POLITIK DAN CINTA TANAH AIR DALAM PERSPEKTIF ISLAM

POLITIK DAN CINTA TANAH AIR  DALAM PERSPEKTIF ISLAM

MAKALAH

TUGAS INI DISUSUN UNTUK MEMENUHI TUGAS MATAKULIAH

Pendidikan Agama Islam

Yang dibina oleh Moch. Wahib Dariyadi, M.Pd.

Disusun Oleh :

Elok Amalia                                  NIM 170331614070

Eriza Safrillla Haryono                 NIM 170331614028

UNIVERSITAS NEGERI MALANG

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

JURUSAN KIMIA

PRODI S1 PENDIDIKAN KIMIA

April 2018

 

BAB I

PENDAHULUAN

 

Latar Belakang

Cinta tanah air ialah perasaan cinta terhadap bangsa dan negaranya  sendiri. Dalam cinta tanah air terdapat nilai-nilai kepahlawanan ialah rela dengan sepenuh hati berkorban untuk bangsa dan Negara. Bisa dikatakan bahwa Negara Kesatuan Republik Indonesia ini dilahirkan oleh generasi yang mempunyai idealisme cinta tanah air & bangsa, kalau tidak, mungkin saat ini kita bangsa Indonesia masih dijajah oleh Belanda yang luas negaranya dibandingkan pulau Bali saja masih luasan pulau Bali. Kita harus sangat terimakasih kepada para tokoh yang mencentuskan pembentukan organisasi Boedi Oetomo pada tanggal 20 Mei 1908, para pencetus Sumpah Pemuda pada tanggal 28 Oktober 1928, dan para tokoh yang memungkinkan terjadinya proklamasi 17 Agustus 1945. Mereka adalah contoh paling pas untuk dijadikan tokoh-tokoh nasionalis tulen yang cintanya pada tanah air dan bangsa melebihi cintanya pada diri sendiri yang harus dihormati sepanjang masa.

Bagaimana dengan saat ini, masih adakah diantara warga negarayang mencintai tanah air dan bangsa melebihi cintanya pada diri sendiri? Atau pertanyaan ini pertanyaan yang cukup bodoh untuk diajukan? Siapa yang masih perlu mecintai tanah air dan bangsa Indonesia? Apakah masih ada perlunya mencintai-tanah-air-bangsa?Apakah masih relevan kita mencintai tanah air dan bangsa pada zaman globalisasi ini?  Kenapa kita mau membatasi hanya tanah air dan bangsa Indonesia-saja. Walaupun bagaimana, Indonesia ini adalah tanah air dan bangsa kita sendiri yang kita wajib untuk mencintainya dengan segala kekurangannya. Sungguh sayang apabila warisan NKRI yang sudah diwariskan kepada kita dengan banyak pengorbanan darah dan airmata dari para founding fathersini tidak kita cintai untuk dijadikan Negara dan Bangsa yang maju dengan masyarakatnya yang adil, makmur dan sejahtera seperti halnya negara-negara maju lainya seperti USA, Jepang, Singapore, dll. Untuk itu perlu adanya pengetahuan tentang politik dan cinta tanah air dalam prespektif islam.

 

Rumusan Masalah

  • Apa pengertian politik, politik islam, dan cinta tanah air dalam islam?
  • Apa tujuan politik dalam islam?
  • Bagaimana pandangan umat islam dalam melihat relasi Islam dan Negara ?
  • Bagaimana institusi khilafah dalam tradisi politik islam ?
  • Bagaimana cara menerapkan dan mensosialisasikan politik dalam perspektif islam?
  • Bagaimana cara menerapkan dan mensosialisasikan cinta tanah air dengan berdasarkan pada 4 pilar kebangsaan yang bersumber dari ajaran islam?
  • Bagaimana cara menyadari keberagaman agama di tanah air dan toleransi terhadap sesama warga Indonesia yang beraga lain?

 

Tujuan

  • Menjelaskan tentang pengertian politik, politik islam, dan cinta tanah air dalam islam serta politik dalam islam.
  • Memaparkan pandangan umat islam dalam melihat relasi Islam dan Negara.
  • Menjelaskan institusi khilafah dalam tradisi politik islam.
  • Mendeskripsikan cara cara menerapkan dan mensosialisasikan politik dalam perspektif islam.
  • Mendeskripsikan cara menerapkan dan mensosialisasikan cinta tanah air dengan berdasarkan pada 4 pilar kebangsaan yang bersumber dari ajaran islam.
  • Memaparkan cara menyadari keberagaman agama di tanah air dan toleransi terhadap sesama warga Indonesia yang beraga lain.

 

 

BAB II

BAHASAN

Politik Dalam Perspektif Islam

Politik berasal dari bahasa Yunani “polis” yang berarti kota. Politik merupakan istilah yang merujuk pada kegiatan mengatur pemerintahan suatu negara. Politik mencakup 3 pemahaman, yaitu pengetahuan mengenai kenegaraan, segala urusan dan tindakan mengenai pemerintahan, dan kebijakan atau cara bertindak dalam menangani suatu masalah. Politik adalah segala aktivitas atau sikap yang bermaksud mengatur kehidupan masyarakat. Dalam berpolitik terkandung tugas pemeliharaan (ri’ayah), perbaikan (ishlah), pelurusan (taqwim), petunjuk (irsyad), dan mendidik atau membuat orang menjadi beradab (ta’dib).

Dalam islam, politik harus netral dari keinginan nafsu dan merupakan wujud fungsi sebagai khilafah Allah. Jiwa politik dalam islam adalah keikhlasan dan keterbukaan. Karena dengan cara ini fungsi kontrol terhadap aktivitas pemerintahan akan berfungsi maksimal. Sikap politik yang ideal dapat diperoleh contohnya pada masa awal kepemimpinan dalam islam yang dipegang oleh Nabi Muhammad SAW kemudian para Khulafaur Rasyidin.

Politik islam dikenal dengan istilah Siyasah Syar’iyah menurut Abdul Wahhab Khallaf adalah pengaturan urusan pemerintahan kaum muslimin secara menyeluruh dengan cara mewujudkan kemaslahatan, mencegah terjadinya kerusakan melalui aturan-aturan yang ditetapkan Islam dan prinsip-prinsip umum syariat. Politik dalam islam bertujuan untuk Iqamatud din wa siyasatud, artinya adalah menegakkan agama dan mengatur urusan dunia yang menjadi ladang bagi kehidupan akhirat. Prinsip dalam berpolitik agar politik membawa kemaslahatan bagi umat manusia diantaranya adalah Syura(musyawarah), adil, amanah, musawah (persamaan), dan ijma (kesepakatan).

 

  1. Variasi Pandangan Umat Islam Dalam Melihat Relasi Islam dan Negara
  2. Tipologi relasi agama dan negara

Terdapat 3 relasi agama dan negara yang meliputi:

  • Tipologi teo-demokrasi

Menganggap bahwa agama sekaligus negara, keduanya merupakan entitas yang menyatu. Disebut juga Islam Politik (al-Islam as-siyasiy) karena menganggap politik sebagai bagian integral dari islam. Tipologi ini disebut juga dengan kelompok fundamental yaitu menginginkan syariat islam menjadi dasar negara dan semula peraturan serta keputusan yang ada di dalamnya. Di Indonesia terdapat jelmaan pandangan tersebut dalam gerakan Negara Islam Indonesia (NII). Kelompok ini mempunyai tauhid Mulkiyyah dan di samping Rububiyyah dan Ilahiyyah. Tauhid Mulkiyyah adalah pengakuan bahwa Allah satu-satunya Raja yang memiliki kerajaan langit dan bumi. Tauhid Mulkiyyahini  didasarkan pada QS. Al-Isra’:111 dan al-Maidah:120

Dalam pandangan mereka, jika mengakui lembaga lain di luar lembaga pemerintahan syariat Allah, maka mereka musyrik terhadap mulkiyyah Allah. Sistem politik ini didasarkan pada tiga prinsip pokok yaitu tauhid, risalah, dan khilafah. Risalah menegaskan bahwa Al-Qur’an bersifat global, penjelasannya ada pada aktivitas risalah Nabi. Khilafah yaitu keberadaan manusia sebagai wakil Tuhan. Yang termasuk dalam tipologi ini adalah Rasyid Ridha, Sayyid Qutub, Abul A’la Al-Maududi, Hasan Al-Banna, Mohammad Abduh, dan Muhammad Natsir.

  • Tipologi Sekuler

Berpendapat bahwa agama bukanlah negara. Negara adalah urusan dunia yang mempertimbangkannya menggunakan akal dan kemaslahatan kemanusiaan yang bersifat duniawi saja. Agama adalah urusan pribadi dan keluarga. Pemikir yang masuk dalam kategori ini adalah Ali Abdur Raziq, A. Luthfi Sayyid, Muhammad Ahmad Khalafullah, Muhammad Sa;id Al-Asymawi, Faraj Faudah, Abdurrahman Wahid, dan mantan Presiden Soekarno.

Menurut kelompok ini, persoalan politik merupakan persoalan historis, bukan teologis yang harus diyakini dan diikuti oleh setiap individu muslim. Agama dan negara harus dipisahkan. Tindakan politik yang salah dan diatas namakan agama justru akan membuat hakekat agama itu menjadi dangkal dan hina.

  • Tipologi Moderat

Aliran ini berpendirian bahwa islam tidak mengatur sistem ketatanegaraan tetapi terdapat seperangkat tata nilai etika bagi kehidupan bernegara. Tidak ada satu nash pun dalam Al-Qur’an yang memerintahkan didirikannya sebuah negara islam. Relasi agama dan negara adalah relasi simbiosis mutualisme dalam bidang etik dan moral. Negara menjadi instrument politik untuk menegakkan nilai dan akhlak islam. Konsep negara dan pemerintahan merupakan bagian dari ijtihad kaum muslimin. Lembaga pimpinan negara merupakan instrument untuk meneruskan misi kenabian guna memelihara agama dalam mengatur dunia. Menurut A-Mawardi, tidak ada hak pemerintah untuk dipatuhi secara mutlak dan absolut karena ketaatan pada penguasa terkait dengankeselarasan perilaku dan kebijakan pemimpin terhadap syariat islam. Kebijakan kepala pemerintah terhadap rakyat harus bertujuan untuk kesejahterahan rakyat. Tokoh-tokoh kelompok ini antara lain Ahmad Amin, Muhammad Husain Haikal, Muhammad Imarah, Fazlur Rahman, dan Amin Rais.

  1. Negara Kesatuan Republik Indonesia

NKRI dalam sudut agama adalah sah karena presiden Indonesia dipilih langsung oleh rakyat sebagaimana prosedur pengangkatan Ali RA menjadi khalifah. Keabsahan kedaulatan pemerintahan NKRI ini juga bisa dilihat dari terpenuhnya maqashid al-syariah (tujuan-tujuan syariah), yakni demi menjaga kesejahterahan dan kemashlahatan umum.

Empat pilar kebangsaan terdiri atas Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhineka Tunggal Ika merupakan upaya mendirikan negara dan membentuk pemerintahan. Pancasila sebagai ideologinegara Indonesia merupakan bentuk penafsiran nilai-nilai luhur ajaran islam. Kedudukan pancasila identikdengan piagam madinah sebagai wadah pemersatu kebhinekaan bangsa. Empat pilar kebangsaan tersebut selaras dengan prinsip-prinsip dasar politik islam yaitu prinsip amanah, prinsip keadilan, prinsip ketaatan, dan prinsip musyawarah. Amanah adalah segala yang dipercayakan orang. Prinsip ini menghendaki agar pemerintah melaksanakan tugasnya. Prinsip keadilan berkaitan dengan keadilan sosial bagi seluruh manusia. Ketaatan berarti ikut berpartisipasi dalam upaya mendukung pemerintah dan melaksanakan serta mensosialisasikan ajaran agama islam. Prinsip musyawarah diperlukan agar para penyelenggara negara dapat bertukar fikiran. NKRI berstatus Dar Al-Islam yaitu kebijakan konstitusional UUD 1945 yang memberikan kebebasan kepada pemeluk agama untuk menjalankan ajaran agamanya adalah proporsional.

 

  1. Konstitusi Khilafah Dalam Tradisi Politik Islam

Khilafah dalam bahasa Arab berarti pergantian. Khilafah merujuk pada sistem pemerintahan islam pertama yang didirikan pasca wafatnya Rasulullah SAW. Pemimpin dalam sistem ini disebut khalifah. Istilah khalifah digunakan oleh kelompok muslim tertentu untuk mewakili cita-cita untuk mendirikan negara islam dan mewujudkan tatanan masyarakat dunia berdasarkan syariat islam. Nabi Muhammad SAW tidak meninggalkan wasiat tentang siapa yang akan menggantikan beliau. Dari segi proses, pemilihan Abu Bakar sebagai Khalifah berdasarkan sistem demokrasi. Penyelenggaraan pemerintahan pada masa Abu Bakar bersifat sentral yaitu kekuasaan legislative, eksekutif, dan yudikatif terpusat di tangan khalifah. Kebijakan politik Abu Bakar menunjuk Umar sebagai penggantinya dengan meminta pendapat para sahabat menunjukkan bahwa asa musyawarah tetap menjadi prinsip utama dalam pergantian khalifah. Pada masa Umar, berlaku sistem demokrasi dalam hal memilih kepala negara dengan berpegang teguh pada musyawarah. Pemilihan Utsman Bin Affan dilakukan dengan sistem formatur. Setelah Utsman terbunuh, kaum Muhajirin dan kaum Anshor menginginkan Ali sebagai Khalifah.

Pada masa dinasti Umayyah, lembaga khalifah menjadi sistem kerajaan yang otoriter. Ketikan kekuasaan pada dinasti Abbasiyah konsep khalifah bergeser menjadi wakil Tuhan di muka bumi. Kemudian muncullah gerakan anti Khalifah Abbasiyah dengan mendirikan kekuasaan di tingkat daerah. Mereka menggunakan istilah baru, yaitu Amir karena merujuk pada pemimpin yang memiliki kapasitas militer yang tangguh seperti Umar Bin Khattabdengan gelarnya Amirul Mukminin. Sebutan amir ini kemudian bergeser menjadi gelar menjadi pemimpin negara Islam.

  • Cinta Tanah Air Mnurut Islam

Cinta tanah air merupakan tabiat alami manusia. Karena di tanah air itulah manusia dilahirkan,dibesarkan, dididik, dan disayang. Cinta tanah air menimbulkan nasionalisme, yaitu kesadaran cinta tanah air. Kecintaan terhadap tanah air akan menimbulkan sikap patriot yang berarti sikap gagah berani, pantang menyerah, dan rela berkorban untuk bangsa dan negara. Islam memandang bahwa mencintai tanah air adalah suatu tindakan yang baik.

عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَمَّا أُخْرِجَ مِنْ مَكَّةَ : اِنِّي لَأُخْرَجُ مِنْكِ وَاِنِّي لَأَعْلَمُ أَنَّكِ أَحَبُّ بِلَادِ اللهِ اِلَيْهِ وَأَكْرَمُهُ عَلَى اللهِ وَلَوْلَا أَنَّ أَهْلَكَ أَخْرَجُوْنِي مِنْكِ مَا خَرَجْتُ مِنْكِ (مسند الحارث – زوائد الهيثمي – ج1 / ص460)

Artinya :

“Diriwayatkan dari Ibnu Abbas bahwa saat Nabi diusir dari Makkah beliau berkata: Sungguh aku diusir dariMu (Makkah). Sungguh aku tahu bahwa engkau adalah Negara yang paling dicintai dan dimuliakan oleh Allah. Andai pendudukmu (Kafir Quraisy) tidak mengusirku dari mu, maka aku takkan meninggalkanmu (Makkah)” (Musnad al-Haris, oleh al-Hafidz al-Haitsami 1/460)

Dan ketika Nabi pertama sampai di Madinah beliau berdoa lebih dahsyat:

–قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اللَّهُمَّ حَبِّبْ إِلَيْنَا الْمَدِينَةَ كَحُبِّنَا مَكَّةَ أَوْ أَشَدَّ – ج7 / ص(صحيح البخارى 161)

Artinya :

“Ya Allah, jadikan kami mencintai Madinah seperti cinta kami kepada Makkah, atau melebihi cinta kami pada Makkah” (HR al-Bukhari 7/161)

Kecintaan Rasulullah kepada tanah air (kota Mekkah) ddiwujudkan dalam bentuk perbaikan seluruh tatanan kehidupan yang diawali dengan perbaikan akhlaq. Wujud cinta tanah air dapat dilakukan dengan cara menghindari korupsi, bersikap jujur, taat pada peraturan (QS. An-Nisa’:59). Ajaran untuk cinta tanah air sesuai isi pesan dalam 4 pilar kebangsaan.

 

 

BAB III

PENUTUP

  • Kesimpulan

Politik merupakan istilah yang merujuk pada kegiatan mengatur pemerintahan suatu negara. Jiwa politik dalam islam adalah keikhlasan dan keterbukaan. Politik dalam islam bertujuan untuk menegakkan agama dan mengatur urusan dunia yang menjadi lading bagi kehidupan akhirat. Prinsip dalam berpolitik antara lain musyawarah, adil, amanah, persamaan dan kesepakatan.

Upaya mendirikan negara melalui 4 pilar kebangsaan yaitu pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhineka Tunggal Ika. Politik dalam islam sudah ada sejak zaman Nabi Muhammad SAW yaitu pada saat pemilihan khilafah untuk menggantikan posisi Nabi Muhammad setelah wafat. Istilah khalifah digunakan oleh kelompok muslim tertentu untuk mewakili cita-cita untuk mendirikan negara islam dan mewujudkan tatanan masyarakat dunia berdasarkan syariat islam.

Cinta tanah air merupakan tabiat alami manusia. Karena akan menumbuhkan rasa nasionalisme. Kecintaan kepada tanah air juga menumbuhkan sikap patriotisme yaitu rela berkorban demi bangsa dan negara. Islam memandang bahwa mencintai tanah air adalah suatu tindakan yang baik.

 

  1. Saran

Menyadari bahwa penulis masih jauh dari kata sempurna, kedepannya penulis akan lebih fokus dan details dalam menjelaskan tentang makalah di atas dengan sumber – sumber yang lebih banyak yang tentunga dapat di pertanggung jawabkan.

Untuk saran bisa berisi kritik atau saran terhadap penulisan juga bisa untuk menanggapi terhadap kesimpulan dari bahasan makalah yang telah di jelaskan. Untuk bagian terakhir dari makalah adalah daftar pustaka. Pada kesempatan lain akan saya jelaskan tentang daftar pustaka makalah.

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

http://mediaislamraya.blogspot.co.id/2014/01/dalil-cinta-tanah-air-nasionalisme.html

Tim Dosen Pendidikan Agama Islam Universitas Negeri Malang. 2015. Pendidikan Islam Transformatif: Membentuk Pribadi Berkarakter. Malang: LP3 Universitas Negeri Malang.

 

 

DAFTAR PERTANYAAN

 

  1. Astri Izzatul Jannah

Apakah politik bisa diletakkan pada bidang pendidikan? Kemudian maksud dari agama bukan lah suatu negara itu bagaimana?

  1. Dea Ayu Dwicahyaningrum

Apa perbedaan politik pada zaman nabi dengan zaman sekarang ini?

  1. Khoirul Ilham Perkasya

Sebenanarnya fungsi partai politik itu apa dan tujuan kita berpolitik itu apa?

About The Author

Saya adalah Bloger asal Malang yang menyukai kegiatan yang berhubungan dengan perkembangan IT, Design dan juga Pendidikan. Berupaya untuk selalu menebarkan kebermanfaatan bagi sesama.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *