cara cara mancing di kolam

cara cara mancing di kolam

cara cara mancing di kolam

Warna Umpan dan Timing Mancing yang Pas

Ikan mas dan sebangsa ikan lainnya buta warna alias melihat sesuatu hitam, putih, kelabu. Beberapa pakar mancing termasuk pakar biologi menyebut begitu. Lantas apa gunanya warna pada umpan terutama umpan mancing laut yg umpan buatannya berwarna-warni ? Sebenarnya warna umpan tadi bila dikonversi ke mata ikan akan menghasilkan pendar warna kelabu yg berbeda. Kalo dipersempit ke ikan mas galatama mungkin dipercaya warna umpan yg dipakai apakah merah, hijau, coklat kebetulan disukai ikan.

Sedangkan urut-urutan ikan galatama dalam menanggapi umpan sbb. :

1. Getaran
Getaran (kita menyebutnya suara) terjadi pada saat umpan dijatuhkan, ini menjadi daya tarik utama ikan yg lapar. Tentunya tidak berlaku pd ikan mas liar (pd habitat alami), ikan mas besar/ikan mas yg ada dekat lapak karena getaran yg berlebihan malah akan membuat lari ikan tsb.

2. Warna umpan
Warna spt disebut diatas yg dipercaya sbg warna makanan yg biasanya dimakannya. Pemilihan warna umpan akan berbeda tidak saja dari empang satu ke empang yg lain bahkan pada satu empang galatama dgn lapak yg berbeda.
Untuk memilih warna umpan, tentunya disesuaikan dgn karakteristik empang tempat mancing. Untuk empang yang telah biasa dikunjungi tentu mudah menentukan warna umpan yang sesuai tetapi bila empang itu baru saja atau belum lama kita bertanding di situ. Maka saya terbiasa memakai warna umpan coklat alias warna pelet atau hijau-nya essens pandan. Kecuali untuk empang non galatama (isi ikan baru) saya lebih memilih warna umpan kuning-nya ubi atau putih-nya kroto.
3. Bau atau Aroma
Aroma yang disukai ikan mas galatama dapat bermacam-macam. Banyak faktor yg mempengaruhi kita dalam memilih aroma umpan. Bila anda sering mancing hanya di satu empang galatama saja, nantinya anda akan hapal ikan yg mana yg memakan umpan terseb

Umpan yg bagus berbeda disetiap tempat untuk empang yg kondisi airnya bagus berwarna kecoklatan umpan berbahan dasar ubi lebih baik, bila airnya berwarna kehijauan umpan berbahan dasar pelet biasanya akan lebih baik, untuk empang biasa pelet yg di aduk dengan tuna kaleng sudah cukup memadai.

· Bila siang hari ikan berhenti makan, hal ini sudah umum artinya bukan karena ikan tidak mau memakan umpan melainkan ikan sedang dalam keadaan kenyang dan panas mentari yg mengurangi kadar oksigen dalam air. Ikan mas cenderung makan terus alias galak terutama pagi hari saat lomba dimulai dan sore hari saat terik mulai menurun. Kecenderungan makan ikan mas sangat dipengaruhi kondisi air dan cuaca. Saat hujan pun ikan mas cenderung galak apalagi jika saat hujan berhenti diikuti keluarnya mentari yg kembali menghangatkan air.

Lokasi Memancing (ikan mas)

October 14th, 2006 by Hatma_S

Lokasi untuk memancing ikan mas dibedakan menjadi dua yaitu lokasi alam dan buatan. Lokasi alam meliputi daerah perairan seperti sungai, rawa, situ, telaga, danau dan waduk-waduk besar pengairan. Lokasi buatan meliputi empang, kolam pancing, balong, dan lainnya yang sengaja dibuat untuk memenuhi kebutuhan para pemancing ikan mas ini. Untuk memanjakan pemancing, kolam pancing diisikan terlebih dahulu ikan masnya atau sesuai perjanjian yang tentunya tak tertulis. Ada beberapa sistim yang diterapkan pada empang yaitu harian, kiloan, borongan, lomba dan galatama. Untuk lokasi buatan, banyak ditemukan di pulau Jawa dan Sumatra. Namun untuk lokasi alam, mungkin agak sulit mencarinya di Jawa ini karena alamnya yang mulai terkontaminasi limbah industri dan terusik tangan manusia. Bila ingin mencari lokasi alam yang menarik dan masih menjanjikan khususnya untuk ikan mas, mungkin harus mencarinya di luar Jawa. Atau bila ada pemancing lain yang dapat membantu dapat menghubungi saya lewat email atau forum hingga bisa ditampilkan informasi anda di situs ini.

LOKASI ALAM

Bagi yang gemar berpetualang tentunya mancing ikan akan lebih mengasyikkan bila memancingnya pada lokasi alam habitat ikan. Sayangnya di Indonesia, sedikit sekali atau hampir tidak ada pemancing petualang yang mengkhususkan diri hanya pada spesies ikan mas. Rata-rata mereka beranggapan tangkapan apapun yang diperoleh, itulah yang mereka pancing. Sedang yang mengkhususkan diri mungkin hanya pada spesies ikan air tawar predator seperti Gabus, Belida, Sius dan lain-lain. Itupun sudah sangat bagus, siapa tahu nanti ada spesies ikan air tawar yang alami (bukan hasil budidaya) yang menjadi primadona Indonesia, seperti ikan Bass, Salmon, Trout, Pike di dunia barat sana.
Bagi yang penasaran anda dapat mencoba lokasi pada waduk pengairan besar seperti Cirata, Jatiluhur dan Saguling di Jawa Barat, keberadaan ikan mas sangat potensial karena sebagian berasal dari pembibitan dan budidaya jala terapung yang banyak di sekitarnya yang berhasil lolos menuju alam lepas. Lokasi alam lainnya dapat anda kenali dari kondisi perairannya. Carilah lokasi yang disukai ikan mas dan ikan air tawar umumnya. Kondisi perairan yang terpelihara alam dengan baik, dapat menjadi tempat ideal sebagai habitat alam ikan. Karakteristik perairan alam terbuka yang mungkin layak dipertimbangkan sebagai lokasi alam seperti berikut :
– Suhu air suatu perairan sangat mempengaruhi keberadaan ikan. Suhu yang disukai ikan berkisar 20º~26º C atau bersuhu hangat.
– Kedalaman air berkisar 1~4 meter.
– Kondisi perairannya agak keruh, hal ini malah disukai ikan ketimbang perairan yang sangat jernih. Namun ingat kekeruhan bukan disebabkan oleh polusi limbah, atau sampah.
– Perairan tersebut walau pada sungai berarus (Stream River) maupun genangan air (Still water) seperti danau harus memiliki arus yang kecil hingga sedang atau permukaannya luas yang menjamin tersedianya pasokan oksigen dan makanan yang dibutuhkan ikan.
– Perairan yang tampak diam (Still Water) berwarna kehijauan karena lumut (Algae) yang menutupi permukaan sangat disukai ikan.
– Kondisi khusus perairan lainnya yang berpotensial dihuni ikan seperti: tempat terdalam dari permukaan dasar perairan yang luas misalnya lubuk dan bekas penggalian. Bagian dari perairan yang ditumbuhi pepohonan disisinya yang membuat permukaan air terlindungi panas matahari. Pepohonan yang rebah dan sebagian batangnya tenggelam di perairan menjadi petunjuk yang kuat sebagai tempat yang baik. Tumbuhan rumput atau alang-alang dan teratai bahkan menjadi tempat kesukaan ikan-ikan besar.
– Indikasi permukaan air yang dapat dicermati diantaranya air yang tiba-tiba keruh akibat ikan yang sedang mengaduk atau kaget akan kehadiran anda, adanya gelembung udara (disebut rembesan) yang mempunyai arah gerak menandakan keberadaan ikan, perhatikan daerah tenang saat angin datang karena garis angin pada permukaan menandakan adanya tempat yang disukai ikan pada dasar air seperti bebatuan, kayu pohon yang tenggelam dan lainnya. Bila memungkinkan carilah lokasi yang bukan menjadi tempat eksploitasi ikan yang besar-besaran atau jarang terusik manusia.

EMPANG HARIAN

Empang harian adalah tempat khusus yang disediakan buat pemancingan. Pada empang ini biasanya pemancing membayar harga lapak (sewa lapak berikut ikannya) baru kemudian memancing. Mancing harian dapat dilakukan setiap hari bahkan ada pemancingan yang bukanya 24 jam.

EMPANG KILOAN

Dinamakan empang kiloan karena sistim yang dipakai saat mancing di empang ini yakni dengan menimbang hasil tangkapan yang diperoleh, kemudian pemancing membayar harga berdasar perolehannya.

EMPANG BORONGAN

Pemancing atau kelompok pemancing menyewa empang yang waktu memancingnya, jumlah ikan yang diisikan di empang berdasarkan kesepakatan keduabelah pihak. Atau dapat juga sekelompok pemancing menawar isi empang yang dipunyai petani budidaya, baru kemudian memancingnya setelah ada kesepakatan harga.

EMPANG LOMBA

Di sinilah para pemancing mencoba ketangguhannya dengan menerapkan pengetahuan dan pengalamannya terhadap pemancing yang lain tanpa mengurangi keakraban sesamanya. Pada lomba biasanya penyelenggara telah mengisikan sejumlah ikan terlebih dahulu dan menyediakan sejumlah hadiah-hadiah bagi pemenangnya. Kriteria pemenang ditentukan berdasarkan perolehan terberat perekor yang didapat peserta lomba mancing. Lomba biasanya diadakan mulai pagi hingga sore pada hari Minggu atau hari libur lainnya.

EMPANG GALATAMA

Mancing pada empang sistim galatama adalah mereka yang benar-benar hendak mengasah ketrampilannya memancing, karena hasil ikan tidak dibawa pulang seperti pada sistim mancing yang telah disebut di atas tadi. Ikan yang ditebar di empang ini sangat banyak jumlahnya, penyelenggaraannya bisa setiap hari dan bersifat lomba karena ada hadiahnya. Untuk hadiah biasanya berupa uang, banyaknya tergantung dari jumlah peserta setelah uang yang terkumpul dikurangi oleh bagian yang menjadi hak panitia. Kriteria pemenang sesuai kesepakatan bersama, biasanya seperti juara ikan terberat, juara ikan merah, juara total berat perolehan ikan dan juara total perolehan jumlah satuan ikan. Dalam setiap harinya lomba terbagi dalam beberapa babak atau ronde, yang lamanya antara 2~2,5 jam perbabak. Dalam tiap babak didapatkan hasil penentuan juara. Ikan yang diperoleh dilepaskan kembali saat itu juga setelah dilakukan penimbangan. Beberapa peraturan galatama agak berbeda dengan lomba seperti peserta tidak diperbolehkan menggunakan rangkaian berpelampung, menggunakan umpan hidup seperti cacing dan kroto dan beberapa aturan lainnya yang berbeda pada setiap empang yang menyelenggarakan mancing galatama. Pada beberapa daerah menyebutnya sebagai gaplean yang sistimnya hampir mirip dengan galatama.

Seluk Beluk Umpan, khususnya ikan mas

October 14th, 2006 by Hatma_S

Mancing apapun jenisnya sangat bergantung pada umpan, karena menentukan sekali dalam hasil tangkapan. Pada umumnya umpan untuk mancing itu terbagi atas : Umpan Alami/Hidup (Natural Bait) dan Umpan Buatan (Artificial Bait). Kriteria umpan yang akan digunakan tergantung pada jenis ikan yang akan dipancing. Umpan untuk ikan laut (Saltwater Fish) tentu akan berbeda sekali dengan umpan untuk ikan air tawar (Freshwater Fish). Bahkan pada ikan laut maupun ikan air tawar tadi umpan akan berlainan pula terhadap jenis ikannya. Sebagai contoh, umpan tiruan berbentuk katak tak akan disambar oleh ikan mas. Oleh sebab itu pengetahuan akan umpan menjadi dasar kemampuan anda memancing.

UMPAN HIDUP

Umpan hidup atau alami yang khusus untuk ikan mas adalah makanan alaminya di habitat aslinya bukan pada saat pembudidayaan. Kegemarannya mengaduk lumpur pada dasar air adalah untuk mencari biota hidup yang jadi makanannya. Umpan hidup yang baik untuk dipakai adalah yang masih hidup sedang untuk umpan alami berasal dari umpan hidup atau makanan alami lainnya yang digunakan pada saat masih hidup ataupun mati namun hanya murni umpan alami itu saja, misalnya udang yang telah dikupas kulitnya. Umpan alami ikan mas meliputi hewan dan tumbuhan. Diantaranya yang disukai contohnya adalah jenis lumut (algae), beberapa jenis cacing, udang kecil, ikan-ikan kecil sebangsa cere, keong yang menempel pada tumbuhan air, sejenis kerang air tawar, larva serangga maupun serangga itu sendiri. Beberapa serangga terbang dan melata yang terkadang jatuh pula ke air yakni ulat bambu, uter, ulat daun pisang, lebah, larva lebah dan larva semut (semut rangrang) di sebut kroto. Penyajian umpan hidup diusahakan mengikuti bentuk umpan namun dikaitkan pada mata kail secara benar agar umpan tersebut dapat hidup lama di dalam air. Penempatannya bisa di permukaan, di tengah dan di dasar air. Beberapa umpan hidup yang efektif untuk memancing ikan mas adalah cacing merah,cacing sawah (lur) dan kroto. Pemasangan cacing pada mata kail sangatlah mudah, pegang cacing dengan jari kiri lalu dengan tangan kanan tusukkan cacing pada badannya dekat kepala (anggap cacing mempunyai kepala dan ekor) ikuti bentuk kail dan keluarkan ujung mata kail pada badan dekat ekornya sehingga tampak seekor cacing menjuntai di kail anda. Bila terlalu panjang cacing dapat dipotong terlebih dahulu. Untuk kroto, carilah larva putih yang sudah berbentuk semut (yang berbentuk beras dicampurkan ke umpan buatan) untuk satu kail bisa 2 atau 3 ekor sekaligus. Tancapkan kail sampai tembus pada bagian dadanya. Kroto atau larva semut ini jangan dipegang terlalu keras karena jika terpencet cairannya akan keluar sehingga bentuk semut akan kempes seperti potongan plastik dan jadi tidak berguna lagi.

About The Author

Saya adalah Bloger asal Malang yang menyukai kegiatan yang berhubungan dengan perkembangan IT, Design dan juga Pendidikan. Berupaya untuk selalu menebarkan kebermanfaatan bagi sesama.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *