Added by on 13/02/2019

– Fon adalah bunyi yang merupakan suatu varian atau anggota suatu fonem.
Contoh: fon [p] dan [b]. Kedua-duanya konsonan letupan, tetapi [p] tidak bersuara seperti [b]. Kita ambil contoh dalam bahasa Inggris:
[puš] push bermakna ‘tolak’
[buš] bush bermakna ‘semak’
Ini menunjukkan [p] dan [b] berbeda makna sehingga menghasilkan dua kata yang berlainan.

– Fonem adalah satuan bunyi bahasa terkecil di dalam kata yang berfungsi membedakan bentuk dan makna. Fonem ditulis di antara tanda /…/.
Contoh: pada pasangan kata bahasa Jawa pala dan bala. Kedua kata itu mempunyai makna yang berbeda karena adanya perbedaan bunyi pada awal kata, yaitu bunyi [p] dan [b]. Kata pertama berarti ‘buah pala’, sedangkan kata kedua berarti ‘teman’. Kedua bunyi itu merupakan fonem yang berbeda dan masin-masing ditulis sebagai /p/ dan /b/.

– Fonetik adalah adalah bidang linguistik yang mempelajari bunyi bahasa tanpa memperhatikan apakah bunyi tersebut mempunyai fungsi sebagai pembeda makna atau tidak.
Contoh: intan, angin, batik. /i/ pada kata tersebut tidak sama.

– Alofon adalah varian atau realisasi suatu fonem yang berbeda-beda menurut lingkungan distribusinya.
Contoh: fonem /i/ dan /u/ di dalam bahasa Indonesia dan Jawa yang realisasi alofonnya dapat berbeda bergantung pada lingkungan distribusinya. Alofon /i/ dapat berwujud [i, I, e], sedangkan /u/ dapat berwujud [u, U, o].

– Grafem adalah lambang huruf, grafem merujuk ke huruf atau gabungan huruf sebagai satuan pelambang fonem di dalam satu ejaan.
Contoh: kata tanggal terdiri dari tujuh huruf, yaitu t-a-n-g-g-a-l, tetapi grafemnya hanya enam, yaitu <t>, <a>, <ng>, <g>, <a>, <l>.

– Fonotaktik adalah kaidah urutan struktur fonem yang mungkin dan yang tidak mungkin di dalam sebuah bahasa.
Contoh: urutan strktur /nt/ (untuk), /rs/ (bersih), dan /st/ (pasti) adalah mungkin, tetapi urutan struktur /pk/ dan /pd/ adalah tidak mungkin.

Category:

Kuliah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*