belum dipahami kepada guru bahasa Arab.
  • Setelah selesai, semua siswa mengunpulkan bukunya ke guru bahasa Arab untuk dinilai hasil kerja mereka.

53

 

Puzzle

Permainan puzzle ini dapat melatih kreativitas siswa dan melatih kesabaran anak. Adapun cara pembuatan dan cara bermain puzzle yang diterapkan di MI Khadijah Malang sebagai berikut.

  • Guru membagikan 44 amplop yang masing-masing berisi 20 potongan kertas kepada 44 siswa.
  • Guru menyuruh siswa untuk menyusun puzzle agar menjadi utuh berupa gambar. Sebelum membagikan amplop guru terlebih dahulu memberikan contoh.
  • Selain menyusun puzzle siswa juga mengerjakan tugas berupa soal yang ada di dalam puzzle.
  • Puzzle yang telah disusun siswa ditempel di kertas gambar, setelah itu dikumpulkan untuk diberi point oleh guru.

 

Lempar Pesawat

Lempar pesawat dapat pula disebut pesawat pertanyaan. Permainan ini dapat melatih siswa dalam mengembangkan penguasaan kosakata yang telah diajarkan dan melatih keterampilan berbicara. Permainan ini dapat pula melatih siswa dalam melakukan tanya jawab dengan temannya (question).

Cara bermain:

  • Guru membuat dua pesawat, pesawat pertama diberi tulisan “pertanyaan” dan pesawat kedua diberi tulisan “jawaban”.
  • Guru memberikan penjelasan kepada siswa cara bermain lempar pesawat.
  • Guru melempar dua pesawat secara bersamaan kepada siswa, dan melempar pesawat dari berbagai arah misalnya depan, belakang dan sudut.
  • Siswa yang mendapatkan pesawat yang bertuliskan pertanyaan harus membuat pertanyaan, pertanyaannya bebas sesuai dengan kemampuan siswa, dan siswa yang mendapatkan pesawat yang bertuliskan jawaban harus memberikan jawaban sesuai dengan pertanyaan yang diberikan oleh siswa yang mendapatkan pesawat pertanyaan, demikian seterusnya.

54

 

Contoh permainan yang diterapkan di MI Khadijah  sebagai berikut.

(1) Guru memulai permainan dengan melempar pesawat.

  (2) Siswa yang mendapat pesawat pertanyaan memberikan pertanyaan, ؟ هل هذا قلم Siswa yang membuat pertanyaan tersebut dengan menunjukkan benda  yang dimaksud.

(3) Siswa yang mendapat pesawat jawaban memberikan jawaban,  نعم، هذا فلم                                                                                                                  

(4)   Setelah itu kedua siswa tersebut maju dan melempar pesawat ke arah    siswa-siswa yang lain, dan demikian seterusnya.

 

Kuis Kocok-Kocok

Permainan ini digunakan untuk mengembangkan kemampuan kosakata.

Cara bermain:

  • Guru menyuruh siswa untuk menulis namanya masing-masing di kertas, setelah itu digulung dan dimasukkan ke dalam kaleng, permainan ini seperti arisan. Setelah terkumpul di dalam kaleng dikocok-kocok dan semua siswa mengucapkan “…kocok terus kocok-kocok…”
  • Setelah dikocok guru mengeluarkan empat kertas dan memanggil nama-nama yang tercantum di dalam kertas, kemudian siswa yang dipanggil maju ke depan.

55

 

Guru memberikan pengarahan kepada empat siswa tersebut. Jika guru menyebutkan suatu benda maka keempat siswa tersebut berlari untuk menunjukkan benda sesuai dengan yang diperintahkan oleh guru, misalnya guru menyebutkan مكتب, siswa berlari untuk memegang مكتب bagi siswa yang tertinggal maka wajahnya akan diberi coretan kapur, siswa tidak boleh mengahpusnya, dan siswa yang menghapus coretan tersebut akan diberi hukuman seperti menyanyi (sesuai dengan kesepakatan kelas).

  • Pada akhir permainan guru menyuruh siswa tersebut untuk mengaca di cermin yang ada di kelas.

 

Kotak Rahasia

Permainan ini digunakan untuk mengembangkan kemampuan kosakata dan keterampilan berbicara karena dengan permainan ini terjadi proses tanya jawab (question) antara guru dan siswa.

  • Guru menyiapkan benda yang akan disembunyikan.
  • Guru memberikan penjelasan tentang benda yang disembunyikan.

Sebagaimana yang telah dijelaskan oleh guru bahasa Arab:

      “…ibu punya benda, benda ini termasuk alat sekolah…”

  • Benda yang dibawa guru telah dibungkus seperti kado.
  • Siswa menyebutkan benda-benda yang berhubungan dengan peralatan sekolah/adawatun madrasiyah secara bergiliran dan setiap siswa tidak boleh sama.
  • Setelah semua siswa menyebutkan, siswa membuat pertanyaan, dan guru hanya menjawab na’am atau la’, misalnya:
 
 

Siswa   : Apakah benda itu dibeli di toko?

Guru    : Ya

Siswa   : Apakah bentuknya keras?

Guru    : Ya

Dan seterusnya

 

 

 

 

 

 

 

 

  • Setelah semua siswa memberikan pertanyaan dan dapat menebak benda yang dibawa oleh guru adalah pensil/mirsamun.
  • Bagi siswa yang menjawab dengan benar akan mendapat pensil tersebut.

56

 

Miniatur Benda dari Korek Api

Permainan ini dapat melati kreativitas anak-anak.

Cara bermain :

  • Guru menyuruh siswa untuk membawa korek api, lem, kertas asturo, dan gunting.
  • Guru mengingatkan pelajaran tentang peralatan sekolah/adawatun madrasiyah seperti pensil/mirsamun, buku/kitabun, papan tulis/saburotun, kursi/kursiyun dan lain sebagainya, dengan menggunakan bahasa Arab.
  • Guru membawa contoh  miniatur benda dari korek api.
  • Guru menyuruh siswa untuk membuat benda-benda yang ada di kelas dari korek api.
  • Benda yang sudah jadi ditempel di kertas asturo, untuk bentuk atau model kertas asturo boleh dibuat sesuai dengan keinginan siswa.

Dengan permainan ini dapat merangsang data kreativitas anak-anak selain itu hasil dari kerja siswa dapat diketahui anak yang telaten dan kreatif sehingga hasilnya rapi dan bagus.

 

Materi Teknik Bermain

57

 

Materi yang digunakan dari buku bahasa Arab kelas IV penerbit Putratama Bintang Timur. Pada tiap kali pertemuan sebelum permainan, guru mengingatkan siswa pada materi sebelumnya dengan menyebutkan kosakata yang akan dihubungkan dengan permainan. Pemberian teknik bermain diberikan pada kelas IV. Waktu permainan disajikan pada awal pelajaran karena anak lebih semangat. Waktu penyajian permainan ini diberikan selama 30 menit pada awal pelajaran setelah itu dimulai pelajaran. MI Khadijah Malang telah memiliki buku panduan materi bahasa Arab penerbit Putratama Bintang Timur dengan KBK. Selain buku panduan, guru bahasa Arab juga menggunakan buku penunjang lainnya seperti Toha Putra, Arba’in dan Aneka Ilmu. Buku-buku tersebut sangat membantu guru untuk mempersiapkan materi-materi yang akan diajarkan kepada siswa-siswa dengan urutan yang jelas.

 

Faktor Pendukung Teknik Bermain

Pembelajaran bahasa Arab dengan teknik bermain di MI Khadijah Malang bervariasi dan disesuaikan dengan kurikulum. Media yang dipakai dalam teknik bermain guru membuat sendiri. Media yang dibuat sendiri oleh guru bahasa Arab seperti permainan puzzle dari kertas HVS yang diberi gambar dan tulisan-tulisan dalam bahasa Arab. Media yang digunakan dalam teknik bermain antara lain: benda-benda yang ada di kelas seperti papan tulis, almari, kapur, penghapus, pensil, buku besar, papan gantung dan lain-lain. Sedangkan media lain yang diperlukan dalam permainan adalah peralatan yang digunakan oleh siswa dalam pelajaran kertakes (keterampilan dan kesenian) seperti gunting, lem, kertas berwarna, korek api.

 

Faktor Penghambat Teknik Bermain

Kemampuan tiap siswa MI Khadijah Malang heterogen. Hal ini dapat diketahui dari hasil kerja siswa dalam permainan ada yang bagus dan kreatif ada pula yang masih membutuhkan bimbingan. MI Khadijah Malang memiliki satu orang guru bahasa Arab yang mengajar tiga kelas, di samping mengajar bahasa Arab juga mengajar bahasa Inggris dan bahasa Indonesia. Dalam Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) jumlah seharusnya 20-30 siswa akan tetapi di kelas IV berjumlah 44 siswa sehingga guru mengalami kesulitan dalam mengawasi siswa secara keseluruhan dan sulit memantau kegiatan pembelajaran secara lebih detail.

 

Usaha-Usaha dalam Mengembangkan Teknik Bermain

MI Khadijah Malang menjalin kerjasama dengan pihak lain yaitu dengan dosen-dosen di Universitas Negeri Malang (UM) dengan mengikutsertakan guru pada kegiatan-kegiatan seperti lokakarya atau pelatihan guru bidang studi yang secara fungsional diadakan di UM terhadap guru-guru bahasa Arab yang ada di madrasah, dengan MIN I Malang dalam Kelompok Kerja Guru Bidang Studi (KKG), dan MIN II dalam Kelompok Kepala Madrasah (KKM). Sarana atau fasilitas yang dimiliki Madrasah Ibtidaiyah Khadijah Malang kurang memadai seperti tidak adanya laboratorium bahasa karena lokalnya kecil dan alat peraga dalam pembelajaran bahasa Arab. Sedangkan fasilitas yang ada adalah perpustakaan. Usaha yang akan diwujudkan pada waktu yang akan datang adalah mendirikan laoratorium bahasa.

58

 

 

 

BAHASAN

Jenis-jenis Teknik Bermain

Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) ingin memusatkan diri pada pengembangan seluruh kompetensi siswa. Siswa dibantu agar kompetensinya muncul dan dikembangkan semaksimal mungkin. Dengan KBK siswa akan dibawa memasuki kawasan pengetahuan maupun penerapan pengetahuan yang didapatkan melalui pembelajaran. Dengan demikian kompetensi siswa (ability, skill dan knowledge) akan berkembang melalui proses belajar mengajar. Adanya kecenderungan dalam dunia pendidikan dewasa ini untuk kembali pada pemikiran bahwa anak akan belajar lebih baik jika lingkungan diciptakan secara alamiah. Belajar akan lebih bermakna jika anak “mengalami” sendiri apa yang dipelajarinya, bukan mengetahuinya. (Nurhadi, Yasin & Senduk, 2004:2-3).  Pendekatan yang digunakan dalam KBK adalah dengan pendekatan kontekstual.

59

 

Pendekatan kontekstual merupakan suatu konsep belajar dimana guru menghadirkan situasi dunia nyata ke dalam kelas dan mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapannya dalam kehidupan mereka sebagai anggota keluarga dan masyarakat. Dengan konsep ini diharapkan proses pembelajaran berlangsung alamiah dalam bentuk kegiatan siswa bekerja dan mengalami (Nurhadi, Yasin & Senduk, 2004:5). 

Salah satu kegiatan yang dapat menghadirkan situasi dengan dunia nyata dan menciptakan situasi yang alamiah adalah bermain. Bermain adalah kegiatan yang menghasilkan pengertian dan memberikan informasi, memberi kesenangan maupun mengembangkan imajinasi anak (Sudono dalam Mahliatussikah, 2002). Sejalan dengan yang dijelaskan Nurhadi, Yasin & Senduk (2004: 7) bahwa dalam proses pembelajaran siswa membangun sendiri pengetahuan mereka melalui keterlibatan aktif dalam proses belajar dan mengajar. Hakim (1997) menambahkan bahwa permainan hendaknya disajikan jangan terlalu mudah, monoton dan tidak menarik justru harus menyajikan tantangan sehingga akan memberikan hal-hal yang positif dan dapat merangsang serta mendorong anak untuk menciptakan hal-hal yang baru, hal ini sangat baik bagi perkembangan kreativitasnya.

Sehubungan dengan hal tersebut dapat disimpulkan bahwa teknik bermain yang diterapkan di MI Khadijah Malang merupakan strategi guru dalam melaksanakan pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL) yang menekankan pentingnya lingkungan alamiah  yang dapat merangsang kreativitas pada anak  dalam menerapkan pengetahuan dam keterampilan akademik dalam bentuk permainan.

 Adapun jenis-jenis teknik bermain yang diterapkan di MI Khadijah Malang dalam pembelajaran bahasa Arab yaitu praktek menjadi guru, penghuni terakhir, menyusun kalimat,  menebak gambar, membuat foto keluarga, bangku berjajar, kalimat tersembunyi, puzzle, lempar pesawat, kuis kocok-kocok, kotak rahasia, dan miniatur benda dari korek api.

 

 

 

60

 

Materi Teknik Bermain dalam Pembelajaran Bahasa Arab di Madrasah Khadijah Malang

Kurikulum 2004 mengutamakan kompetensi yang diraih siswa. Salah satu ciri Kurikulum Berbasis Kompetensi  (KBK) adalah menggunakan Contextual Teaching and Learning (CTL). Tujuh prinsip CTL yaitu mengkontruksi (constructing), menemukan (inquiry), bertanya (questioning), masyarakat belajar (learning community), refleksi (reflection), pemodelan (modeling), dan penilaian sebenarnya (authentic assessment) berupaya mengaitkan antara materi yang diajarkan dengan dunia nyata (Priyanti dalam Lestari, 2004: 3 ).

Materi pembelajaran adalah sumber belajar yang dirancang secara khusus yang disampaikan oleh guru kepada siswa untuk menanamkan sikap, keterampilan, dan pengetahuan secara efektif (Nufus, 2000:93-94). Materi yang digunakan dalam teknik bermain diambil dari buku pegangan wajib siswa yaitu buku bahasa Arab kelas IV penerbit Putratama Bintang Timur yang terdiri dari 10 pokok bahasan (dars), yang terdiri dari ta’aruf 1, ta’aruf 2, ta’aruf 3, adawatun madrasiyah, kam assa’ah, almihnah, ta’rifu bilism, taqdimul usroh, ushrotuasshodiq dan fil maktabah, dan pada tiap dars disajikan daftar kosakata baru yang berhubungan dengan materi beserta terjemahannya. Sehingga mudah digunakan oleh siswa sebagai kamus.

Pada tiap pokok bahasan diajarkan empat keterampilan berbahasa yang meliputi menyimak (istima’), berbicara (kalam), membaca (qiro’ah) dan menulis (kitabah). Sebagaimana yang terdapat pada Kurikulum Berbasis Kompetensi (Depag, 2003) bahwa tujuan pembelajaran bahasa Arab adalah mengembangkan keterampilan menyimak (istima’), berbicara (kalam), membaca (qiro’ah) dan menulis (kitabah).

61

 

Berdasarkan pemaparan di atas dapat disimpulkan bahwa materi yang digunakan dalam teknik bermain di MI Khadijah relevan dengan yang diterapkan dan sesuai dengan Kurikulum Berbasis Kompetensi dan prinsip-prinsip penyeleksian materi yaitu (1) penyeleksian materi pembelajaran bahasa Arab diorientasikan pada tujuan pembelajaran bahasa Arab, (2) materi pembelajaran bahasa Arab disajikan secara utuh, (3) materi pembelajaran bahasa Arab dimulai dari yang paling mudah dan sederhana ke yang paling sulit dan kompleks, (4) materi pembelajaran bahasa Arab hendaknya mencerminkan refleksi dan representasi dari kehidupan nyata anak-anak, (5) materi pembelajaran bahasa Arab diorientasikan pada kebutuhan anak-anak, (6) materi pembelajaran bahasa Arab dimulai dari hal-hal yang paling konkret dan frekuensi penggunaannya tinggi, (7) hendaknya disertai dengan alat bantu  (media gambar) yang jelas (komunikatif), tidal multi-interpretatif,  dan (i) materi pembelajaran bahasa Arab disjikan soal-soal latihan secara proporsional dan fungsional, baik untuk pemantapan kemampuan, perbaikan, maupun untuk pengayaan (Ainin, 2003). 

 

Jam Penyajian Teknik Bermain

Jumlah jam pelajaran yang disediakan merupakan perkiraan waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan pokok bahasan yang bersangkutan (Syukriah, 2002:48). Dari data yang diambil bahwa pembelajaran bahasa Arab di Madrasah Ibtidaiyah Khadijah Malang dilaksanakan pada jam pertama yaitu hari sabtu mulai pukul 07.15-08.30, dan penyajian teknik bermain pada tiap kali pertemuan disajikan dalam waktu 30 menit pada awal pelajaran. Penyajian teknik bermain pada awal pelajaran di Madrasah Ibtidaiyah Khadijah Malang sejalan dengan apa yang dikemukakan oleh Risakotta (dalam Asrori, 2002) bahwa permainan pada awal pelajaran sesuai dengan salah satu faktor penting yang harus diperhatikan dalam permainan yaitu permainan bisa digunakan pada awal pelajaran sebagai pemanasan, menarik perhatian.

 

 

 

62

 

Buku Pegangan Guru

Bahan ajar adalah isi pengajaran yang dibawakan untuk mencapai suatu tujuan tertentu, sedangkan isi proses belajar tercermin dalam bahan yang dipelajari (Ali, 2002:7). Bahan ajar yang digunakan dalam teknik bermain ini adalah buku panduan materi bahasa Arab kelas IV penerbit Putratama Bintang Timur yang disesuaikan dengan pendekatan Kurikulum Berbasis Kompetensi. Selain buku panduan guru bahasa Arab juga menggunakan buku penunjang lainnya seperti Toha Putra , Arba’in dan Aneka Ilmu. Buku-buku tersebut sangat membantu guru untuk mempersiapkan materi-materi yang akan diajarkan kepada siswa-siswa dengan urutan yang jelas. Agar pembelajaran berlangsung dengan baik guru menyatakan bahwa mereka juga membuat silabus untuk satu semester dan Rencana Pembelajaran (RP) untuk tiap kali pertemuan.

 

Faktor Pendukung Teknik Bermain

Permainan yang Bervariasi

Bermain merupakan suatu kegiatan yang sangat mutlak dibutuhkan, sebab dunia kanak-kanak adalah dunia bermain. Alat-alat permainan yang disajikan hendaknya jangan terlalu mudah, monoton, dan tidak menarik justru harus menyajikan tantangan sehingga akan memberikan hal-hal yang positif dan dapat merangsang serta mendorong anak untuk menciptakan hal-hal yang baru (Hakim, 1997).

63

 

Sedangkan pembelajaran bahasa Arab dengan teknik bermain di Madrasah Ibtidaiyah Khadijah Malang bervariasi yaitu praktek menjadi guru, penghuni terakhir, menyusun kalimat,  menebak gambar membuat foto keluarga, bangku berjajar, kalimat tersembunyi, puzzle, lempar pesawat, kuis kocok-kocok, kotak rahasia, dan miniatur benda dari korek api.  Dengan adanya berbagai variasi dalam permainan anak tidak akan merasa bosan dan akan meningkatkan kreativitas anak. Sebagaimana yang dinyatakan oleh Hakim (1997), bahwa permainan itu sebaiknya sebnayak mungkin, bahkan untuk setiap tahun ajaran baru seharusnya selalu ada permainan baru, dalam menciptakan permainan baru perlu bernilai islami, mudah dimainkannya, murah pembuatan alatnya, dapat membantu aspek kepribadian anak, baik aspek intelektual, keterampilan jasmani, serta kualitas emosi dan sosial.

 

Siswa yang Antusias

Permainan yang baik menerapkan banyak unsur-unsur penting dari teori pembelajaran, dan belajar yang baik akan terjadi dalam kondisi-kondisi berikut bila (1) partisipasi siswa meningkat, (2) tingkat kesukaan yang tinggi yang dirangsang, (3) umpan balik diberikan segera, (4) kesempatan-kesempatan untuk merespon ditingkatkan, (5) digunakannya percobaan yang konkrit daripada yang abstrak diberikan beragam kesempatan untuk mempraktekkan dan mereview (Blum & Yocom dalam Hitipeuw, 1997). Dari data yang terkumpul siswa-siswa kelas IV Madrasah Ibtidaiyah Khadijah Malang dangat senang dengan adanya permainan dalam pembelajaran bahasa Arab. Dengan adanya keantusiasan siswa akan berpengaruh juga terhadap hasil belajar siswa dalam pembelajaran bahasa Arab. Siswa yang memiliki minat dengan bahasa Arab akan memperoleh hasil yang baik.

 

Media

Media merupakan salah satu hal yang penting dalam pembelajaran khususnya dalam pembelajaran bahasa Arab. Dalam menerapkan teknik bermain guru juga membutuhkan media, dengan media sangat membantu guru dalam memperjelas materi pelajaran dan sebaliknya anak-anak akan lebih cepat mengerti, dan guru-guru sedapat mungkin menggunakan media setiap mengajarkan materi-materi baru (Prihatini, 2003:43).

Media yang digunakan dalam pembelajaran bahasa Arab dengan teknik bermain di MI Khadijah Malang yaitu benda-benda yang ada di kelas seperti papan tulis, almari, kapur, penghapus, pensil, buku besar, papan gantung dan lain-lain. Sedangkan untuk media lain yang diperlukan dalam permainan adalah peralatan yang digunakan oleh siswa dalam pelajaran kertakes (keterampilan dan kesenian) seperti gunting, lem, kertas berwarna, korek api.

64

 

Dari sini dapat disimpulkan bahwa guru tidak mengalami kesulitan dalam teknik bermain, karena media yang dibutuhkan tersedia di dalam kelas dan guru dapat memanfaatkan benda-benda di kelas dengan semaksimal mungkin, sebagaimana yang dijelaskan Asrori (1995:2) bahwa dengan permainan dapat mendorong guru untuk selalu kreatif.

 

Faktor Penghambat Teknik Bermain

Kemampuan Siswa

Mengajarkan bahasa Arab bagi anak-anak usia SD diperlukan upaya yang sangat besar dari guru dan dibutuhkan variasi cara dan media. Kendala yang dihadapi perlu diatasi dengan seksama mengingat tingkat pemahaman anak yang berbeda. Untuk itu diperlukan suatu kesabaran dari peserta didik, pengajar, dan orang tua. Disamping itu dibutuhkan banyak metode pengajaran untuk memperkenalkan kosakata ataupun konsep baru  kepada siswa serta media dan alat bantu yang berbeda (Lubis, 2002).

Jumlah Pengajar yang Kurang Memadai

Hambatan dalam pembelajaran dan pengajaran bahasa ialah kurangnya ruang belajar, buku-buku teks, serta kelompok pengajar yang kurang memadai (Rombepajung, 1998:15). Guru memegang peranan penting dalam proses pembelajaran. Jumlah pengajar yang cukup akan dapat mengontrol dengan mudah dan jumlah pengajar di MI Khadijah Malang hanya satu orang, sedangkan dalam kegiatan teknik bermain dalam pembelajaran bahasa Arab guru mengalami kesulitan dalam memantau siswa-siswa.

65

 

Dalam proses belajar bahasa menurut Subyakto (dalam Ainah, 2004:94) bahwa jumlah pengajar dibatasi antara 5-10 orang agar pengajaran bahasa target lebih efektif. Kurangnya guru bahasa Arab di MI Khadijah Malang karena MI Khadijah Malang adalah milik yayasan Masjid Khadijah Malang sehingga jika ada penambahan guru baru diperlukan biaya, sedangkan dana berasal dari yayasan. Sedangkan guru bahasa Arab di MI Khadijah Malang disamping mengajar bahasa Arab juga mengajar bidang studi bahasa Indonesia dan bahasa Inggris.

Dengan demikian dapat dikatakan bahwa jumlah pengajar dapat mengontrol kegiatan pembelajaran yang ada sehingga waktu dapat dijalankan dengan efektif dan efisien.

Kepadatan Kelas

Terdapat sejumlah faktor fisik dan psikologis yang dapat mempengaruhi pembelajaran dan pengajaran bahasa antara lain: kepadatan kelas, kebisingan, kelelahan siswa, serta kecemasan dalam menghadapi saat-saat ujian (Rombepajung, 1988:15). Salah satu faktor penghambat teknik bermain di MI Khadijah Malang adalah jumlah kelas yang terlalu besar, jika dalam KBK seharusnya 20-30 siswa akan tetapi di kelas IV berjumlah 44 siswa sehingga guru mengalami kesulitan dalam mengawasi siswa secara keseluruhan dan guru sulit untuk memantau kegiatan pembelajaran secara detail.

Dari sini dapat diketahui bahwa lancar tidaknya proses mengajar dipengaruhi oleh kapasitas dari jumlah siswa.

Usaha-Usaha Mengembangkan Teknik Bermain

Adanya siswa-siswi mengalami kesulitan belajar di sekolah-sekolah umum, mengidentifikasikan bahwa sekolah-sekolah sekarang ini perlu mencari berbagai alternatif untuk merangsang siswa belajar dan menemukan strategi belajar untuk mengatasi kesulitan belajar. Untuk memotivasi siswa agar dapat mengikuti belajar dengan baik, guru dapat melakukan variasi. Variasi ini bisa dilakukan dari segi materi, metode/teknik, media, dan tempat. Motivasi juga bisa diberikan kepada siswa dalam bentuk hadiah berupa pujian, nasihat/himbauan, nyanyian, barang, dan pemaparan hasil karya. Dalam memilih metode/teknik pembelajaran bahasa Arab anak, guru juga perlu melihat salah satu karakteristik yang menonjol yaitu bahwa mereka senang bermain. Melihat karakteristik itu maka metode yang relevan untuk pembelajaran bahasa Arab untuk anak-anak adalah metode bermain dengan berbagai tekniknya (Muhaiban, 2002).

66

 

Usaha untuk mengembangkan teknik bermain dalam pembelajaran bahasa Arab di MI Khadijah Malang yaitu meningkatkan kerjasama dengan lembaga lain, dan berusaha melengkapi sarana yang diperlukan dalam pembelajaran bahasa Arab di MI Khadijah Malang.

Meningkatkan Kerjasama dengan Lembaga Lain

Menggalang kerjasama dengan lembaga lain adalah salah satu usaha MI Khadijah Malang untuk mengembangkan dan melestarikan teknik bermain dalam pembelajaran bahasa Arab. Lembaga kerjasama diantaranya: Universitas Negeri Malang (UM) dan MIN I Malang. Hal ini dimaksudkan untuk mengembangkan pembelajaran bahasa arab.

Dengan Universitas Negeri Malang (UM), MI Khadijah mengikutsertakan guru bahasa Arab dalam kegiatan lokakarya yang diadakan Jurusan Sastra Arab Fakultas Sastra seperti dalam kegiatan pelatihan pembelajaran bahasa Arab untuk anak-anak, yang diadakan pada tanggal 13 Juli 2002. Sedangkan dengan MIN I Malang dalam kegiatan Kelompok Kerja Guru Bidang Studi (KKG) dan dengan MIN II dalam kegiatan Kelompok Kepala Madrasah (KKM). Dengan adanya kegiatan tersebut dapat meningkatkan kualitas guru dalam pembelajaran bahasa Arab.

Dengan mengikuti pelatihan kebahasaaraban diharapkan dapat meningkatkan guru dalam mengembangkan pembelajaran bahasa Arab, sebagaimana yang dijelaskan Khasairi (2003) pentingnya mengikutsertakan guru dalam kegiatan pelatihan dan penataran kebahasaaraban atau pengajaran bahasa Arab dapat menyesuaikan dan mengembangkan keahliannya dengan perkembangan terbaru.

67

 

Melengkapi Sarana yang Diperlukan dalam Pembelajaran Bahasa Arab

            Selain itu usaha yang dilakukan, berusaha melengkapi sarana yang diperlukan dalam pembelajaran bahasa Arab seperti laboratorium bahasa di MI Khadijah Malang, sebagaimana menurut Khasairi (2003) bahwa penambahan sarana dan media merupakan suatu kebutuhan yang harus dipenuhi dan yang lebih penting adalah bagaimana guru dapat menggunakan sarana dan media dengan seefektif mungkin.

 

SIMPULAN

            Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa jenis-jenis teknik bermain yang terdapat di MI Khadijah yaitu penghuni terakhir, praktek menjadi guru, menyusun kalimat, menebak gambar, membuat foto keluarga, bangku berjajar, kalimat tersembunyi,  puzzle, lempar pesawat, kuis kocok-kocok, kotak rahasia, dan miniatur benda dari korek api. Materi teknik bermain yaitu bahasa Arab kelas IV Penerbit Putratama Bintang Timur, disajikan dengan alokasi waktu 30 menit pada awal pelajaran. aktor-faktor pendukung teknik bermain dalam pelajaran bahasa Arab di MI  Khadijah Malang yaitu permainan yang bervariasi, siswa yang antusias dan media. Faktor-faktor penghambat teknik bermain dalam pembelajaran bahasa Arab di MI Khadijah Malang yaitu kemampuan siswa, jumlah pengajar yang kurang memadai dan kepadatan kelas.  Usaha dalam mengembangkan teknik bermain di MI Khadijah Malang yaitu meningkatkan kerjasama dengan lembaga lain dan  berusaha melengkapi sarana yang diperlukan dalam pembelajaran bahasa Arab di MI Khadijah Malang.

Berdasarkan hasil penelitian tersebut, disarankan kepada kepala sekolah MI Khadijah Malang, hendaknya berusaha melengkapi penyediaan dan penambahan sarana khususnya dalam pembelajaran bahasa Arab, memperhatikan faktor penghambat yang dihadapi dalam proses pembelajaran bahasa Arab dan memperluas kerjasama dengan UM dan perguruan tinggi lainnya dalam meningkatkan kualitas pembelajaran bahasa arab di MI Khadijah Malang,  dan bagi guru bahasa Arab MI Khadijah Malang, dalam membuat permainan puzzle sebaiknya potongan bentuk puzzle tidak terlalu banyak agar tidak mempersulit siswa, potongan tersebut untuk anak usia MI maksimal 15 potongan, sering diadakan drill permainan bahasa Arab dan permainan sering diadakan di luar kelas.

68

 

 

 

DAFTAR RUJUKAN

Ainin, Mohamad. 2003. Prinsip-Prinsip Penyusunan Materi Pembelajaran Bahasa Arab Untuk Anak-Anak. Dalam: Al-Arabi, I (I): 53-65.

Ali, Muhammad. 2002. Guru dalam Proses Belajar Mengajar. Bandung: Sinar Baru Algensindo.

Asrori, Imam. 1995. Permainan Bahasa Arab. Malang: Pustaka Biru Bangsa.

Ainah, Erfa. 2004. Pengembangan Biah Arabiyah di Madrasah Aliyah

Keagamaan (MAK) Malang. SKRIPSI tidak diterbitkan. Malang: Program Sarjana Universitas Negeri Malang.

Andrian, Donny. 2004. Using Board Games to Improve Students Participation and Classroom Situation at SDN PAKUNDEN IV BLITAR. TESIS tidak diterbitkan. Malang: Program Sarjana Universitas Negeri Malang.

Hitipeuw, Imanuel. 1997. Game Pembelajaran untuk Memupuk Belajar Siswa. Dalam: Sumber Belajar, VI (4): 59-67.

Hakim, Lukman. 1997. Materi Bermain Cerita Menyanyi (BCM) dan Pengolahan Kelas. Makalah disajikan dalam Penataran 100 Guru TK-TPA Jatim, Pelayanan Masyarakat (YANMAS) Nurul Falah Surabaya.

Khasairi, Muhammad. 2003. Profil Guru dan Pandangannya Terhadap Pengajaran Bahasa Arab di Madrasah Ibtidaiyah se-Daerah Malang. Dalam: Al-Arabi, I (I): 67-69.

69

 

Lubis, Amany. 2002. Pengajaran Bahasa Arab Untuk Anak. Makalah disajkan dalam Pelatihan PBA untuk Anak di Fakultas Sastra Arab UM Malang, 14 Juli.

Lestari, Sri. 2005. Pengaruh Penggunaan Media Terhadap Minat dan Hasil Belajar Bahasa Arab di SD Muhammadiyah IX Panglima Sudirman Malang. SKRIPSI tidak diterbitkan. Malang: Program Sarjana Universitas Negeri Malang.

Mahliatussikah, Hanik. 2002. Penggunaan Permainan dalam Pembelajaran Bahasa Arab untuk Anak. Makalah disajikan dalam Pelatihan PBA untuk Anak di Fakultas Sastra Arab UM MALANG, 14 Juli.

Muhaiban, 2002. Strategi Pembelajaran Al-Arabiyah Lil-Aftal (ALA). Makalah disajikan dalam Pelatihan PBA untuk Anak di Fakultas Sastra Arab UM MALANG, 14 Juli.

Moleong, Lexy, J. 2000. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.

Nufus, Fitrotin. 2000. Penerapan Pendekatan Komunikatif Dalam Pengajaran Bahasa Arab di MAK se-Kabupaten Gresik. SKRIPSI tidak diterbitkan Malang: Program Sarjana Universitas Negeri Malang.

Nurhadi, Yasin, B. & Senduk, A. Gerrad. 2004. Pembelajaran Kontekstual dan Penerapannya dalam KBK. Malang: UM Press.

Prihartini, Martina. 2003. Pengajaran Bahasa Jerman Bagi Anak-Anak Sebagai Bahasa Asing Kedua di TK Akademika Sawojajar Malang. SKRIPSI tidak diterbitkan Malang: Program Sarjana Universitas Negeri Malang.

Rombepajung, J. P. 1988. Pengajaran dan Pembelajaran Bahasa Asing Sebuah Kumpulan Artikel. Jakarta: Dikti.



* Chusnul Khotimah adalah Mahasiswa Jurusan Sastra Arab FS UM dan artikel tersebut adalah hasil penelitian tahun 2005

Leave A Reply

Your email address will not be published.