Added by on 12/02/2019

 

KONSEP DASAR KEWIRAUSAAHAN

MAKALAH KEWIRAUSAHAAN BAHASA ARAB

Diampu oleh: Bapak Moch. Wahib Dariyadi, S.Pd., M.Pd.

 

Oleh:

Ahmad Mizan Karim

Mar’atus Sholikah

Natasya Sayyidah Ahsan

1602316032..

160231603262

1602316032..

                                                                                                              

JURUSAN SASTRA ARAB

FAKULTAS SASTRA

UNIVERSITAS NEGERI MALANG

FEBRUARI 2019

 

BAB I

PENDAHULUAN

Bidang eknomi dan kehidupan manusia tidak dapat dipisahkan, keduanya memiliki keterkaitan yang kuat. Seiring dengan perkembangan zaman semakin banyak orang yang memiliki ide atau kreatifitas untuk membangun usaha. Dengan banyaknya istilah dan strategi untuk mengembangkan usaha yang ada maka kita harus memahami hal yang penting dalam merintis sebuah usaha. Agar kita tidak gagal atau terjerembab dalam lingkaran bisnis yang buruk.

Menurut Keputusan Menteri Koperasi dan Pembinaan Pengusahan Kecil Nomor 961/KEP/M/XI/1995: Kewirausahaan adalah semangat, sikap, perilaku dan kemampuan seseorang dalam menangani usaha atau kegiatan yang mengarah pada upaya mencari, menciptakan serta menerapkan cara kerja, teknologi dan produk baru dengan meningkatkan efisiensi dalam rangka memberikan pelayanan yang lebih baik dan atau memperoleh keuntungan yang  lebih besar.

Banyaknya istilah dan unsur-unsur penunjang keberhasilan dalam kewirausahaan harus dikuasai oleh setiap orang yang hendak memulai usaha agar tidak mengalamai kegagalan dan kerugian dalam berwirausaha Maka dari itu dalam makalah ini akan membahas konsep dasar dari kewirausahaan yang meliputi  :

  1. Konsep Kewirausahaan
  2. Hakikat Inti dan rahasia kewirausahaan
  3. Karakteristik kewirausahaan

 

BAB II

KAJIAN PUSTAKA

2.1 Konsep Kewirausahaan

Peter F. Drucker (1994) mengemukakan konsep kewirausahaan merujuk pada sifat, watak, dan ciri-ciri yang melekat pada seseorang yang mempunyai kemauan keras untuk mewujudkan gagasan inovatif ke dalam dunia usaha yang nyata dan dapat mengembangkannya dengan tangguh (Peter F. Drucker, 1994).

Secara terperinci, Thomas W. Zimmerer (1996: 51) mengemukakan “Entrepreneurship is applying creativity and innovation to solve the problems and to exploit opportunities that people face everyday”. Kewirausahaan adalah penerapan kreativitas dan inovasi untuk memecahkan masalah dan upaya memanfaatkan peluang yang dihadapi setiap hari. Kewirausahaan merupakan gabungan dari kreativitas, inovasi dan keberanian menghadapi risiko yang dilakukan dengan cara kerja keras untuk membentuk dan memelihara usaha baru.

Kreativitas (creativity), oleh Zimmerer (1996: 51), diartikan seagai kemampuan mengembangkan ide-ide dan menemukan cara-cara baru dalam memecahkan persoalan dan menghadapi peluang. Inovasi (Innovation) diartikan sebagai kemampuan menerapkan kreativitas dalam rangka memecahkan persoalan dan peluang untuk meningkatkan atau memperkaya kehidupan. Para wirausahawan akan berhasil apabila berpikir dan melakukan sesuatu yang baru, atau sesuatu yang lama dikerjakan dengan cara baru. Ide kreatif akan muncul apabila wirausahawan melihat sesuatu yang lama dan memikirkan sesuatu yang baru atau berbeda.

Pengusaha biasanya memiliki sikap yang khusus, seperti sikap yang dimiliki pedagang, pemilik industri, dan bentuk-bentuk usaha lainnya yang sejenisnya. Schumpeter mengemukakan dua tipe sikap dari dua subjek ekonomi, yaitu sikap pengusaha kecil biasa dan sikap pengusaha sejati. Kewirausahaan muncul apabila seseorang berani mengembangkan usaha-usaha dan ide-ide barunya. Proses kewirausahhan meliputi semua fungsi, aktivitas, dan tindakan yang berhubungan dengan perolehan peluang dan penciptaan organisasi usaha. (I Wayan Manuaba : 2016)

Seorang wirausahawan yang ingin menjadi sukses haruslah menjadi orang yang mampu melihat ke depan, berpikir dengan penuh perhitungan, serta dapat mencari solusi alternatif dari berbagai masalah. Menurut Meredith dalam Suharyadi, Nugroho, Purwanto, Faturohman (2007) mengemukakan ciri-ciri wirausahawan, yaitu percaya diri, berorientasi pada tugas dan hasil, berani mengambil risiko, kepemimpinan, keorisinalan, serta berorientasi pada masa depan. Seorang wirausahawan yang memiliki ciri-ciri tersebut dapat dilihat pada perilaku.

Perilaku seorang wirausahawan menurut Suharyadi, Nugroho, Purwanto, dan Faturohman (2007) diantaranya yaitu disiplin, memiliki komitmen yang tinggi, jujur, kreatif dan inovatif, mandiri, dan realistis. Jika perilaku-perilaku tersebut dapat diterapkan tidak hanya pada saat berwirausaha, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari, orang tersebut akan mampu mengendalikan dirinya dengan baik ketika menghadapi kondisi apapun. Wirausahawan memiliki cara berpikir yang berbeda dengan orang yang tidak berwirausaha. Menurut Hisrich, Peters, dan Shpherd mengatakan bahwa wirausahawan sering kali membuat keputusan dalam lingkungan ketidakpastian yang tinggi, hal tersebut terdapat tingkat risiko yang tinggi pula.

Menurut Ebert dan Griffin (2007) mengatakan bahwa contoh lain yang membedakan seorang wirausahawan dengan orang yang tidak berwirausaha yaitu memiliki sifat banyak akal dan kepedulian terhadap hubungan pelanggan yang baik. Wirausahwaan juga mampu berhadapan dengan ketidakpastian dan risiko. Menanggung risiko menjadi hal penting dalam berwirausaha. Akan tetapi, banyak wirausahawan jarang melihat kesuksesan dari suatu hal yang dapat membahayakan dirinya. Seorang yang bukan wirusahawan menolak untuk melakukan hal yang mungkin dapat membahayakan dirinya.

Seorang wirausahawan ketika ingin berwirausaha harus mempersiapkan diri. Salah satu cara untuk dapat mempersiapkan diri sebagai wirausahawan adalah dengan usaha membangun kepribadian. Menurut Suharyadi, Nugroho, Purwanto, dan Faturohman (2007), mengkatagorikan usaha membangun kepribadian menjadi dua, yaitu mengenal diri sendiri dan mempersiapkan perubahan sikap mental. Usaha untuk mengenal diri sendiri terbagi menjadi dua cara, yaitu dengan mengenal karakter pribadi dan mengenal bakat dan kemampuan. Untuk menjadi seorang wirausahawan yang sukses, sebaiknya seorang wirausahawan tersebut minimal harus memiliki karakter pribadi yang bermotivasi yang tinggi, gemar mencari tantangan, tidak mudah putus asa, dan mudah bergaul dengan orang lain. Cara-cara tersebut termasuk usaha untuk mengenal karakter pribadi.

Cara-cara untuk dapat mengenal bakat dan kemampuan yaitu dengan cara mengasah kemampuan yang dimiliki sejak lahir serta menambah pengetahuan yang berhubungan dengan usaha yang akan dijalaninya. Usaha untuk mempersiapkan perubahan mental memiliki empat cara, empat cara tersebut menurut Suharyadi, Nugroho, Purwanto, dan Faturohman (2007), yaitu siap menghadapi ketidakpastian, siap untuk mengatakan “bisa”, siap bekerja keras, tekun, dan sabar, serta berani mengambil risiko dan jangan sampai rugi.

Jika seorang ingin berhasil dalam berwirausaha, orang tersebut harus memiliki beberapa keterampilan terkait softkill-nya. Menurut Suharyadi, Nugroho, Purwanto, dan Faturohman (2007) mengatakan bahwa beberapa langkah untuk menguasai keterampilan softkill, yaitu mampu menjaga reputasi dirinya, mampu membangun jaringan, mempunyai naluri sebuah peluang usaha, dan memiliki kemampuan persuasi dan negosiasi. Tidak hanya keterampilan softkill yang harus dimiliki oleh setiap orang yang ingin berwirausaha, tetapi juga memiliki sikap-sikap yang tidak menghambat wirausahanya.

2.2 Inti dan rahasia kewirausahaan

Esensi dari kewirausahaan adalah menciptakan nilai tambah di pasar melalui proses kombinasi sumber daya dengan cara-cara baru dan berbeda. Menurut Zimmerer (1996: 51), nilai tambah tersebut diciptakan dengan cara-cara sebagai berikut:

1)      Pengembangan teknologi baru.

2)      Penemuan pengetahuan baru.

3)      Perbaikan produk dan jasa yang sudah ada.

4)      Penemuan cara-cara yang berbeda untuk menghasilkan barang dan jasa yang lebih banyak dengan sumber daya yang lebih sedikit.

Rahasia kewirausahaan terletak pada kreativitas dan keinovasian. Banyak sesuatu yang baru dan berbeda yang dapat dicitakan oleh wirausahawan, seperti proses, metode, barang-barang, dan jasa-jasa. Dengan kreativitas, wirausahaan dapat melihat sesuatu yang lama dan berpikir sesuatu yang baru serta berbeda. Dengan demikian, rahasia kewirausahaan sebenarnya terletak pada kreativitas dan keinovasian untuk menciptakan sesuatu yang baru dan berbeda. (I Wayan Manuaba : 2016)

2.3 Karakteristik kewirausahaan

2.3.1 Karakteristik umum wirausahawan yang berhasil

Dilihat dari dimensi sikap dan perilakunya, wirausahawan yang sukses menurut Timmons and McClelland (1961) yang dimuat dalam Karya nThomas W. Zimmerer (1996: 6-8) memiliki karakteristik sebagai berikut:

  1. Komitmen dan tekad yang kuat(commitment and determination), yaitu memiliki komitmen dan tekad yang bulat untuk mencurahkan semua perhatian terhadap usaha. Sikap yang setengah hati mengakibatkan besarnya kemungkinan untuk gagal berwirausaha.
  2. Bertanggung jawab(desire for responsibility), yaitu memiliki rasa bertanggung jawab dalam mengendalikan sumber daya yang digunakan dan keberhasilkan berwirausaha, oleh karena itu wirausahawan akan wawas diri secara internal.
  3. Berobsesi untuk mencari peluang(opportunity obsession), yaitu berambisi untuk selalu mencari peluang. Keberhasilan wirausahawan selalu diukur dengan keberhasilan untuk mencapai untuk mencapai tujuan. Pencapaian tujuan terjadi apabila terdapat peluang.
  4. Toleransi terhadap risiko dan ketidakpastian(tolerance for risk, ambiguty, and uncertainty). Wirausahawan harus belajar mengelola risiko dengan cara mentransfernya kepada pihak lain, seperti bank, investor, konsumen, pemasok, dan lain-lain. Wirausahawan yang berhasil biasanya memiliki toleransi terhadap pandangan yang berbeda dan ketidakpastian.
  5. Percaya diri(self confidence). Wirausahawan cenderung optimis dan memiliki keyakinan yang kuat terhadap kemampuan yang dimilikinya untuk berhasil.
  6. Kreatif dan fleksibel(creativity and flexibility), yaitu berdaya cipta dan luwes. Salah satu kunci penting adalah kemampuan untuk menghadapi perubahan permintaan. Kekakuan dalam menghadapi perubahan ekonomi dunia yan serba cepat sering kali membawa kegagalan. Kemampuan untuk menanggapi perubahan yang cepat dan fleksiel tentu saja memerlukan kreativitas yang tinggi.
  7. Selalu menginginkan umpan baik segera(desire for immediate feedback). Wirausahawan selalu ingin mengetahui hasil dari apa yang telah dikerjakannya.
  8. Memiliki tingkat energi yang tinggi(high level of energy). Wirausahawan yang berhasil biasanya memiliki daya juang yang lebih tinggi dibanding kebanyakan orang sehingga ia lebih suka bekerja keras walaupun dalam waktu yang relatif lama.
  9. Dorongan untuk selalu unggul(motivation to excel). Wirausahawan yang selalu lebih unggul dan berhasil dalam mengerjakan apa yang dilakukannya dengan melebihi dari standar yang ada, tidak mengerjakan sesuatu yang sama dengan standar yang ada.
  10. Berorientasi ke masa depan (orientation to the future). Untuk tumbuh dan berkembang, wirausahawan selalu berpandangan jauh ke masa depan yang lebih baik.
  11. Selalu belajar dari kegagalan(wilingness to learn from failure). Wirausahawan yang berhasil tidak pernah takut akan kegagalan. Ia selalu memfokuskan kemampuannya pada keberhasilan.
  12. Memiliki kemampuan dalam kepemimpinan(leadership ability). Wirausahawan yang berhasil memiliki kemampuan untuk menggunakan pengaruh tanpa kekuatan serta harus memiliki taktik mediator dan negosiator daripada diktator.
    • Sikap yang dapat menghambat keberhasilan berwirausaha

Menurut Kasali dalam Nugroho (2006) terdapat sikap-sikap seorang wirausaha yang dapat menghambat kewirausahanya, yaitu:

  1. Memiliki sikap terdapat usaha rumahan yang negatif. Sebenarnya banyak usaha dimulai dari dapur, bagasi, dan lainnya.
  2. Meyakini jika ingin melakukan usaha harus memiliki uang terlebih dahulu, harus bekerja di kantor terlebih dahulu, dan lain sebagainya. Hal ini disebut dengan sindrom “formalitas”.
  3. Merasa takut tidak berhasil nantinya. Hal ini disebut dengan sindrom “tidak akan berhasil”.
  4. Meyakini bahwa nanti tidak akan ada orang yang ingin melakukan kerja sama dengan dia karena belum memiliki pengalaman yang cukup di bidangnya.
  5. Memiliki anggapan bahwa orang yang bekerja sebagai karyawan di kantor akan lebih baik daripada orang yang menjadi pemilik kios kecilnya sendiri.

 

BAB III

SIMPULAN

Seseorang yang akan memulai wirausaha harus mampu melihat potensi yang ada dalam dirinya dan mampu mengembangkannya sesuai dengan peluang pasar yang ada. Karena hakikat kewirausahaan terletak pada kemampuan kreatif dan inivatif yang dijadikan dasar, kiat, dan sumber daya untuk menciptakan peluang agar meraih sukses dalam berusaha atau hidup.

Inti dari kewirausahaan adalah kemampuan untuk memciptakan sesuatu yang baru dan berbeda melalui pemikiran kreatif dan tindakan inivatif demi terciptanya peluang. Rahasia kewirausahaan terletak pada kreativitas dan keinovasian. Kreatifitas adalah kkemampuan mengembangkan ide dan cara-cara baru dalam memecahkan masalah dan menemukan peluang. Sementara itu, inovasi adalah kemampuan menerapkan kreativitas dalam rangka untuk memecahkan masalah dan menemukan peluang.

Seorang wirausahawan yang berhasil memiliki karakteristik umum diantaranya : Komitmen dan tekad yang kuat , Bertanggung jawab , Berobsesi untuk mencari peluang, Toleransi terhadap risiko dan ketidakpastian , Percaya diri , Kreatif dan fleksibel , Selalu menginginkan umpan baik segera , Memiliki tingkat energi yang tinggi , Dorongan untuk selalu unggul , Berorientasi ke masa depan , Selalu belajar dari kegagalan , Memiliki kemampuan dalam kepemimpinan.

 

DAFTAR RUJUKAN

  1. Drucker ,Peter. 1994. Innovation & Entrepreneurship: Practice & Principles. London : Oxford: Butterworth-Heinemann Ltd

Thomas W. Zimmerer dan Norman M. Scarborough. 1996. Entrepreneurship and New Venture Formation. New Jersey: Prentice Hall International

Manuaba, I Wayan. 2016. Konsep Dasar Kewirausahaan. Via : iwayanmanuaba.blogspot.com/2018/08/konsepdasarkewirausahaan.html?m=1

Suharyadi., Nugroho, A., Purwanto, S. K., Faturohman, M. (2007). Kewirausahaan;Membangun usaha sukses sejak usia muda. Jakarta: Salemba Empat

Ebert, R. J., Griffin, R. W. (2007). Bisnis. Jakarta: Erlangga

Nugroho, M. A. S. (2006). Kewirausahaan berbasis spiritual. Yogyakarta: Kayon

Category:

Artikel, Kuliah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*