Mancing Tengiri

Mancing Tengiri

Umumnya, cara mancing tengiri di Utara jakarta adalah dengan cara koncer. Yakni, umpan hidup dilepas di permukaan. Dan dibiarkan berenang-renang dengan lincah. Kapten Bobby menyarankan, jangan memasang kail dengan menembus punggung ikan. Cara itu memang lumayan aman, ikan tak lepas ketika dilempar, tapi risikonya umpan bisa cepat mati kalau pas nusuknya terkena bagian sensitif di daerah sirip punggung. Maka ia menyarankan memasang kail pada umpan sebaiknya di atas dekat punggung tapi menyamping saja, jadi tak menembus seluruh badan ikan yang berisiko membuat umpan mati lebih cepat.

Tengiri di Utara jakarta banyak terdapat di karang-karang cetek, seperti Kr Anyar, Kr Krawang, Kr berak, Kr Setan, dsb. Rata-rata koordinat karang-karang ini sudah diketahui khalayak luas. Makanya kalau weekend mancing di sini pasti terjadilah perang lapak. Kapal saling serobot dan berjejer-jejer seperti wayang golek. mancing juga sering berubah menjadi adu kenur bak main layangan. Kedalaman karang-karang ini rata-rata 30 meter saja.

Tengiri mengunjungi karang-karang ini biasanya pada musim barat, mulai Oktober sampai April. Tapi entah kenapa, tahun ini musim tengiri mulainya terlambat sekali, tengiri baru mulai ramai januari dan sekarang masih berlangsung. Semoga pas turnamen nanti, musim tengiri masih pada puncak-puncaknya ya…

Kalau air jernih…banyak tengiri. Sebaliknya kalau air kotor banyak sampah…tengiri menghilang. Kalau air kotor sebaiknya tak usah repot-repot mancing tengiri. Ikan ini sangat sensitif dan mencari air yang bersih.

Pada musim-musim tengiri itu, ikan umpan (tembang) juga melimpah. Sehingga pemancing mudah mencari umpan. Tapi, Pak Edy memberi pesan, kalau di satu spot ada tembang banyak, berarti tengirinya tidak persis berada pada titik itu. Tengirinya pasti berada di luar karang atau di tubiran. Masuk akal, sebab kalau ada tengiri mana mau tembangnya ngumpul di situ, pasti buyar diobrak-abrik rombongan tengiri.

Tengiri adalah ikan yang kuat dan perenang cepat. Maka mancing tengiri kuncinya adalah sabar. Kalau satu saat dia makan, lalu tiba-tiba sepi, jangan langsung mengambil kesimpulan tengiri tidak ada. Mungkin saja tengirinya sedang berputar mengelilingi karang. Kuncinya, sabar dan selalu cek umpan agar tetap segar.

Pak Edy juga menjelaskan kalau arus sedang lemah, sebaiknya pancingan kita jatuhnya di tubiran, tidak pas di tohor. Sebaliknya kalau arusnya kuat, sebaiknya tali jangkar rada di ulur sehingga pancingan kita jatuh pas di tohor. (Prens…saya rada bingung soal ini, takut terbalik…benarkah ini, atau sebaliknya mohon pencerahan dan koreksi kalau salah. Karena saya gak punya kapal urusan begini memang kagak paham deh, biasanya sih pasrah pada Dahlan atau Yaya saja)

Lantaran spot-spot karang cetek itu sudah diketahui nelayan, Pak Edy menyarankan agar pemancing mencari titik lain di karang yang dalam, tandes, atau kapal tenggelam yang kedalaman airnya sekitar 40-50 meter. tadinya ia berjanji akan membagikan koordinat titik-titik ini, tapi ternyata sampai pertemuan bubar koordinat tidak jadi dibagikan. Cuma ada pengumuman, koordinat akan dibagi pada saat technical briefing menjelang turnamen 5-6 Maret nanti. “kalau dibagikan sekarang, ntar ikannya udah habis dipancingi dan pas turnamen tak ada ikannya lagi,” demikian kata Kapten Bobby.

Tentu saja cara memancing tengiri di karang dalam atau kapal tenggelam rada berbeda. Memancing tengiri di karang yang dalam atau kapal tenggelam menggunakan metode mancing jeblug atau dasar. Pak Eddy menyarankan agar kita menggunakan ranggung tunggal yang kemudian disambung dengan leader sepanjang hingga 1 meter atau kurang dikit.

Waktu mancing pakai ranggung harus diupayakan agar ikan tembang turunnya dalam keadaan kepada di bawah agar ketika sampai dasar ia tetap segar. Kalau turunnya buntut dulu, nanti penutup insang terbuka terdorong air, sehingga ikannya bisa teler. Maka ia menyarankan agar pancing dikaitkan di mulut tembang, dari “dagu” (ikan punya dagu gak yah…?) tembus ke atas. Kalau kita menggunakan rig dengan dua kail, kail yang satu bisa dicantelkan di punggung agar ikan turunnya stabil. Kalau pakai pancingan rangkaian tiga kail, kail yang ketiga dicantolkan di bagian belakang dekat buntut. Cuma karena turnamen tak boleh pakai tiga kail ya apa boleh buat, maksimal pakai dua kail saja.

Mancing tengiri dasar ini dijamin menghasilkan ikan dengan size lumayan, karena ikan besar adanya ya di dasar dan malas naik ke permukaan.

Dan ia mengingatkan, mancing tengiri selalu ada kemungkinan menghasilkan ikan bonus…hati-hati. Ikan bonus itu adalah bill fish.

Rangkaian

Tengiri di Utara Jakarta sudah pintar (sudah pada lulus sekolah) dan bisa mengenali pancing. Maka sebaiknya kita memakai kenur mono. Kalau braided, biasanya tengiri kagak mau makan karena ia sangat sensitif.

Rangkaian juga harus dibuat seringkas mungkin. Kata Kapten Bobby, sebaiknya leadernya pakai kawat stainless no 28 yang total panjangnya tak lebih dari sejengkal, 10-15 sentimeter. Pak Eddy bahkan lebih suka membuat rangkaian tanpa kili-kili, untuk membuat umpan terlihat lebih natural. Cuma, risikonya, rig macam begini lebih mudah melintir.Maklum saja tembangnya kan enggak diam aja…

Disarankan menggunakan kombinasi kenur, reel, dan joran yang seimbang sehingga mancingnya lebih mantap dan nikmat.

Itulah kurang lebihnya. Mohon dimaafken kalau ada salah dan kekurangannya mohon ditambahi lagi….biar kumplit, pasti saya banyak lupa wong ndak pake catetan…saya lihat kemarin banyak yang serius nyatet

About The Author

Saya adalah Bloger asal Malang yang menyukai kegiatan yang berhubungan dengan perkembangan IT, Design dan juga Pendidikan. Berupaya untuk selalu menebarkan kebermanfaatan bagi sesama.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *