Added by on 21/08/2011

Macam-Macam Kalimat

Macam-macam kalimat yang akan dibicarakan di sini ialah:

Kalimat Minim dan Kalimat Panjang

Untuk mendapat gambaran yang jelas tentang kedua macam kalimat yang dipertentangkan itu, perhatikan kalimat-kalimat berikut:

  1. Diam!
  2. Pergi!
  3. Amat mahal!
  4. Yang baru!
  5. Yang akan datang!
  6. Sudah siap!
  7. Ia mengambil buku itu.
  8. Dia ada di dalam.
  9. Kami pergi ke Bandung .

Kalimat 1 dan 2 hanya terdiri dari satu patah kata saja, tidak lebih dari itu, serta diapit oleh kesenyapan awal dan kesenyapan final. Kita semua akan menerima bahwa kata-kata itu sudah merupakan sebuah kalimat karena adanya unsur-unsur yang lengkap: ekspresi, intonasi, arti dan situasi. Intonasinya menunjukkan bahwa ujaran itu sudah final. Dan kalimat itu terdiri dari satu kontur.

Kalimat 3 dan 4 terdiri dari dua patah kata, sedangkan kalimat 5 terdiri dari tiga patah kata. Situasi yang dimasuki kalimat-kalimat itu misalnya menjawab pertanyaan orang lain. Dalam hal ini kalimat-kalimat tersebut mengandung semua unsur yang diperlukan untuk menyebutnya sebagai kalimat. Struktur ketiga kalimat itu berbeda dengan struktur kalimat keenam walaupun kalimat 6 terdiri dari dua patah kata. Perbedaan itu terletak pada kemungkinan pemecahan kalimat-kalimat tersebut atas bagian-bagian yang lebih kecil. Kalimat ketiga, keempat dan kelima tidak bisa dipecahkan lagi dalam posisi lepas, yang dapat berdiri sendiri sebagai tutur. Masing-masing bagian dari kalimat 6 dapat berdiri sendiri sebagai suatu kalimat.

Bagian-bagian dari kalimat 3, 4, dan 5 ( mahal, baru, dan datang) dapat menduduki posisi lepas, jadi dapat berdiri sendiri sebagai kalimat jika perlu; tetapi—amat, yang dan akan, tidak bisa berdiri sendiri dalam posisi yang demikian. Kata-kata yang, akan, amat, selalu mengikat kata-kata berikutnya untuk dapat bersama-sama muncul dalam suatu tutur. Ikatan itu dapat membentuk satu kontur, atau lebih tepatnya hanya bisa membentuk satu kontur saja. Lain halnya dengan kalimat / sudah siap! /. Tiap bagian kalimat ini dapat muncul dalam posisi lepas, dan masing-masingnya dapat memasuki satu kalimat dengan satu kontur bila perlu (menjadi ‘sudah’ saja atau ‘siap’ saja).

Kalimat 7, 8, dan 9 merupakan gabungan dari bermacam-macam kalimat di atas.

Jadi pada prinsipnya bagian dari kalimat itu dapat pula membentuk satu kalimat lagi.

Inti dari semua uraian ini adalah: bahwa ada kalimat yang dapat dipecahkan lagi atas kontur-kontur dan ada yang tidak. Pemecahan atas kontur-kontur itu secara potensial terdiri atas kata-kata yang dapat membentuk satu kalimat tersendiri, dan juga sebaliknya, ada kata yang tidak bisa membentuk kalimat lagi. Inilah yang menjadi ciri kalimat yang disebut kalimat minim dan kalimat panjang.

Batasan: Kalimat minim adalah kalimat yang tidak dapat dipecahkan atas kontur-kontur yang lebih kecil lagi. Contoh: kalimat 1, 2, 3, 4, dan 5.

Kalimat panjang adalah kalimat yang secara potensial dapat dipecahkan lagi atas kontur-kontur yang lebih kecil. Contoh: kalimat 6, 7, 8, dan 9.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*