Added by on 13/02/2019

 

TATANAN LINGUISTIK: FONOLOGI

 

MAKALAH

UNTUK MEMENUHI TUGAS MATA KULIAH

Ilmu Lughah

Yang diampu oleh Ustad Moch. Wahib Dariyadi, S.Pd., M.Pd

 

Oleh:

Isnaynih Safira Putri      180231608001

Khurratul A’yuni            180231608057

  

 

UNIVERSITAS NEGERI MALANG

FAKULTAS SASTRA

FEBRUARI 2019

I.       PENDAHULUAN

Bahasa adalah sistem bunyi ujar yang sudah disadari oleh para linguis. Oleh karena itu, objek utama kajian linguistik adalah bahasa lisan,yaitu bahasa dalam bentuk bunyi ujar. Agar bahasa dapat menjalankan fungsi melambangkan dan fungsi komunikatif bahasa harus menyusun segala bunyi yang dapat dihasilkan oleh alat ucap menjadi bagian-bagian kecil yang berulang yang diatur dalam pola-pola yang berulang pula. Penyusunan dan pengaturan bentuk demikian dikaji pada tataran tentang bunyi-bunyi ujar yang diselidiki oleh cabang linguistik yang disebut Fonologi. Dalam bahasa arab disebut juga Ilmu Ashwat.

II.     PEMBAHASAN

A.   Pengertian Fonologi

Asal kata fonologi, secara harfiah sederhana, terdiri dari gabungan kata fon (yang berarti bunyi) dan logi (yang berarti ilmu).

Fonologi adalah ilmu tentang perbendaharaan bunyi-bunyi (fonem) bahasa dan distribusinya. Fonologi diartikan sebagai kajian bahasa yang mempelajari tentang bunyi-bunyi bahasa yang diproduksi oleh alat ucap manusia. (Chaer,2009)

Sedangkan dalam bahasa Arab,Ilmu bunyi diistilahkan dengan Ilmu Ashwat. Ilmu Ashwat adalah ilmu yang mengkaji bunyi bahasa dan mempelajari karakter khusus bunyi bahasa manusia. (Matsna, 2007)

B.    Bagian-bagian Fonologi

          Menurut Hierarki fonologi dibedakan menjadi fonetik dan fonemik. Secara umum fonetik biasanya dijelaskan sebagai cabang studi fonologi yang mempelajari bunyi bahasa tanpa memperhatikan apakah bunyi-bunyi tersebut mempunyai fungsi sebagai pembeda makna atau tidak. Sedangkan fonemik adalah cabang studi fonologi yang mempelajari bunyi bahasa dengan memperhatikan fungsi bunyi tersebut sebagai pembeda makna.

C.    Beberapa Pengertian Mengenai Tata Bunyi

 

a). Fonem

Fonem merupakan objek kajian dalam ilmu fonemik. Fonem adalah kesatuan bunyi yang terkecil dan sistem bunyi-bunyi bahasa yang dapat berfungsi sebagai pembeda makna.

Contoh dalam bahasa Indonesia seperti kata ‘baru’ dan ‘bahu’ yang masing-masing terdiri dari empat buah bunyi, dan perbedaannya hanya pada bunyi ke tiga, yakni [r] dan [h].  Maka dapat disimpulkan bahwa bunyi [r] dan [h] adalah dua fonem yang berbeda di dalam bahasa Indonesia, yaitu fonem [r] dan fonem [h].

Contoh dalam bahasa Arab seperti / مَنْ / و / مِنْ /, dan perbedaannya terletak pada bunyi pertama [ َ ] و [ ِ ].

b). Identifikasi Fonem Berdasarkan Klasifikasi Fonemnya

1.      Fonem vocal

Vokal adalah fonem yang dihasilkan dengan menggerakkan udara keluar tanpa rintangan. Dalam bahasa Indonesia huruf vokal terdiri atas: a, i, u, e, dan o. Huruf vokal sering pula disebut huruf hidup.
     Dalam pembuktian bunyi-bunyi vokal dalam bahasa arab termasuk fonem atau tidak, dapat dilihat sebagai berikut :

a.   Vokal /a/ dan /â/ misal :

                    نصر  /nasara/          “dia telah menolong”

                    ناصر          /nâsara/          “saling menolong”

Vokal /a/ dan /â/ dalam bahasa arab adalah dua buah fonem yang hampir sama namun dapat membedakan makna.

b.       Vokal /u/ dan /û/ misalnya :                   

      نذر  /nuzurun/        “peringatan”

      نذور          /nuzûrun/        “nazar”

Vokal /u/ dan /û/ dalam bahasa arab adalah dua buah fonem yang hamper sama, namun dapat membedakan makna.

2.      Fonem konsonan

Konsonan adalah fonem yang dihasilkan dengan menggerakkan udara keluar dengan terhambatnya udara keluar oleh adanya gerakan atau perubahan posisi artikulator. Terdapat pula istilah huruf konsonan. Huruf konsonan tersebut terdiri atas: b, c, d, f, g, h, j, k, l, m, n, p, q, r, s, t, v, w, x, y, dan z. Huruf konsonan sering pula disebut sebagai huruf mati.

Contoh fenom dalam bahasa arab adalah sebagai berikut :

a.  konsonan ”ﻙ” /k/  dan ”ﻕ” /q/, misalnya :

            ﺏﻟﻜ   / kalbun /        ’anjing”

            ﺏﻟﻗ    / qalbun /        ”hati”

konsonan ”ﻙ” /k/ dan ”ﻕ” /q/ dalam bahasa arab adalah dua buah fonem yang berbeda, dan dapat membedakan makna.

c. Alofon

Alofon adalah variasi fonem karena pengaruh lingkungan suku kata.

Contoh : simpul-simpulan. Fonem /u/ pada kata [simpul] berada pada lingkungan suku tertutup dan fonem /u/ pada kata [simpulan] berada pada lingkungan suku terbuka. Jadi, fonem /u/ mempunyai dua alofon, yaitu [u] dan (u).

D.   Kedudukan Fonologi dalam Cabang-Cabang Linguistik

1)      Fonologi dalam cabang Morfologi

Bidang morfologi yang konsentrasinya pada tataran struktur internal kata sering memanfaatkan hasil studi fonologi, misalnya ketika menjelaskan morfem dasar (butuh)diucapkan secara bervariasi antara (butuh) dan (butuh) serta diucapkan (butuhkan) setelah mendapat proses morfologis dengan penambahan morfem sufiks (-kan).

2)      Fonologi dalam Cabang Sintaksis

Bidang sintaksis yang berkonsentrasi pada tataran kalimat, ketika berhadapan dengan kalimat kamu berdiri . (kalimat berita), kamu berdiri? (kata Tanya), dan kamu berdiri!(kalimat perintah) ketiga kalimat tersebut masih –masing terdiri dari dua kata yang sama tetapi mempunyai maksud yang berbeda. Perbedaan tersebut dapat dijelaskan dengan memanfaatkan hasil analisis fonologis, yaitu tentang intonasi, jeda, dan tekanan pada kalimat yang ternyata dapat membedakan maksud kalimat, terutama dalam bahasa Indonesia.

3)      Fonologi Dalam Cabang Semantik

Bidang semantic, yang berkonsentrasi pada persoalan makna kata pun memanfaatkan hasil telaah fonologi. Misalnya dalam mengucapkan sebuah kata dapat divariasikan, dan tidak . contoh: kata (tahu), (tau), (teras) dan (tEras) akan bermakna lain. Sedangkan kata duduk dan didik ketika diucapkan secara bervariasi (dudu?),(dudu?), (didi?), (didi?) tidak membedakan makna. (Muslich,2008)

III.           KESIMPULAN

Fonologi adalah cabang ilmu bahasa (linguistik) yang mengkaji bunyi-bunyi bahasa, proses terbentuknya dan perubahannya. Fonologi mengkaji bunyi bahasa secara umum dan fungsional. Dalam fonologi kata yang diucapkan akan berbeda dengan artinya dan akan membentuk suatu bunyi/bahasa.

 

DAFTAR PUSTAKA

 

Muslich, M. 2008. Fonologi Bahasa Indonesia. Malang: Bumi Aksara.

Robins, R.H. 1992. Linguistik umum sebuah pengantar. Yogyakarta: Kanisius.

Chaer, Abdul (2009). Fonologi Bahasa Indonesia. Bandung: Rineka Cipta. (Online),

(https://id.m.wikipedia.org/wiki/Fonologi) diakses 11 Februari 2019

Matsna, M. 2007. Mudzakkarah: Madkhal al- ‘ilmi al-Lughah. Ciputat: Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan. (Online),

(www.academia.edu/12253353/Fonologi_dan_Morfologi_Bahasa_Arab) diakses 11 Februari 2019

Pelmati. 2011. Fonologi dalam Bahasa Arab. (Online),

(pellmati.blogspot.com/2011/12/fonologi-dalam-bahasa-arab.html?m=1) diakses 11 Februari 2019

Salman. 2017. Pengertian Fenom dan Alofon dalam Bahasa Arab. (Online),

(https://www.google.com/search?ie=UTF-8&source=android-browser&q=fonologi+dalam+bahasa+arab) diakses 11 Februari 2019

 

 

 

 

 

Category:

Artikel, Kuliah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*