Added by on 29/01/2019

RUANG LINGKUP KEWIRAUSAAHAN

MAKALAH KEWIRAUSAHAAN BAHASA ARAB

Diampu oleh: Bapak Moch. Wahib Dariyadi, S.Pd., M.Pd.

Oleh:

Badik Indra Rahayu Dalila Ziana Awatif Nur Aini Sholihatun Jannah 160231603257 160231603230 160231603201

UNIVERSITAS NEGERI MALANG

FAKULTAS SASTRA

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BAHASA ARAB

JANUARI 2019

BAB I

PENDAHULUAN

Menurut Suparyanto (2013), jumlah penduduk Indonesia yang menempati posisi keempat di dunia tidak seimbang denvgan jumlah wirausahawannya. Dengan demikian diperlukan munculnya wirausahawan untuk memperkuat perekonomian di Indonesia. Namun motivasi sebagian besar penduduk Indonesia sangat rendah. Sebagian orang beranggapan bahwa kekmampuan berwirausaha adalah bawaan lahirakan tetapi seiring dengan perkembangan zaman, kewirausahaan menjadi suatu disiplin ilmu yangdapat dipelajari.

Menurut Suryana (2001) dalam Musyadar (2016) ilmu kewirausahaan adalah suatu disiplin ilmu yang mempelajari tentang dinilai, kemampuan (ability) dan perilaku seseorang dalam menghadapi tantangan hidup untuk memperoleh peluang dengan berbagai resiko yang mungkin dihadapinya. Dengan memahami dan memiliki jiwa kewirausahaan maka hal ini dapat meningkatkan motivasi masayarakat dalam berwirausaha dan kemudian memunculkan para wirausahawan yang dapat mensejahterakan bangsa.

BAB II

KAJIAN PUSTAKA

  • Pengertian Kewirausahaan

Entrepreneurship secara bahasa berasal dari bahasa Perancis, yaitu dari kata enreprende yang berarti melakukan. Definisi kewirausahaan (Entrepreneurship) banyak diungkapkan oleh para ahli. Richard Cantillon mendefinisikan kewirausahaan sebagai pekerjaan itu sendiri (wirausaha). Sedangkan menurut Peter F. Drucker adalah kemampuan untuk membuat atau menciptakan sesuatu yang baru dan berbeda. Kurniawan (2019) mengemukakan bahwa secara umum kewirausahaan adalah proses mengidentifikasi,mengembangkan, dan membawa visi kedalam kehidupan. Menurut Keputusan Menteri Koperasi dan Pembinaan Pengusahan Kecil Nomor 961/KEP/M/XI/1995: Kewirausahaan adalah semangat, sikap, perilaku dan kemampuan seseorang dalam menangani usaha atau kegiatan yang mengarah pada upaya mencari, menciptakan serta menerapkan cara kerja, teknologi dan produk baru dengan meningkatkan efisiensi dalam rangka memberikan pelayanan yang lebih baik dan atau memperoleh keuntungan yang  lebih besar. Longenecker, dkk dalam Musyadar (2016) menyatakan bahwa wirausaha adalah seorang pembuat keputusan yang membantu terbentuknya sistem ekonomi perusahaan yang bebas. Dari beberapa definisi diatas dapat disimpulkan bahwa Entrepreneurship adalah proses penerapan kreativitas dan inovasi dalam memanfaatkan peluang untuk menciptakan perubahan baik berupa sesuatu yang baru ataupun berbeda sehingga menghasilkan nilai tambah bagi diri sendiri dan orang lain (Rohman, 2016). Secara rinci unsur-unsur utama dalam entrepreneurship  adalah penerapan kreativitas dan inovasi, pemanfaatan peluang, membuat perubahan, dan memberikan nilai tambah bagi diri sendiri dan orang lain.

Orang yang melakukan kegiatan wirausaha adalah wirausahawan (entrepreneur). Wirausahawan adalah orang yang dinamis yang terus mencari peluang dan memanfaatkanya untuk menghasilkan sesuatu yang mempunyai nilai tambah (Suparyanto: 2013). Menurut Peter F. Drucker wirausahawan adalah orang yang selalu mencari perubahan, menanggapinya, dan  memanfaatkannya sebagai peluang. Menurut J.A. Schiunpeter, yang dapat digolongkan sebagai seorang wirausaha adalah seorang inovator, sebagai individu yang mempunyai kenalurian untuk melihat benda materi sedemikian rupa yang kemudian terbukti benar mempunyai semangat, kemampuan, dan pikiran untuk menaklukan cara berpikir lamban dan malas. Sedangkan menurut William D. Bygrave adalah seseorang yang mencari peluang dan menciptakan organisasi untuk mengejarnya. Seorang wirausahawan harus dapat memanfaatkan potensi yang ada pada diri orang lain. Untuk itu perlu adanya organisasi atau tim untuk mewujudkan kesuksesan dalam berwirausaha. Mark Victor Hansen dan Robert G. Allen menyampaikan 5 potensi dari orang lain yang dapat dimanfaatkan dalam berwirausaha,yaitu:

  1. Other People Idea
  2. Other People Experiences
  3. Other People Money
  4. Other People Time
  5. Othe People Work
  6. Karakteristik Wirausahawan

Dalam mencapai kesuksesan para wirausahawan harus memiliki karakteristik-karakteristik wirausahawan. William D. Bygrave mengemukakan 10 karakteristik yang disebut dengan The Ten D Character of Entrepreneurship, yaitu:

  1. Dreams (Mimpi)
  2. Decisiveness (Ketegasan)
  3. Doers (Pelaku)
  4. Determination (Ketetapan Hati)
  5. Dedication (Berdedikasi)
  6. Devotion (Kesetiaan)
  7. Details (Terperinci)
  8. Destiny (Nasib)
  9. Dollars (Uang)
  10. Distribute (Distribusi)

Menurut Mc Clelland dalam Sumarsono (2013), karakteristik wiraswastawan adalah sebagai berikut:

  1. Keinginan untuk berprestasi
  2. Keinginan untuk bertanggung jawab
  3. Preferensi kepada resiko-resiko menengah
  4. Persepsi pada kemungkinan berhasil
  5. Rangsangan oleh umpan balik
  6. Aktifitas Energik
  7. Orientasi ke masa depan
  8. Ketrampilan dalam pengorganisasian
  9. Sikap terhadap uang
  • Tujuan, Keuntungan dan Kelemahan Wirausaha

Dalam berwirausaha seseorang memiliki tujuan dan target yang hendak dicapai. Tujuan kewirausahaan, antara lain

  1. Meningkatkan jumlah wirausaha yang berkualitas
  2. Menyadarkan masyarakat atau memberikan kesadaran berwirausaha yang tangguh dan kuat terhadap masyarakat
  3. Menghasilkan kemajuan dan kesejahteraan masyarakat
  4. Membudayakan semangat, sikap, perilaku dan kemampuan kewirausahaan di kalangan masyarakat

Berikut adalah keuntungan-keuntungan dalam berwirausaha

  1. Terbuka lebar kesempatan untuk menjadi bos dalam perusahaan
    1. Terbuka peluang untuk memperoleh manfaat dan keuntungan secara maksimal
    1. Terbuka peluang untuk memperlihatkan potensi wirausaha secara penuh
    1. Terbuka peluang untuk membantu masyarakat dalam usaha
    1. Terbuka peluang untuk mencapai tujuan usaha yang dikehendaki

Dan berikut kelemahan wirausaha

  1. Tanggung jawab sangat besar dan berat di dalam menghadapi permasalahan bisnis
  2. Bekerja keras dan waktunya sangat panjang
  3. Memperoleh pendapatan yang tidak pasti dan memiliki resiko.
  • Ruang Lingkup Kewirausahaan

Kewirausahaan mencakup hampir semua bidang yangadadalam bisnis. Rohman, 2016 mengatakan bahwa ruang lingkup Entrepreneurship sangat luas dan mencakup berbagai bidang, yaitu:

  1. Bidang Agraris

Wirausahawan yang bergerak dalam bidang ini disebut dengan agropreneur. Bidang ini meliputi pertanian, perkebunan, serta kehutanan dan bergerak dalam kegiatan pembibitan,budidaya, serta kegiatan pasca panen. Misalnya yaitu para petani yang menanam padi sehingga padi tersebut dapat diperjualbelikan. Atau juga para pengusaha perkebunan yang menanam berbagai tanaman yang dapat dipanen dan kemudian dapat diperjualbelikan seperti teh, kopi dan kelapa sawit.

  • Bidang Perikanan

Bidang ini berhubungan dengan pemanfaatan dan pengelolaan sumber daya hayati yang berhabitat di perairan.  Kegiatan kewirausahaan pada bidang ini meliputi penyediaan bahan pangan bagi manusia, sarana rekreasi, hiburan dan olah raga. Ada usaha pemeliharaan  ikan dan penetasan  ikan, seperti budidaya lele atau ikan hias. Ada pula usaha pembuatan pakan ikan seperti pelet dan usaha pengangkutan ikan.

  • Bidang Peternakan

Peternakan adalah usaha membudidayakan dan mengembangbiakkan hewan ternak dengan maksud mendapatkan manfaat serta hasildari kegiatan tersebut. Peternakan kini sudah menjadi lahan bsinis prospektif terbesar di dunia. Contoh, usaha pengembangbiakan burung atau unggas. Dan juga terdapat usaha peternakan untuk binatang menyusui seperti kambing dan sapi.

  • Bidang Perindustrian dan Kerajinan

Bidang ini mencakup empat kategori, pertama, industri besar; kedua, industri menengah; ketiga, industri kecil; da keempat pengrajin. Wirausaha dalam bidang ini bergerak dalam hal pengolahan bahan mentah atau bahan setangah jadi menjadi barang jadi yang memiliki nilai tambah dalam mendapatkan keuntungan.

  • Bidang Pertambangan dan Energi

Bisnis dalam bidang ini bergerak untuk memanfaatkan hasil bumi berupa mineral atau batubara dengan beberapa tahapan yaitu: penyelidikan umum, eksplorasi, studi kelayakan, konstruksi,penambangan, pengolahan dan pemurnian, pengangkutan dan penjualan, serta pasca tambang. Dalam bidag ini, lapangan perdagangan dibagi menjadi tiga kategori, yatu pedagang besar; pedagang menengah, dan pedagang kecil.

  • Bidang Jasa

Bidang ini bergerak dalam hal menyediakan atau menjual sistem pelayanan kepada konsumen untuk mendapatkan keuntungan. Bidang ini meliputi penyediaan jasa transformasi, travel, perhotelan, koperasi, dsb. Bidang ini mencakup beberapa kategori, yaitu pedagang peratara, koperasi, pengusaha angkutan, perbakan, pengusaha biro jasa travel pariwisata, dsb.

  • Wirausaha dalam Haji dan Umroh

Perjalanan haji dan umroh memberikan peluang yang sangat besar dalam wirausaha baik secara materiil maupun moril. Secara materiil, seorang pengusaha akan  mendapatkan keuntungan yang sangat besar dengan berbagai peluang bisnis dalam bidang yang bermacam. Sedangkan secara moril mengelola bisnis dalam bidang ini dapat membua pengelolanya menjadi tenang dan mengalami kesadaran religius. Seorang pakar ekonomi islam, Syafi’i Antonio mengatakan bahwa potensi bisnis dalam bidang ini sangat besar (Tahir, 2016). Beliau mengatakan bahwa aktivitas haji saja dapat menggerakkan sejumlah industri, antara lain:

  1. Tours and Travel
  2. Garmen dan Tekstil
  3. Transportasi
  4. Food and Beverages
  5. Telekomunikasi
  6. Perhotelan
  7. Perbankan
  8. Jasa Kurir dan Cargo
  9. Perlengkapan Kemah dan Tenda
  10. Teknologi Informasi
  11. Barang Mercendise dan Elektronik


BAB III

SIMPULAN

Untuk meningkatkan perekonomian di Indonesia, diperlukan munculnya para wirausahawan. Kewirausahaan adalah proses penerapan kreativitas dan inovasi dalam memanfaatkan peluang untuk menciptakan perubahan baik berupa sesuatu yang baru ataupun berbeda sehingga menghasilkan nilai tambah bagi diri sendiri dan orang lain. Orang yang berwirausaha harus memiliki karakteristik seperti yang dipaparkan oleh para ahli. Kewirausahaan juga tidak hanya bergerak dalam bidang perniagaan saja, namun juga mencakup berbagai bidang yang sangat luas.

DAFTAR RUJUKAN

Kurniawan,Aris. 2019. 19 Pengertian Kewirausahaan Menurut para Ahli. Dari https://www.gurupendidikan.co.id/pengertian-kewirausahaan -menurut-para-ahli/

Musyadar, Ahmad. 2016. Pengertian dan Proses Kewirausahaan. Dari http://www.pustaka.ut.ac.id/lib/2016/08/08/luht4354-kewirausahaan-edisi-2/

Rohman, MZ. 2016. Pengertian dan Ruang Lingkup Kewirausahaan. Dari PDFeprints.stainkudus.ac.id

Sumarsono, Sonny. 2013. Kewirausahaan.Yogyakarta: Graha Ilmu

Suparyanto, R. W. 2013. Kewirausahaan Konsep dan Realita pada Usaha Kecil. Bandung: 2013

Tahir, Hartini. 2016. Haji dan Umroh sebagai Gaya Hidup: Pertumbuhan Bisnis Perjalanan Suci di Kota Makassar. Dari https://researchgate.net/publication/326778228_PRAKTIK_HAJIUMRAH_SEBAGAI_GAYA_HIDUP_PERTUMBUHAN_BISNIS _PERJALANAN_SUCI_D_KOTA_MAKASSAR

Category:

Kuliah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*