STRATEGI MEMOTIVASI SISIWA DAN MEMBANGUN MASYRAKAT BELAJAR YANG PRODUKTIF

STRATEGI MEMOTIVASI SISIWA DAN MEMBANGUN MASYRAKAT BELAJAR YANG PRODUKTIF

 

Membangun masyarakat belajr yang produktif dan memotifasi siswa untuk belajar merupakan tujuan utama pemnbelajaran. Banyak hal yang bisa membentuk motifasi  siswa dalam belajar. Kesuksesan teregaqntung dari srtrategi motifasi yang digunakan dalam membantu sisiwa utk menjqado masyarakat belajar yang produktif.

Motivasi dan masyarakaat belajar yg produktif tidak bisa tercipta kecuali guru-guru mau menerapkan strategi-strategi yang  menjadi aspek pembelajaran  yang permanen yang mempertimbangkan kebutuhan psikologi siswa, sehingga mereka menemukan  aktifitas belajar yg menarik dan bermakna. Startegi2 utk mencapai tipe situasi kelas ini akan digambarkan pada bagian dibawah ini.

1. Mempercayai kemampuan siswa dan mempertimbangkan faktior2 yg bisa berubah.

Banyak hal yang  bisa dilakukan siswa disekolah tapi guru tidak mengetahuinya sebagai contoh; guru  sedikit sekali  mengetahui kepribadian dasar siswa atau unit2 pembelajaran guru yang ada disekolah mereka. Materi-materi yang sudah tidak cocok lagi untuk siswa remaja masih ditemukan didalam mata pelajaran disekolah. Selain itu banyak guru-guru yang sudah berpengalaman masih mengantungkan diri pada teks buku dalam perencanaan dfan pelaksanaan pembeljaran mereka. Belajar mengajar adalah sesutau yg kreatif, proses pengembangan yang menjadi kunci bagi sekelompk siswa dalam kurun waktu tertentu.

a. Rencana Tahunan

Rencana teahunan  juga bersifat kritis tetap kareniketidak pastian dan kompleksitanya banyak sekolah yang tidak bisa melaksanakannya. Kefektifan rencana tahunan biasanya dikaitkan dengan sejauh mana mereka bisa melaksankan tiga hal di bawah ini:

1. Keseluruhan tema dan perilaku

Guru pasti punya tujuan tema, dan perilaku global yang ingin diberikan kepada siswanya.  Barangkali guru yg menajaar pd sekolah2 yg didalamnya terdapat siswa dari berbagai macam ras seringkali salah memahami, tapi agak toleran dengan perbedaan-per bedaan tersebut.  Tidak ada pelajaran khusus utk mengajarkan perilaku ini tapi dasri pengalaman-pengalaman yang sudah ada sebelumnya guru bisa memeberikan pelajaran seperti ini. Barangkali seorang guru biologi SMU  menginginkan siswanya memahami seperangkat perilaku yg dikaitkan dengan metode ilmiah.pelajaran tentang metode ilmiah tidak akan bisa mencapai tujuan ini. tapi bagsimanapun contoh personal dan demonstarsi fomral berhubungan dengan data, hubungan antara teori dan realitas atauj proses pembuatan kesimpulan dari informsi yang ada bisa mengarahkan siswa untulk berfikir ilmiah. Sebagai contoh lain seorang guru sejarah barangkali ingin mengajarkan siswanya mengapresiasi  kejadian2 masa lampau yg dikaitkan dengan  perkembangsn tradisi demokrasi. Lagi-lagi pelajaran tentang makna carta, undang-undang amandemen ke 14 tidak akan mengembanglkan apresiasi siswa. Tapi bagaimanapun mengembangkan pelajaran secara berkelanjutan yang terfokus pada tema dasar demokrasi bisa mencapai tujuan ini.

2. Jangkauan

Tida sedikit guru yg sering keluar dari apa yang dilakukannya, sedangkan banyak pelajaran2 pwenting yg masih banyak yg lebih penting yg diajarkan kepada siswa gruru yang berpanglaman banyak memiliki rencananya sepanjang tahun. Guru2 pemula bagaimanapun lebih berhati-hati dalam mengembangkan rencananya.

Perencanaan topik-topik yg akan diajarkan meliputi apa yg penting utk diajarkan  menentukan prioritas dan mempertimbangkan waktu pembelajaran  yang disusun dalam satu tahun. Dalam beberapa contoh semakin banyak yg diajarkan semakin bagus.akan lebih baik jika               siswa diberikan topik-topik yang direncanakan tersebut, singkatnya banyak guru-guru yang menaksir terlalu tinggi waktu yang dibutuhkan dalam pembelajaran dan menaksir terlalu rendah waktu untuk   mengajar sesuatu yang baik. Perencanaan yg teliti bisa mengurangi kesalahan dalam penaksiran.

3. Siklus belajar Tahunan(sikus tahun pelajaran)

Guru-guru yg berpengalaman tahu bahwa tahun pelajaran itu bersifst siklus sehingga bebrpa topik lebih baik diajarkan dalam satu waktu daripada yang lainnya. Siklus belajar dan keadaan psikologi atau emosi berkaitan dengan membuka dan menutup pelajaran hari-hari dalam seminggu, waktu libur, perubahan musim, liburan, dan peristiwa penting lainnya yg ada disekolah. Beberpa diantarnya bisa diantisipasi dan yg lainnya tidak sehingga sangat penting untuk merencanakan silus pembelajaran sebanyak mungkgin. Guru yang berpengalaman tahu bahwa topik2 penting tidak diajarkan pada hari jum,at atau sehari sebelum libur.Mereka tahu membuka pelajaran harus menekankan proses dan menulis, mereka juga tahu bahwa be berapa pelajaran membuthkan materi tambahan, perlengkapan, strategi motfasi, dan alat2 evaluasi yg tudak bisa dicapai dalam waktu sesaat. Jika guru bekerja dalam tim, perenncaan unit dan tugas untuk berbagai unit aktifitas paling penting. Isinya bisanya terdapat dalam unit pembelajaran yang bisa ditemukan dalam contoh perencanaan unit dalam gambar 312.

Perencanaan unit bisa dibagi dengan siswa karena perencanaan tersebut memberikan keseluruhan arah yg menjelaskan apa yg akan dilaksankan dalam suatu pelajaran oleh guru. Dengan adanya komunikasi tentang tujuan unit dan aktfitas siswa dapat mengetahui apa yang akan mereka pelajari. Pengetahuan tentang perencanaan unit dapat membantu siswa mengatur waktu belajara siswa dan memonitor kemajuan belajar mereka. Guru yg berpengalaman mengembangkan rencana unit dan materi-materi tambahan yg bisavdigunakan kembali. Banyak guru-gruu pemula yang masih bergantung pada teks buuk dan kurikulum. Melakukan hal ini tidak salah  dan guru-guru pemula tidak perlu merasa bersalah dengan semua ini. Banmyak kurikulum yg dirancang oleh guru-guru yang berpengalaman dan tidak sesuai apa yg disukai oleh guru-guru lain. Mereka mendesain kurikulum untuk diikuti. Kurikulum yg dikembangkan oleh fakul;tas pendidikan milik pemerintah juga bisa membantu dalam membuat rencana unit.ada dua hal yg perlu diperhatikan disini

1. Bagi guru-guru pemula terutama  yg mengajar di SMP dan SMA banyak menggantungkan materi pada teks buku dan pengalaman masa kecil mereka. Tapi sayang sekali banyak guru pemula hanya menggantungkan pada aspek2 tersebut dan itu tidak produktif  jelaslah bahwa faktor-fator sosial seperti, latar belakang siswa atau harapn orang tua mereka mempengaruhi seberapa giat mereka belajar disekolah. Selain itu keadaan psikologis mereka, ketakutan dan kebebasan mereka mempengaruhi usaha-usaha mereka dalam belajar. Tapi bagaimanapun sedikit sekali yg bisa dilakukan oleh guru untuk meru bah atau ,mempengaruhi faktor-faktor sosial dan psikologi ini. Guru akan lebih bisa meningkatkan motifasi siswa jika bertkonsentrasi pada faktro-faktor yg bisa dikontrol dan dipengaruhi.

2. Menghindari terlalu menekankan motivasi ekstrinsik

Banyak guru pemula yang sudah tahu bagaimana menggunakan motivasi ekstrinsik karena banya ide2 tentag perilaku manusia bertumpuh pada prinsip penguatan (reinforcment) terutama prinsip yang memberrikan penghargaan ekstrinsik (penguatan positif).,untuk mencapai perilaku yg diinginkan dan memberikan hukuman utnuk menghentikan perilaku yg toidak diinginkan. Teori motifasi sudah mengakar dalam masyarakat kita orang tua menyuruh anak2nya bertindak dengan cara2 tertentu serta memberikan mereka penghargaan mereka akan menarik penghargaan mereka jikalau anak2 mereka bertindak tidak tetap. Orang yang bkerja keras dalam pekerjaan mereka diberikan penghargan tinggi sedangkan yg tidak dapat  kita memberikan medali karena keberaniannya dan memenjarakan mereka yg membuat kriminal.Nilai yg bagus, piagam penghargaan, pujian merupakan penghragaann yg bisa diberikan oloeh guru untuk memacu siswa belajar dan bertindak sesuai dengan yg kita inginkan, nilai rendah penghukuman diberikan untuk menghukukm perilaku2 yg tidak diinginkan

Tampaknya teeori penguatan  sangat masuk akal dan banyak contoh2 dalam  aspek kehidupan yang mendukung teori ini. Penghargaan ekstrinsik tidak selamanya menghasilkann apa yang kita inginkan.sebagai contoh memberikan penghargaan ekstrinsik untuk tugas-tugas belajar yang sudah menarik secara intrinsik dapat menurnkan motifasi siswa.. selain itu banyak penghargaan dan hukuman digunakan sebagai motifator yang harus dinilai dan ditakuti. Banyak siswa sekarang tidak perduli dengan nilai bagus kalau demikian nilai bagus tidak mendorong siswa untuk belajar. Guru yang efektif menggunakan penghargaan ekstrinsik dengan hati0-hati dan belajar mempertimbangkan hal-hal lain dalam memotifasi siswa.

3. Menciptakan suasana belajar dengan perasaan  positif

Teori motifasi menekankan pentongya lingkungan belajar yang menyenagkan dan aman sehingga siswa dapat bertanggung jawab dengan pembelajarnnya sendiri. Perilaku guru dan orientasi terhadap suasana belajar tertentu mempunyai pengaruh yg besar bagi siswa dalam merespon suasana belajar. Hunter 1982 menggunakan istilah filling tone untuk menjelaskan aspek lingkungan belajar ini dan memberikan contoh dibawah ini yang dapat dilakukan oleh guru untuk membangun lingkungan belajar yang positif, netral dan negatif

Contoh Positif: kamu menulis cerita yg menarik, saya ingin membacanya

Negatif: ceritanya harus diselesaikan sebelumnya kamu makan siang

Netral : kalau kamu tidal selesai jangan khawatir masih banyak waktu.

Siswa akan bekerja dengan kjeras dalam lingkungan yang positif dan kurang bisa  belkerja dalam lingkungan yang negatif . hal penting yang harus dipertimbangkan oleh guru adalah ketika nereka memilih lngkungan negatif untuk memotidfasi siswa dalam mengerjakan tugas yang sulit maka gruru harus cepat mengalihkan dengan menggunakan lingkungan positif.

Lingkungan belajar tidak hanya merupakan hasil hal-hal yg diucapkan oleh guru pada waktu tertentu tapi juga merupakan hasil banyak struktur dan proses lain yang diciptakan oleh guru untuk membangun komunitas belajar yang produktif.

STRATEGI MEMOTIVASI SISIWA DAN MEMBANGUN MASYRAKAT BELAJAR YANG PRODUKTIF | Moch Wahib Dariyadi | 4.5

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *